Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Draft


__ADS_3

"Lain kali jika kamu masih juga ingin membahayakan dirimu sendiri dan bersikeras ingin keluar sesuka hatimu saja,saat itu tiba,aku bukan hanya akan membatalkan perjanjianku bersama Daddynya kalian saja tapi aku juga akan menarik semua bawahanku yang ada disini" sela Willy dengan nada cepat dan wajah tegasnya tapi malah terdengar seperti sebuah ancaman ditelinganya Ellin,dan yang lebih parahnya nada bicaranya Willy terdengar tidak mau dibantah sedikitpun.


"Tidak masalah,aku akan menyuruh Daddy untuk mencari yang lainnya saja,bodyguard yang lebih hebat dari paman pasti masih banyak diluar sana" ucap Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesalnya sambil bersedekap dada.


Ia merasa sangat kesal karena pria tegap disampingnya ini terus saja menyelanya sedari ia mulai berbicara tadi,dan sekarang malah mengancam dirinya. Memangnya siapa dirinya, sampai ia yang harus mendengarkan peraturan darinya.


Sedangkan Willy,perhatiannya yang sedari tadi hanya terus fokus kedepan itupun langsung beralih menatap kearah Ellin,lalu ia kembali mengalihkan tatapannya kedepan sambil menghela napas kesal dengan panjang.


"Cari saja,jika kamu mau dan juga jika Daddymu mau menggantikan diriku,aku pasti akan sangat berterima kasih padamu dan juga akan dengan senang hati menghilang dari hadapan kalian secepatnya" ucap Willy dengan nada dan wajah santainya.


"Tapi sepertinya aku harus memberitahumu tentang 1 hal terlebih dahulu,kalau bagi Daddymu,tidak akan ada orang yang mampu yang menjadi lebih baik dariku diluar sana" lanjut Willy dengan nada penuh percaya dirinya dan menatap malas sekilas kearah Ellin dan ia juga mengabaikan tatapan kesalnya Ellin yang terus tertuju padanya saat ini.


Jika bukan karena ancaman dari sahabat baiknya itu,ia pasti tidak akan berada disini sekarang dan berdebat dengan wanita,ia pasti sedang menikmati hari-hari bebasnya dan pastinya hari-hari menyenangkan disana.


Jadi,jika Ellin mampu merubah keputusan konyol Daddynya itu,ia pasti akan benar-benar sangat berterima kasih kepada Ellin sebelum ia pergi jauh dari kota ini.


"Paman,sebenarnya apa masalahmu,hah? Bukankah paman hanya ditugaskan untuk menjaga keamananku saja,kenapa paman malah jadi suka sekali mengurusi masalah pribadiku?" tanya Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesal yang semakin melebar saja, setelah ia menatap kesal kearah Willy selama beberapa detik,lalu ia menatap lurus kedepan kembali karena merasa takut dengan tatapan tajamnya Willy tersebut.

__ADS_1


Willy yang mulai tidak mampu menahan rasa kesalnya terhadap tingkah menyebalkannya Ellin tersebut,iapun langsung menghentikan mobilnya secara mendadak,hingga...


"Aughk,,,paman,apa kamu sudah tidak waras? Atau apakah kamu ingin membunuhku sekarang?" tanya Ellin dengan nada dan wajah yang sekesal-kesalnya sambil mengelus-elus pelan keningnya yang terasa sakit,akibat dari baru saja terbentur oleh dashboardnya mobil, karena rem mendadaknya Willy tersebut.


"Aku tidak memiliki masalah apapun terhadap kamu,tapi bisakah kamu berpikir lebih jernih,hm? Mana ada wanita baik-baik yang suka pergi ke Club malam dengan pakaian terbuka yang seperti ini? Dan lagi pula alasanmu itu tidak masuk akal bagiku,bukankah kamu hanya perlu membayar mereka saja,tanpa perlu kamu harus ikut bersama mereka?" tanya Willy dengan nada kesalnya dan juga panjang lebar sambil menatap tajam kearah Ellin.


