Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab. 6


__ADS_3

"Baiklah kalau memang itu syaratmu,aku akan menyiapkannya untukmu besok" jawab Hendri dengan nada tidak berdayanya,ia tidak mungkin memaksanya lagi,karena ia tahu jelas kalau sahabat terbaiknya ini memang tidak menyukai keramaian dan kebisingan ditempat yang ingin ia tinggal nanti.


"Tut tut tut..."


"Dasar,pria ini benar-benar tidak pernah berubah..." ngeluh Hendri dengan nada kesalnya,saat terdengar nada dering terputus dari Willy tersebut.


Selama ini hanya Willy saja yang berani menutup telepon darinya secara sebelah pihak,selain istri tercintanya sendiri.


Keesokan paginya...


Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta...


Tepat pada jam 12 siang,Willy baru saja keluar dan turun dari dalam pesawat,ia berjalan turun dengan langkah tegas dan menawannya.


Dilengkapi dengan jas hitam,sepatu mengkilatnya dan juga sebuah kaca mata hitam yang menutupi kedua mata coklat beningnya.


Kedua kakinya yang panjang dan kokoh,model rambutnya yang terlihat seperti anak muda yang masih berusia belasan tahun,hingga membuat ketampanan pada umurnya yang sekarang ini terlihat semakin menawan.


"Tuan,Tuan ingin pergi kemana terlebih dahulu?" tanya salah satu pengawal dengan nada hati-hatinya,sambil mengikuti langkah lebarnya Tuan Willy.


"Antar aku pergi makan siang terlebih dahulu, setelah itu aku ingin beristirahat sebentar dulu" jawab Willy dengan nada tegasnya tanpa menghentikan langkah lebarnya,ia merasakan lelah ditengkuk lehernya saat ini,karena perjalanqnnya yang telah memakan banyak jam itu.


"Baik,Tuan" pengawal tersebutpun langsung mengerti,dan segera membuka pintu mobil saat ia melihat langkah lebarnya Tuan Willy yang telah sampai didekat mobil Tuan Besarnya.


Dikediamannya Kusuma...

__ADS_1


Hendri sudah menunggu tidak sabaran dikediamannya,hingga ia memilih untuk menelepon bawahannya,sebelum bawahannya sempat meneleponnya.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah menjemputnya? Apakah dia sudah sampai?" tanya Hendri pada salah satu pengawalnya yang telah ia utuskan untuk menjemput Willy tadi, terdengar nada antusiasnya karena kedatangan sahabat terbaiknya itu.


"Sudah,Tuan Besar.Tapi katanya Tuan Willy,ia ingin makan siang dan beristirahat terlebih dahulu" jawab pengawal tersebut dengan cepat,sekarang ia bertanya-tanya kemana perginya aura tenang Tuan Besarnya selama ini.


"Baiklah.Kalau begitu,turuti saja perintahnya" perintah Hendri dengan nada tegasnya.


"Baik,Tuan Besar"


"Tut tut tut..."


terdengar jawaban dari bawahannya,dan dilanjutkan dengan nada dering terputus dari Tuan Besarnya,tapi ia sudah terbiasa dengan hal tersebut,jadi ia sudah merasa biasa saja.


"Siapa yang kamu telepon,hm? Kenapa kamu terlihat begitu tidak sabaran begitu?" tanya Angel, istrinya dengan nada penasarannya dan kening yang mengernyit heran, sambil berjalan mendekat kearah Hendri yang sedang berdiri santai diruang tamu.


"Sayang,pria yang aku carikan untuk menjaga kedua putri kita sudah sampai,sekarang dia sedang beristirahat di Apartemen yang telah aku sediakan malam tadi" jawab Hendri dengan nada dan wajah tersenyum senangnya,sambil memeluk istrinya yang baru saja mendekat karahnya,ia juga mendudukkan istrinya keatas kedua pahanya.


"Benarkah?" tanya Angel dengan nada senangnya juga,sambil membalas pelukan dari suaminya tersebut.


Ia tidak begitu mengenal pria tersebut,hanya saja jika mendengar cerita dari suami dan beberapa pelayan lamanya mereka,pria tersebut memang pria yang hebat,jadi ia tidak akan perlu merasa begitu khawatir dengan keselamatan kedua putri kembarnya itu.


