
"Ellin agak berbeda dengan Ellia,Ellia mungkin agak suka menjawab pertanyaannya kami dengan pertanyaan kembali tapi Ellia tidak akan memaksa kehendaknya dengan cara yang menggelikan seperti Ellin" jawab Hendri dengan nada malasnya,setelah ia terdiam selama beberapa menit.
"Maksudmu?" tanya Willy dengan nada dan wajah penasarannya,tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah terlelapnya Ellin.
"Ellin jika sedang menginginkan sesuatu,dia pasti akan berusaha keras untuk mendapatkannya.Sebenarnya itu adalah masalah yang wajar pada setiap orang,tapi menurutku caranya Ellin yang sangat membuat kami pusing.Aku dan Angel sudah melarangnya tapi Ellin malah menangis dihadapan kami tanpa henti sebelum kami memberinya izin,akhirnya mau tidak mau kamipun terpaksa memberinya izin dengan syarat kalau dia harus dikawal dengan pengawalan yang ketat" jawab Hendri dengan jujur,tadi saja istrinya bahkan ikut menunggu pulangnya Ellin karena terus saja mengkhawatirkan keselamatan putrinya itu.
Hingga akhirnya istrinya sampai tertidur dipelukannya saat mereka masih menunggu disofanya ruang tamu tadi karena tidak tahan untuk menahan rasa ngantuknya,akhirnya iapun langsung mengendong istrinya kekamarnya mereka dan menidurkan istrinya didalam sana saja terlebih dahulu,dan kemudian ia kembali menunggu seorang diri diruang tamu.
"Aku tidak bersikap tegas pada Ellin,juga karena tadinya aku berpikir untuk membiarkan dirinya menghilangkan rasa sakit hatinya yang belum sepenuhnya menghilang itu,aku bisa melihat jelas kalau Ellin masih sibuk memikirkan tentang perselingkuhan pria brengs*k itu.Padahal awalnya aku berniat ingin memberi pelajaran yang setimpal kepada pria brengs*k itu,tapi Ellin malah melarangku dan mengatakan kalau dia tidak mau memperpanjangkan masalah itu lagi" lanjut Hendri dengan nada kesalnya saat ia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Willy,melalui keningnya Willy yang sedang mengerut tajam saat ini.
"Lagi pula bukankah sudah ada kamu yang akan menjaganya,makanya aku tidak perlu begitu merasa khawatir lagi, dengan keselamatannya sekarang" lanjut Hendri lagi, dengan nada tenangnya.
Sebenarnya ia sudah mulai merasa tenang sedari ia mendengar laporan dari bawahannya sedari 40 menit yang lalu tadi,kalau putrinya sedang bersama Willy tapi ia tetap ingin menunggu mereka untuk melihat sahabatnya yang mulai terlihat aneh dimatanya karena selama ia mengenalnya, biasanya Willy sangat tidak suka berdekatan dengan wanita diluar waktu seksnya.
Dan ia juga ingin sekalian memastikan keadaannya Ellin supaya ia bisa melapor kepada istrinya nanti,ia mengira kalaunmemiliki putri lebih menyenangkan dari pada putra karena sebelumnya ia hanya memiliki seorang putra saja,tapi ternyata memiliki seorang putri lebih menyulitkan dari pada memiliki seorang putra.
"Cih,,," Willy langsung berdecih kesal tapi ia tidak berniat ingin menatap wajahnya Hendri sedikitpun.
__ADS_1
"Mereka berdua memang kembar tapi sikap mereka berdua sangat bertolak belakang,Ellia masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,tapi Ellin,,,hah!!" ucap Hendri yang melanjutkan keluhannya tadi,hingga diakhiri dengan helaan napas pelannya yang panjang.
Sedangkan Willy,iapun ikut menghela napas pelan.Ia hanya perlu melihat beberapa sikapnya Ellin sedari hari itu mengenalnyq hingga sekarang saja,jadi sedikit banyak ia sudah bisa mengerti tentang bagaimana sikapnya Ellin.
