Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.15


__ADS_3

"Jangan suka berharap tentang hal yang tidak akan pernah terjadi,saudaraku" ucap Willy dengan nada yakin dan wajah tersenyum kesalnya,sambil menepuk-nepuk pelan pundaknya Hendri.


Setelah selesai bicara,ia langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam dengan pintu mobil yang juga tertutup kembali.


"Tok tok tok..." terdengar suara ketukan pintu mobil yang dilakukan oleh Hendri dari luar pintu mobilnya.


"Kamu juga jangan terlalu yakin terhadap hal yang belum terjadi,apa lagi terhadap hal yang mungkin saja aķan terjadi" ucap Hendry dengan nada santainya,saat ia melihat Willy yang baru saja membuka jendela mobilnya dan sedang duduk santai didalam mobilnya.


"Ingat,jangan lupa kirimkan semua data tentang keluarga Rajaksa.Dan satu lagi,periksa orang-orang yang telah bersama Ellin selama 1 minggu ini" ucap Willy dengan nada santainya kembali dan mengabaikan perkataannya Hendri barusan,sambil menutup jendela mobilnya kembali.


Supir yang memang bisa langsung mengerti itupun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang setelah jendela tersebut baru saja tertutup rapat,tanpa diperintah dari Tuannya lagi.

__ADS_1


"Ternyata dia juga membawa Asistennya kesini" gumam Hendri dengan gumaman pelannya, sambil terus menatap punggung mobil yang telah ia berikan untuk Willy tadi hingga sudah menghilang.


Ia sudah tahu tanpa bertanya lagi kalau supir tersebut sudah pasti,sudah berganti dari bawahannya menjadi Asisten pribadinya Willy sedari 20 menit yang lalu,jika tidak,mobil tidak akan melaju sebelum Tuannya bersuara.


Dan yang ia tahu,Asisten tersebut adalah mantan tentara yang memang sudah terlatih,keluar karena diminta oleh Willy dari majikannya sendiri.


Iapun tersenyum puas saat ia memikirkan ternyata Willy memang telah membawa orang-orang terlatihnya bersamanya,jadi iapun tidak perlu begitu sibuk atau khawatir tentang kedua putri kembarnya mereka itu lagi kedepannya karena sudah ada Willy yang akan menjaga mereka dengan baik.


"Mudah-mudahan saja kalian berdua memang berjodoh dan ditakdirkan akan bersama" Hendri mendoakan Willy dengan hati yang tulus,penuh harap dan wajah yang tersenyum senang.


Didalam mobil...

__ADS_1


"****,, kenapa aku malah memikirkan dia? Dan apa yang sedang aku pikirkan?" Willy tiba-tiba saja mengumpat kesal dengan nada pelannya sambil menggeleng-gelengkan pelan kepalanya untuk mengusir bayangan-bayangan indah tersebut,karena bayangan-bayangan tubuhnya Ellin yang indah pada malam itu malah melintas dibenaknya secara tiba-tiba,padahal ia hanya menatap lurus kedepan saja sedari mobil melaju tadi.


"Apakah Tuan memerlukan sesuatu?" Asistennya yang memang terus memperhatikan Tuannya sedari tadi itupun merasa bingung,dan mencoba untuk bertanya.


"Tidak" jawab Willy dengan nada kesal dan cepatnya, sambil menetralkan rasa kesalnya barusan dan juga mengusap pelan wajah tampannya.


"Tuan,kita akan kemana sekarang?" tanya Asistennya dengan nada bingungnya setelah ia selesai memerhatikan perubahan ekspresi wajah Tuannya selama beberapa detik dengan tatapan herannya,karena tugas yang akan mereka lakukan ada didua tempat sekarang.


Willy terlihat sedang berpikir selama beberapa menit...


"Mereka sedang menargetkan siapa pada saat ini?" tanya Willy dengan nada tegasnya,sambil menatap lurus kembali.

__ADS_1


"Mereka sedang menargetkan Nona Muda Ellin,Tuan.Dirumah sakit tempat Nona Muda Ellia,tidak terlihat ada satupun mata-mata ataupun orang mereka yang sedang menyamar menjadi bagian dari rumah sakitnya Tuan Hendri.Sedangkan untuk Nona Muda Ellin,sudah ada 5 orang yang sedang menyamar menjadi karyawan didalam perusahaan tempatnya Nona Muda Ellin berkerja sekarang,Tuan" jawab Bern sang Asisten dengan nada dan wajah seriusnya, sambil terus fokus kejalan.


Willy tersenyum puas didalam hatinya,tidak sia-sia ia membawa Bern bersamanya,jadi ia tidak perlu terlalu repot untuk mengurus hal-hal yang sangat jarang untuk ia tangani tersebut.


__ADS_2