
"****..." Willypun langsung mengumpat kesal dengan gumaman pelannya,setelah ia sudah berhasil berdiri dan juga melepaskan pelan rangkulan lehernya dari kedua tangannya Ellin tersebut karena ia baru saja tersadar dari bayangan-bayangan indah yang terus saja berputar-putar dikepalanya sedari bibir mereka berdua menyatu tadi.
Hampir saja ia berniat ingin menerkam bibir kenyalnya Ellin jika saja barusan ia tidak berhasil menahan diri dan juga menyadarkan diri,ntah kenapa rasanya ia mulai merasakan candu dengan bibir dan bahkan tubuhnya Ellin yang hanya pernah ia lihat jelas sekali pada malam itu saja tapi untungnya ia masih mampu mengontrol dirinya sedari tadi.
'Sepertinya aku memang harus jauh-jauh dari wanita menyebalkan ini,jika tidak,aku pasti akan mendapatkan lebih banyak masalah lagi untuk kedepannya nanti,dari pada yang sekarang' lanjut Willy dengan perasaan kesalnya,sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh seķsinya Ellin.
"Jika bukan karena kamu adalah putrinya sahabat baikku,tadi aku pasti akan membuangmu kelaut saja" gumam Willy dengan nada pelannya dan wajah kesalnya,sambil menghela napas pelan dan juga menggeleng-gelengkan pelan kepalanya saat ia melihat Ellin yang sedang tidur begitu lelap hingga tidak terpengaruh terhadap apapun.
Mungkin ia masih bisa menahannya untuk sekarang tapi ia tidak mampu menjaminnya untuk nanti-nanti,apa lagi jika sampai ia harus berhadapan dengan Ellin setiap hari atau mungkin harus tiap jam dan tiap menit,bisa-bisa ia akan terjebak dengan perkataan sombongnya sendiri nantinya.
"****..." Willy kembali mengumpat kesal saat tatapan matanya berhenti ditubuhnya Ellin yang sudah tertutup selimut itu,tapi malah membuat bayang-bayangan tubuh polosnya Ellin yang kembali melintas dibenaknya hingga membuat dirinya kembali merasakan kesal.
Willypun kemudian segera berjalan keluar dari sana dengan langkah lebar dan wajah kesalnya, dan ia juga tidak lupa menutupi pintu kamarnya Ellin.
Lalu iapun juga segera melajukan mobilnya ke Apartemennya untuk beristirahat,ia bahkan mau tidak mau harus melupakan niat awal dirinya keluar dari Apartemennya tadi.
Dan yang lebih parahnya lagi,setelah ia sampai di Apartemennya,Willy malah menjadi kesulitan untuk tidur hingga sekitar jam 3 dini hari.
__ADS_1
Sebulan kemudian...
Dijam 10 malam dijalanan yang terlihat begitu sepi dan gelap,tapi malah terjadi sebuah penyerangan tiba-tiba yang menimpa seorang pemuda tampan yang sedang mengemudi santai dijalanan sepi tersebut.
"Dor dor dor dor dor dor,brak,brak..." terdengar suara dari beberapa tembakan yang dilakukan oleh beberapa pria tegap dan sangar terhadap seorang pria muda yang belum mempersiapkan diri itu sama sekali,hingga membuat mobilnya langsung terbalik beberapa kali kearah pembatas jalan tersebut.
"Aghkkkk..." terdengar gumaman sakit dari mulutnya sang pemuda,ia bergumam sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya dan berusaha keluar dari dalam mobilnya yang telah hampir hancur tersebut.
Untung saja dibagian duduknya tadi tidak terlalu kena dampak buruk dari penyerangan barusan, jadi luka pada tubuhnya tidak begitu parah.
"Shitt,,,aughkkk" lanjut sang pemuda dengan nada kesal dan juga mengeluh sakit,sambil memegang sebelah tangan kanannya yang sedikit terluka karena pecahan kaca mobilnya tadi,bahkan keningnya juga terbentur lumayan kuat hingga membuat keningnya mengeluarkan darah dan kepalanya terasa agak pusing saat ini.
