Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab. 7


__ADS_3

Setelah selesai bicara,iapun segera berjalan pergi dengan langkah cepatnya,jika tidak,ia takut kalau Daddynya akan mencegahnya dengan berbagai alasan nanti,bisa-bisa liburan bersama istri tercintanya nanti akan batal.


"Bocah ini benar-benar..." Hendri hanya mampu menatap kesal kearah punggung lebarnya Hery yang sudah menghilang dari pandangannya dalam beberapa kedipan matanya saja,iapun kemudian menghela napas pelan dengan panjang untuk meredakan perasaan kesalnya.


Setiap kali mau pergi berlibur,putra bersama menantunya itu pasti akan melemparkan ke 3 boneka hidup itu kepada mereka berdua dan menyita waktu mereka hingga tidak bisa bermesra lama-lama,bahkan hampir 12 kali perminggu dalam 1 tahun.


Tapi saat tatapan kesalnya tertuju kearah ke 3 cucu kembarnya yang ada didapur sana,pipi tembemnya mereka dan suara ciri khas anak-anaknya mereka yang begitu menggemaskan,iapun memijit pelan pangkal hidungnya selama beberapa detik.


Setelah perasaan kesalnya sudah mulai mengurang,iapun berbalik badan dan berjalan kearah dapur dimana keberadaan istri tercintanya berserta ke 3 cucu kembarnya,wajah datar kesalnya tadipun sudah berubah menjadi tersenyum lembut karena ia tidak mungkin menampakkan wajah kesalnya dihadapan istri dan ke 3 cucunya tanpa alasan.


"Apakah Hery dan Ashley ingin pergi berlibur lagi?" tanya Angel dengan nada lembutnya, sambil menyuapin cucu perempuannya, sedangkan yang 2 cucu prianya,disuapin oleh 2 orang baby sister yang dibawa oleh Hery tadi.


"Hm..." jawab Hendri dengan nada malasnya sambil duduk disamping istrinya,ia tahu jelas kalau istrinya tidak pernah mempermasalahkannya,bahkan merasa sangat senang karena bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk bermain bersama ke 3 cucu kembarnya ini.


"Lihatlah cucu-cucu kita ini,masih kecil tapi sudah setampan dan secantik ini.Aku rasa jika sudah besar nanti,mereka ber 3 pasti lebih bersinar dan mempesona dari pada kalian berdua..." ucap Angel dengan nada dan wajah tersenyum senang gemesnya,dan mengabaikan nada dan wajah malas suaminya yang ia tahu apa penyebabnya itu.


Tatapan malasnya Hendripun perlahan-lahan berubah menjadi senang saat tatapannya beralih kearah ke 3 cucu kembarnya yang sedang makan tidak menentu itu,hingga wajah berisi comelnya mereka sedikit belepotan,hingga terlihat begitu menggemaskan dimatanya semua orang.


"Apa yang kamu katakan memang benar,sayang..." ucap Hendri dengan nada santai dan wajah tersenyum senangnya,karena memang benar adanya,mereka ber 3 memang sangat tampan dan cantik.

__ADS_1


Bibit-bibit pewarisnya ini memang begitu mewarisi wajah tampannya dan juga putranya,dan hanya sedikit mengikuti Mommynya saja.


"Dimana kedua putri kembarnya kita,hm? Kenapa tidak terlihat ada dimanapun? Apa mereka berdua masih belum pulang?" lanjut Hendri dengan nada penasarannya,sambil memakan makan siangnya yang telah disiapkan oleh Angel barusan.


"Mereka bilang masih ada kegiatan yang lain,yang harus dikerjakan dirumah sakit dan perusahaan,jadi mereka akan pulang disore hari dan makan siang diluar saja" jawab Angel dengan wajah tersenyum senangnya, sudah seminggu ini kedua putri kembarnya kembali tinggal bersamanya,ia merasa sangat senang dengan hal tersebut dan untungnya suaminya tidak mempermasalahkannya sedikitpun.


