Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab. 12


__ADS_3

Willy langsung menghela napas malas saat ia melihat Hendri yang sengaja berbicara banyak padanya,bukannya ini intinya,kenapa tadi malah berbicara panjang lebar.


"Sepertinya kamu harus memeriksa mereka, setelah ini" ucap Willy sambil menatap malas kearah Hendry.


"Iya,kamu memang benar" ucap Hendri dengan ekspresi wajah cueknya.


"Apakah mereka itu berbahaya? Bagaimana kalau akan terjadi sesuatu pada Ellia dan Ellin nanti? Bagaimana kalau kita suruh mereka kembali ke Spanyol saja?" tanya Angel dengan nada dan wajah khawatirnya,ia belum pernah mengalami hal yang seperti ini selama ini,jadi rasa takutnya menjadi berlebihan seperti ini.


"Sayang,kamu tenang saja.Bukankah sudah ada Willy yang akan melindungi mereka,apakah kamu tidak mempercayai atau sedang meragukan kemampuannya Willy sekarang,hm?" jawab Hendry dengan nada tenangnya,tapi pernyataannya selalu saja mengejek Willy.


"Tidak,tentu saja aku mempercayai Willy.Hanya saja,aku takut kalau mereka itu lebih berbahaya dari pada kita" ucap Angel dengan jujur,sambil tersenyum kesal kearah suaminya,kenapa malah menyeretnya bersama.


"Kenapa aku merasa,malah kamu yang sedang meragukan kemampuanku sekarang?" tanya Willy dengan nada kesalnya,sambil menyesap sedikit teh yang telah disediakan untuknya tadi.

__ADS_1


"Bukankah aku yang seharusnya meragukan kemampuanmu sekarang? Jika aku tidak melihatnya tadi,mungkin ntah perlu berapa hari lagi kamu akan mengetahuinya" lanjut Willy dengan ekspresi bangga diwajah tampannya, sambil berdiri dari duduknya.


Ia merasa heran dengan sikap tidak tahu malu sahabatnya ini,barusan sudah kalah tapi masih saja ingin mengejeknya,semakin tua malah semakin seperti anak kecil saja.


"Cih,,," Hendri hanya mampu berdecih kesal saja,ia tidak bisa berkata-kata lagi karena kenyataan yang barusan terlihat itu.


"Kakak ipar,kamu tenang saja.Aku tidak akan memintamu untuk mempercayaiku tapi aku berjanji padamu kalau aku akan melindungi kedua putri kalian dengan semua kemampuanku,itu janjiku pada kalian berdua. Kalau begitu,aku akan pergi terlebih dahulu" lanjut Willy dengan nada dan wajah seriusnya, lalu ia berbalik badan dan berjalan keluar dari sana.


Jika bukan karena Angel adalah istri sahabatnya,ia tidak akan mungkin ingin berbicara panjang lebar seperti barusan,untuk mengusir rasa khawatirnya Angel tadi.


"Kamu tunggu disini saja ya,aku akan mengantarnya keluar,ada beberapa hal yang masih ingin aku bicarakan dengannya.Cup..." ucap Hendry dengan buru-buru dan juga memberi kecupan singkat dipipinya Angel,lalu iapun segera mengejar langkah lebarnya Willy.


"Benar-benar..." Angel hanya mampu menggeleng-gelengkan pelan kepalanya dengan wajah yang heran,karena sikap lucu suaminya barusan.

__ADS_1


Kemudian ia tersenyum lega,saat ia mengingat perkataan panjang lebarnya Willy padanya tadi. Walaupun Willy terlihat dingin dan cuek,tapi ternyata Willy juga memiliki sisi ramahnya juga,dan bahkan ingin memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.


"Jangan lupa untuk memeriksa keluarganya Rajaksa yang kamu katakan tadi,setelah itu kirimkan semua data lengkapnya padaku nanti malam juga" ucap Willy dengan nada santainya saat ia merasakan Hendri yang sudah berada disampingnya,tanpa menghentikan langkah lebarnya tersebut.


"Baiklah.Bagaimana caramu menjaga kedua putriku nanti?" jawab Hendry sambil menetralkan napas lelahnya karena sedikit berlari barusan,dan masih sempat-sempatnya ia bertanya basa-basi dengan Willy.


"Kamu masih bertanya padaku? Dasar..." tanya Willy balik dengan nada kesal dan wajah kesalnya,sambil menatap kesal sekilas kearah Hendry yang sedang berjalan disampingnya.


Menyuruhnya untuk menjaga 2 orang,2 tempat dan 2 waktu sekaligus,dan sekarang masih bertanya tentang bagaimana caranya padanya, benar-benar sahabatnya yang sangat baik.


"Aku kan hanya bertanya saja,kenapa hari ini kamu suka marah-marah?" tanya Hendry balik, sudah lama ia tidak membuat sahabatnya ini kesal.


"Rasanya,aku ingin sekali memutuskan tali persahabatan kita sekarang juga" ucap Willy dengan nada kesalnya,lalu ia berhenti melangkah dan bersandar dipintu mobilnya karena mereka sudah berjalan hingga kemobilnya.

__ADS_1


__ADS_2