Memiliki sikap yang tidak beraturan,melakukan sesuatu tanpa dipikir panjang lagi,yang pastinya adalah wanita yang begitu tidak penurut dan begitu menyebalkan menurutnya.
"Jadi,hal ini yang menjadi alasannya kamu memaksaku untuk datang kesini dan menjaganya?" tanya Willy dengan nada dan wajah malasnya,setelah mereka berdua sama-sama terdiam selama beberapa menit.
"Hmm,tidak juga,tapi itu juga termasuk salah satu alasannya" jawab Hendri dengan nada dan wajah tersenyum santainya tanpa menoleh kearah Wajah malasnya Willy sedikitpun.
"Kamu tenang saja,aku tidak akan memaksamu untuk bersamanya tapi aku juga berharap kalau seiring berjalannya waktu,kalian akan saling mencintai nantinya" lanjut Hendri lagi,tetap dengan nada seriusnya.
'Sepertinya sudah ada sedikit perubahan, ternyata perubahannya cepat juga,padahal baru saja 2 minggu,,,' lanjut Hendri didalam hatinya, sebenarnya sedari tadi ia terus saja memerhatikan wajah terlelapnya Ellin dan jaket kulitnya Willy secara bergantian.
Selama ia mengenal Willy,Willy tidak pernah rela memberikan jaket kulit kesayangannya yang berharga hampir 50 juta itu kepada wanita manapun,tapi ternyata Ellin malah mampu mendapatkan perhatian tidak langsungnya tersebut.
Hanya saja,Hendri merasa agak kesal karena ia bisa melihat jelas celana jeans panjang yang dikenakan oleh Ellin saat berangkat tadi malah sudah menghilang,dan bisa dipastikan kalau yang ada dibalik jaket kulitnya Willy tersebut, Ellin hanya mengenakan dress terbuka saja.
__ADS_1
Dan sebenarnya ia sudah mengetahui ulah nakalnya Ellin sebanyak beberapa kali dalam 2,3 minggu ini,tapi ia tidak ingin terlalu banyak mengatur keinginan barunya Ellin tersebut dan ikut mendengar omelan dari istrinya terhadap Ellin nantinya.
Lagi pula sudah ada banyak para bawahannya yang akan menjaga Ellin dan sekarang ditambah lagi dengan Willy,maka dari itu,ia tidak perlu begitu merasa khawatir tapi ia hanya merasa khawatir kalau hal dress terbuka tersebut sampai diketahui oleh istrinya.
"Dan kamu juga tenang saja,karena hal itu tidak akan pernah terjadi" ucap Willy dengan nada dan wajah tersenyum yakinnya,iapun juga membalas tatapannya Hendri tersebut.
"Baiklah,terserah apa katamu saja,tapi aku akan tetap menunggu dan melihat apa yang akan terjadi nantinya" ucap Hendri dengan wajah tersenyum tipisnya.
"Sekarang katakan apa maksudmu dari masalah yang mencari Ellin,tadi?" Hendripun melanjutkan pembahasan awalnya tadi,sambil mengalihkan tatapannya kearah wajah terlelapnya Ellin kembali.
"Tadi saat Ellin mau pulang dari Club malam, mantannya yang bernama Erik bersama kekasih barunya berpapasan dengan Ellin ditempat parkiran sana" jawab Willy dengan nada dan wajah santainya sambil ikut mengalihkan tatapannya sama seperti yang dilakukan oleh Hendri.
"Lalu?" tanya Hendri dengan kening yang sedikit mengerut tajam karena sibuk mengingat-ngingat tentang mantannya Ellin, kening mengerutnya itupun kembali normal saat ia sudah mengingatnya dalam beberapa detik saja.
"Menurutmu?" tanya Willy balik dengan nada malasnya,sambil mengingat-ngingat kembali tentang perdebatannya Ellin bersama sepasang manusia tudak tahu malu tadi.
"Mereka pasti telah beradu mulut?" jawab Hendri dengan nada malasnya juga,ia telah banyak melihat wanita-wanita yang suka berdebat karena inti masalahnya hanya tentang pria saja.
__ADS_1