Hendri hanya menanggapinya dengan anggukan-anggukan pelan saja,ternyata kedua putri angkatnya itu termasuk wanita yang perkerja keras juga,begitu juga bagus,lalu ia dan istrinya pun lanjut bermain bersama ke 3 cucu kembarnya setelah mereka selesai makan siang.


Keesokan paginya...


Jam masih begitu pagi,masih jam 6 lewat 15 menit tapi seorang pria berbadan kekar sudah berdiri dibalkon Apartemen minimalisnya yang berada dilantai 2 itu,ia baru saja keluar dari kamar mandi,dengan kedua tangan yang ia rentangkan dipagar pembatas balkonnya.


Jadi karena penghuni Apartemen tersebut memang lumayan banyak,permandangan indah tersebutpun berhasil membuat para wanita yang berlalu lalang dibawah sana terus saja memperhatikan dirinya dengan penuh ketertarikan didalam mata mereka masing-masing.


Ntah sudah berapa banyak kalimat pujian yang telah terucap dari mulut-mulutnya para wanita untuk Willy,sedari 10 menit yang lalu.


"Ternyata permandangan kota yang ada disini tidak buruk juga,mudah-mudahan aku bisa terbiasa untuk beberapa tahun kedepannya" gumam Willy dengan nada pelannya sambil mengambil dan mengeluarkan sebatang rokok miliknya yang ia letakkan diatas meja yang ada disana tadi,lalu iapun membakar dan menghisapnya dengan perlahan-lahan,kembali keposisinya tadi dan mengabaikan tatapan-tatapan mendamba yang sudah biasa ia lihat itu.


Gepulan asap dari rokok yang baru saja keluar pelan dari bibir tipisnya itupun semakin menambahkan pesonanya berkali-kali lipat sebagai seorang pria yang sudah berumur 36 tahun itu,ia terlihat begitu men*km*ti cuaca cerah pagi hari yang ada dikota ini untuk kebeberapa kalinya,setelah 1 tahun yang lalu ia datang untuk menjaga keselamatannya Hery dan istrinya.

__ADS_1


Ia berpikir kalau dirinya tidak akan pernah kembali kesini lagi karena dirinya memang tidak suka kembali kekota yang penuh dengan masa lalunya yang menyedihkan ini,tapi sekarang ia kembali lagi,dan ia lebih tidak menyangka kalau ia kembali kali ini karena harus menjaga keselamatannya 2 orang wanita kembar.


Yang benar saja,hanya sahabat liciknya itu yang mampu mengaturnya sampai dirinya tidak berdaya seperti ini.


"Tok tok tok..." terdengar suara ketukan pintu dari luar,Willy melirik sekilas,lalu segera berjalan kearah pintu sana setelah ia sudah mematikan sisa rokoknya dan melemparkannya ke tong sampah yang ada dikamar Apartemennya.


"Ceklek..." Willypun membuka pintu kamar Apartemennya,setelah ia sudah mendekat.


"Tuan,apa Tuan ingin sarapan? Didekat sini ada beberapa Cafe yang telah menyediakan sarapan pagi" tanya salah satu pengawal yang telah mengetuk pintu tadi,ia bertanya sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.


Ia bahkan merasa merinding saat ekor matanya bisa melirik sekilas kearah dada kekarnya Tuan Willy yang baru pernah beberapa kali ia lihat ini,ia yakin kalau dada kekar miliknya Tuan Willy pasti lebih keras dari pada miliknya dan yang lainnya.


"Aku akan memakai pakaianku terlebih dahulu" jawab Willy dengan nada dan wajah tegasnya, lalu ia kembali menutup pintu dan memakai pakaiannya dengan sepasang celana jeans hitam dan kemeja putih yang berlengan panjang.


"Baik,Tuan..." walaupun ia tahu kalau Willy tidak bisa mendengarnya,tapi pengawal tersebut tetap menjawabnya dengan penuh hormat


20 menit kemudian...


Terlihat Willy yang sedang melangkah tegas,berjalan keluar dari dalam Apartemennya bersama yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2