"Kapan dia akan datang kesini untuk diperkenalkan kepada kedua putri kita yang menyebalkan itu?" tanya Angel lagi,setelah ia melihat anggukan pelan dari kepala suaminya.


"Biarkan dia beristirahat terlebih dahulu,jika di mau datang malam atau besok juga tidak masalah" jawab Hendri dengan wajah tersenyum senangnya juga,sambil membelai wajah cantik istrinya.

__ADS_1


Angelpun hanya mengangguk pelan dengan wajah memerah malunya,masih siang bolong seperti ini tapi suaminya ini tetap saja sangat suka menggodanya.


"Ehm ehm ehm..." terdengar suara deheman keras dari belakangnya mereka secara tiba-tiba,hingga membuat mereka berdua terlonjak kaget,Angel juga segera berdiri dengan wajah kagetnya.


"Dad,Mom,kenapa kalian berdua begitu tidak tahu malu?" tanya Hery dengan nada dan wajah kesalnya sambil membuka pelan kedua tangannya yang sedang menutup kedua mata putri kembarnya yang sedang berada didalam pelukannya dan masih berusia sekitar 2 tahun itu.


Begitu juga dengan beberapa pengawalnya yang ikut membantu menutup mata-mata kedua putra kembar Tuan Mudanya mereka yang sedang berdiri disamping Tuan mudanya sedari tadi.


"Cih,kamu ini,dasar kurang ajar.Apakah kamu tidak tahu sopan santun?" tanya Daddy dengan nada kesalnya,sambil memperhatikan ke 3 cucu kembarnya yang semakin hari terlihat semakin berisi dan menggemaskan itu.


Putra tunggalnya itu bagaikan hantu menyebalkan yang datang dan pergi sesuka hatinya saja,bahkan tadi suara langkah kakinya saja tidak terdengar sedikitpun oleh mereka berdua.


"Dad,memangnya sejak kapan kamu masih memikirkan tentang sopan santun?" tanya Hery balik dengan nada malasnya,sejak menikah lagi,Daddynya ini semakin lama semakin suka memperlihatkan kemesraannya mereka ditempat umum seperti ini,hingga membuat dirinya merasa kalau pesona yang sedang ia miliki sekarang telah dikalahkan oleh pesona Daddynya yang telah berumur ini.


"Sudah,sudah,kalian ini selalu saja bertengkar hampir disetiap pertemuan.Kalian cepat kemarilah,biar Grandma memeluk kalian satu persatu..." timpal Angel dengan cepat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah kesalnya,dan ia sekalian ingin memecahkan situasi memalukannya tadi.


Dan lagi pula ke 3 cucu kembarnya itu lebih menggemaskan dari pada kedua pria beda usia itu,ia juga segera membawa ke 3 cucunya itu kedapur untuk makan siang bersama dan ia juga mengabaikan kedua pria beda usia itu.


"Mau kemana lagi kali ini?" tanya Hendri dengan nada dan wajah kesalnya,sambil memperhatikan pakaian putranya yang begitu rapi tapi bukan untuk kekantor.


"Kami akan berlibur ke Bali selama seminggu,Dad" jawab Hery dengan wajah tersenyum tidak bersalahnya,sambil menatap punggung Mommy angkatnya yang sedang membawa ke 3 anak kembarnya kearah dapur sana,untung saja ke 3 anak kembarnya tidak begitu rewel dan sangat suka didekati oleh Mommy angkatnya itu.


"Dasar,apakah kalian begitu senang dalam menyusahkan kami,hah?" tanya Daddy dengan nada dan wajah sekesal-kesalnya,ntah sudah berapa kali dalam 1 tahun ini,putranya ini selalu saja menitip ke 3 cucu kembarnya itu pada mereka berdua.


Lalu putra dan menantunya itu akan pergi berlibur dan sebagainya,meninggalkan mereka dengan kehebohan nakal ke 3 cucu kembarnya itu,hingga berhasil membuat waktu-waktu emasnya bersama istrinya itu terus saja berkurang begitu saja.

__ADS_1


"Dad,kalau begitu aku akan pergi dulu, sampaikan pada Mommy nanti,waktu kami sudah akan sampai" ucap Hery dengan wajah tersenyum tidak berdayanya saat ia melihat wajah kesal Daddynya sedari tadi.


__ADS_2