
Kalimat panjang lebarnya Willy barusanpun berhasil membuat pria tersebut berusaha keras untuk mengingat-ngingat nama yang terdengar tidak asing ditelinganya itu,hingga akhirnya ia mulai menebak-nebak dalam diam dengan ekspresi wajah pucatnya.
"Dan jangan suka mengatain orang idi*t sebelum bercermin terlebih dahulu,lihat baik-baik seperti apa dirimu sendiri terlebih dahulu,baru kamu boleh mengatain orang.Dan satu lagi,karena kamu telah berani menganggu putrinya sahabatku,maka urusan ini telah menjadi urusanku" lanjut Willy lagi,ia bisa melihat kalau musuhnya ini terlalu gegabah untuk melakukan hal-hal seperti ini,mungkin saja pria yang ada didepannya ini terlalu percaya diri sampai ingin melawan sahabatnya Hendri.
"Bawa dia kemarkasnya kita,dan jangan sampai terlepas" lanjut Willy dengan perintah tegasnya, lalu ia berbalik badan dan berjalan pergi dari sana.
"Baik,Tuan" jawab kedua bawahannya tersebut dengan cepat,mereka bahkan merasa begitu heran dengan sikap Tuan mereka yang tiba-tiba saja begitu cerewet pada hari ini,tidak seperti biasanya tapi nyatanya mereka tidak diizinkan untuk mengeluh ataupun bertanya selain menjalankan perintah saja.
"Apakah kamu berniat ingin bermalam disini saja,malam ini?" tanya Willy dengan nada kesalnya tanpa menghentikan langkah lebarnya, saat ia bisa merasakan kalau Ellin masih tetap berdiri diam dibelakangnya sana.
"Hah! Pa,paman,tunggu aku" panggil Ellin dengan wajah takutnya kembali sambil mengejar langkah lebarnya Willy,ternyata ia kembali terpesona dengan wajah tampannya Willy tersebut.
Apa lagi saat ia melihat cara bicaranya Willy sedari tadi,terlihat begitu tegas dan berhasil membuat ketampanan diwajahnya menjadi semakin meningkat dimatanya.
Sedangkan Willy,ia hanya kembali menggeleng-gelengkan pelan kepalanya dengan ekspresi heran diwajah tampannya,kenapa sahabatnya sampai bisa mendapatkan anak angkat yang lamban seperti ini.
"Paman,apakah kamu tidak bisa berjalan lebih pelan sedikit?" tanya Ellin lagi,dengan nada dan wajah memberengut kesalnya sambil merangkul lengannya Willy dan juga berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan langkah cepatnya Willy dengan susah payah.
Sedangkan Willy,ia hanya melirik sekilas kearah lengannya yang sedang dipegang oleh Ellin tapi ia tidak berniat ingin menegur ataupun melambatkan langkahnya sedikitpun.
__ADS_1
Untung saja Ellin adalah putri sahabatnya,jadi ia tidak ingin terlalu memperhitungkannya,walau bagaimana kesalpun ia tetap harus menghargai sahabat liciknya itu.
Sedangkan dibelakangnya mereka,kedua bawahannya yang sedang menyeret sang pelaku, mereka berduapun terus saja tersenyum heran dan sekaligus senang.
Karena baru kali ini pertama kalinya mereka melihat Tuan mereka berjalan bersama seorang wanita,bahkan wanita tersebut berani menggandeng lengan Tuannya mereka tapi Tuan mereka hanya membiarkan saja,terlebih lagi hal tersebut memang tidak pernah terjadi selama mereka mengikuti Tuan mereka.
Belum lagi dengan pelukan yang diberikan Nona Muda Ellin pada Tuan mereka tadi,biasanya wanita tersebut pasti akan mendapatkan sebuah tamparan atau setidaknya sebuah bentakan marah,tapi kali ini tidak terjadi begitu terhadap Nona Muda Ellin.
Walaupun mereka tahu kalau hal tersebut mungkin saja pengaruh dari Tuan Hendri,tapi permandangan seperti ini sangat menyenangkan untuk mereka lihat karena memang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.Menurut mereka,Nona Muda Ellin adalah wanita pertama yang beruntunģ,yang telah berhasil berdekatan dengan Tuan mereka dengan jarak sedekat ini dalam waktu yang sesingkat ini.