"Aku harus segera pergi dari sini sekarang, sebelum mereka sempat menangkapku nanti" lanjut sang pemuda itu lagi,lalu iapun segera berjalan pergi dari sana dengan langkah yang lebar tapi terlihat agak kesulitan,karena sebelah kakinya juga sedikit terluka hingga membuat ia harus berjalan dengan sebelah kaki yang seperti orang pincang.
Walaupun tadi beruntung ia segera mengangkat kedua kakinya keatas,tapi lutut dan betisnya sempat terluka dan memar karena benturan keras pada mobilnya tadi.
"Dimana dia? Kemana dia pergi?" tanya salah satu pria dari 10 penyerang tadi saat ia tidak melihat siapa-siapa yang berada didalam mobil yang hampir hancur tersebut,pria itu terlihat seperti ketua dari beberapa pria yang lainnya.
__ADS_1
Berkat penerangan bulan dimalam hari yang minim,hingga membuat mereka agak kesulitan untuk dapat melihat jelas disekitarnya mereka.
"Dia pasti masih berada disekitar sini,bos" jawab salah satu dari mereka,sambil memerhatikan disekitarnya mereka.
"Iya bos,apa lagi dia sudah terluka parah saat ini,dia tidak mungkin bisa melarikan diri lebih jauh lagi" timpal salah satunya lagi,sambil ikut memerhatikan disekitarnya dan juga mobil yang sudah hampir hancur tersebut.
Dan bisa dipastikan kalau pengemudinya sedang terluka parah saat ini tanpa mereka tahu kalau tadi pria tersebut begitu beruntung,hingga hanya ditempat duduknya saja yang masih utuh dan pria tersebut hanya sedikit terluka dan terkena pecahan-pecahan kaca mobilnya saja.
"Bos,sepertinya ini darah miliknya.Kita bisa mengikuti arah darahnya ini saja,bos" timpal salah satunya lagi,sambil menyenter pinggiran jalanan dengan lampu senter HP miliknya, terlihat arah jalan yang menghubungkan bekas darah tersebut dari mobil hingga kepinggiran jalanan dan menuju kedalam sebuah hutan kecil yang ada dipinggiran jalan tersebut.
"Tunggu apa lagi? Ayo,kalau begitu kita harus segera mengejarnya,jangan sampai ia berhasil melarikan diri" perintah sang ketua dari rombongan tersebut dengan nada marahnya, Tuannya sudah lama mengincar pria itu untuk bisa mengancam target atau salah satu musuh Tuannya karena Tuannya menginginkan salah satu perusahaan besar milik targetnya tersebut.
"Baik,bos" jawab yang lainnya secara serentak, lalu mereka semuapun mulai mencari pria yang mereka incar itu,dengan senter mereka masing-masing dan juga langkah yang agak lambat karena kekurangan pencahayaan.
Sementara didalam hutan kecil tersebut,sang pemuda terus melangkah pergi,untung saja HPnya masih berada didalam saku celananya, jadi ia juga bisa memanfaatkan senter HPnya untuk mencari jalan keluar dari dalam hutan kecil tersebut.
"Aku harus bisa segera keluar dari sini" ucap sang pemuda tersebut dengan nada lemahnya, sambil menahan segala rasa sakit ditubuhnya dan juga memerhatikan disekitarnya yang terlihat begitu gelap.
__ADS_1
"Krak krak krak krak krak..." baru saja pria muda tersebut beristirahat selama beberapa menit, terdengar suara beberapa pasang langkah kaki yang sedang memijak ranting-ranting pohon, tidak jauh dari tempat dirinya bersembunyi.
"Itu pasti mereka,dasar brengsek,,," umpat kesal pria muda tersebut dengan gumaman pelannya, lalu iapun segera berpindah tempat dan mencoba untuk melangkah pergi dari sana dengan langkah pelannya sambil terus menahan segala rasa sakitnya tersebut,bahkan darahnya masih saja mengalir dari kening dan tangannya.