Padahal ia hampir tidak pernah berbicara panjang lebar seperti ini selama hidupnya, belakangan ini,kecuali,terhadap Hendri sahabat baiknya itu.


Apa lagi terhadap wanita karena ia paling membenci wanita,tapi kali ini ia malah harus berbicara panjang lebar tanpa ia sadari,tapi tentu saja ia merasa kalau Ellin terlihat begitu menyebalkan diantara wanita-wanita yang pernah ia temui sebelum-sebelumnya.


Tapi ntah kenapa perasaannya malah merasa bersalah saat ia melihat keningnya Ellin yang telah sedikit memerah karena benturan tersebut, tapi namanya bukan Willy,jika ia tidak mampu tetap mempertahankan wajah tegasnya dan menyembunyikan rasa bersalahnya tersebut.


Hanya saja saat ia melihat tingkah malunya Ellin tersebut,lagi-lagi ntah kenapa ia malah terasa sedikit terhibur karena terlihat agak menggemaskan dimata tajamnya,tapi ia masih saja mampu menyembunyikan rasa terhiburnya tersebut sekaligus.


"Ta,tapi,,," Ellin malah merasa kebingungan mau menjawab apa sekarang,saat ia merasa kalau kalimat panjang lebarnya Willy barusan memang terdengar ada benarnya juga,sambil menarik pelan kebawah, bawahan atau ujung dressnya yang tadinya memang hanya sebatas atas lutut saja.


Bahkan wajah cantik memberengutnya tadi mulai memerah karena merasa malu dengan pakaian terbukanya tersebut,ia juga baru tersadar kalau ia telah berada 1 mobil dengan Willy sedari tadi.

__ADS_1


Dan yang lebih parahnya lagi,ia hanya berdua saja bersama Willy didalam mobil tersebut,tapi akhirnya ia hanya mampu menampilkan wajah malunya saja.


Padahal tadinya ia nekad kesana bersama para karyawannya,karena ia berpikir ada bagusnya juga ia menikmati angin malam dan ia juga dapat sekalian menghilangkan rasa bosannya dan sekalian mengusir rasa sakitnya yang kembali kambuh karena tadi sore ia malah kembali mengingat tentang perselingkuhan mantannya pada malam itu.


Lalu ia berpikir kalau urusannya sudah selesai,ia akan pulang dengan supirnya tapi ia benar-benar tidak menyangka kalau tadi ia akan bertemu dengan kedua mantannya yang tidak tahu malu itu.


Dan tentang pakaian terbukanya ini,ia hanya ingin mencoba untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dan terbiasa dengan penampilan barunya ini,dari pada dibandingkan dengan dirinya yang berpenampilan tomboy dulu.


Rasanya tidak akan sesuai dengan kehidupan barunya sekarang,apa lagi Daddy barunya juga sudah memperingati dirinya untuk tidak boleh berpakaian tomboy lagi.


"Tapi apa? Apa kamu masih ingin mencari alasan lagi,hm?" tanya Willy dengan nada kesal yang sudah sedikit mengurang,saat ia melihat Ellin yang malah jadi kebingungan.


"Tapi paman,bukannya tadi itu sudah ada bawahannya paman yang sedang menjagaku, makanya aku bisa merasa agak tenang dan tidak takut kalau akan terjadi apa-apa terhadap aku" jawab Ellin dengan nada kesal yang telah bercampur dengan sisa malunya,dan tangan yang masih berada diujung dressnya.


"Tapi kenapa paman malah tiba-tiba datang kesini dan melukai mereka,padahal kan, bawahannya paman juga sanggup mengurusnya untukku..." lanjut Ellin dengan nada dan wajah memberengut kesalnya kembali.


Ia merasa kalau Willy sedikit berlebihan terhadapnya pada malam ini,dan ia sangat tidak suka jika dirinya harus diatur sampai seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2