Diluar markas...
"Dimana Tuan kalian?" tanya Hendri yang baru saja sampai,langsung bertanya dengan nada marah kesalnya.
Sedari beberapa jam yang lalu,ia tidak mendapat kabar apapun dari sahabat baiknya itu,lalu ia baru mengetahui tentang penculikan yang telah terjadi terhadap putrinya Ellin setelah 30 menit penculikan tersebut terjadi,hingga berhasil membuat darahnya naik turun selama ia dalam perjalanan kesini tadi.
Apa lagi tidak ada yang ingin mengangkat telepon darinya,dan bahkan ia hanya sekali menelepon,dan setelah itu no HPnya kedua majikan dan asistennya ini tidak bisa ia hubungi lagi.
Hingga iapun segera mencari seorang Hacker miliknya pribadi,dan akhirnya iapun berhasil menemukan lokasi putrinya dalam beberapa menit saja,melalui pelacakan CCTV dan keahlian lain milik Hackernya itu.
__ADS_1
"Tuan,Tu,,," Bern yang memang sudah berada diluar markas sedari beberapa menit yang lalu tadi,iapun langsung menjawab dengan wajah bersalahnya tapi malah terdengar suara tegas dari belakangnya sebelum ia sempat menyelesaikan jawabannya.
"Aku disini" jawab Willy dari belakang sana,tanpa menghentikan langkahnya dan mendekat kearah sahabatnya berada.
Bern yang mendengar suara tegas dari Tuannya itupun langsung menyingkir dari pandangannya Hendri kesamping dengan cepat,hingga Hendri bisa melihat Willy yang sedang berjalan mendekat kearahnya bersama putrinya Ellin.
"Nak,apakah kamu baik-baik saja?" tanya Hendri dengan nada dan wajah khawatirnya sambil berjalan maju beberapa langkah,rasa marahnya tadipun sedikit mengurang saat ia melihat Ellin yang telah keluar dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku baik-baik saja,Dad.Untung saja ada paman Willy,jika tidak,ntah apa yang akan terjadi padaku tadi" jawab Ellin dengan nada dan wajah tersenyum leganya tapi masih menyisakan rasa takut dibalik senyumannya tersebut,kedua tanganya bahkan masih belum melepaskan lengannya Willy tanpa ia sadari.
'Cih...' Hendri hanya mampu berdecih kesal didalam hatinya sambil tersenyum paksa dan juga melirik kesal sekilas kearah Willy yang tidak merasa bersalah sama sekali,saat ia mendengar perkataannya Ellin barusan.
Ia bisa menebak kalau Willy pasti sengaja membiarkan Ellin tertangkap oleh pihak musuh,tadi saat ia melihat cara kerjanya Willy dari semua CCTV saja,ia sudah bisa tahu jelas apa maksudnya Willy.
"Apakah kamu sudah bisa melepaskan tanganku sekarang?" tanya Willy dengan nada kesalnya tapi wajahnya tetap datar,sambil menghentikan langkahnya tepat dihadapannya Hendri.
"Bisa,paman.Dasar menyebalkan...." jawab Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesalnya sambil melepaskan lengannya Willy,ia juga bergumam kesal diakhir kalimatnya dengan nada pelannya,lalu ia segera berjalan mendekat kesampingnya Daddy.
Padahal sedari tadi ia memeluk lengannya Willy, karena rasa takutnya saja,apa lagi saat ia melewati mayat-mayat yang tergeletak disepanjang jalan mereka berjalan keluar dari dalam sana tadi.
__ADS_1
"Lain kali,jangan terlalu mudah ditipu,terutama oleh orang-orang yang baru saja kamu kenal. Jika ingin menjadi seorang CEO,harus bisa lebih bijak dalam bersikap dan bergaul,harus selalu teliti dan waspada terhadap setiap orang yang berada didekat kita,tidak semua orang bisa kita percayai.Apa lagi,jika sudah berkaitan dengan uang" peringat Willy dengan nada tegasnya tapi ekspresi wajah datarnya malah terlihat jelas oleh Hendry kalau dirinya sedang merasa kesal sedari tadi,bahkan tatapan kesalnya tertuju kearah Ellin.