
"Bagus,jahitan-jahitannya masih bagus dan tidak robek,jadi sama sekali tidak perlu diperbaiki lagi" puji Ellia dengan nada tulus dan wajah tersenyum tipisnya,ia sudah terbiasa bersikap ramah pada pasien manapun.
Jadi,bagaimana ia masih merasa kesalpun,ia harus tetap profesional terhadap perkerjaan yang sedang ia jalani sekarang.
'Dasar,seperti aku tidak mampu menjaga diriku sediri saja,ini bahkan hanya luka biasa saja bagiku' batin Mark dengan perasaan kesalnya sambil terus memerhatikan Ellia yang masih sibuk memeriksa lengannya.
Walaupun saat ia bangun tadi,ia harus menggosok gigi dengan tangan kirinya tanpa mengganti pakaian pasiennya karena tangan kanannya yang terluka, tapi ia tidak merasa kesulitan sama sekali.
Ia juga melangkah dengan begitu hati-hati dan hanya menggantungkan lengan terlukanya tanpa menggerakkannya sama sekali,saat ia berjalan-jalan dihalaman rumah sakit tadi.
"Mila,kasihkan cream kembali pada luka yang sudah kering dan juga tukarkan perban ini dengan yang baru" perintah Ellia dengan nada tegasnya sambil berpindah tempat,setelah ia sudah selesai memeriksa keseluruhannya.
"Baik,Dok" jawab Mila dengan cepat sambil berjalan kearah meja kecil yang ada disamping ranjangnya pasien dan meletakkan semangkok bubur ayam panas dan segelas susu hangat disana,lalu ia segera berjalan mendekat kearah lengannya Mark dan melakukan tugasnya itu.
Ia juga diam-diam mencuri pandang kearah wajahnya sang pasien yang sudah sedari tadi malam telah menarik perhatiannya,hanya saja,ia malu ingin terlalu menunjukkan rasa ketertarikannya tersebut.
Sedangkan Mark,ia hanya fokus memerhatikan Ellia.Lagi pula,sikapnya yang memang cuek dan pendiam,jadi ia tidak akan memerhatikan hal-hal kecil yang ada disekitarnya, yang ia anggap tidak penting.
"Apakah kepalamu ada terasa pusing atau mungkin sakit sekarang?" tanya Ellia sambil memegang pelan kepalanya Mark dengan kedua tangannya,supaya ia bisa melihat jelas hasil jahitannya yang ada dikeningnya Mark tadi malam.
"Tidak" jawab Mark dengan nada cepat dan seriusnya,tatapannya yang tegas tersebut masih setia menatap tenang kearah wajahnya Ellia walaupun wajah mereka berdua hampir berdekatan saat ini.
__ADS_1
"Tidak?" tanya Ellia lagi dengan nada bingungnya dan wajah tidak percayanya,sambil mengalihkan tatapannya dari keningnya Mark kewajahnya Mark.
"Tidak,aku tidak merasakan sakit sama sekali" jawab Mark dengan jawaban yang sama,tapi jawabannya sedikit agak panjang.
Beberapa detik kemudian...
"Ehem ehem..." Markpun berdehem pelan saat ia melihat Ellia yang malah terus menatap wajahnya tanpa bergerak sedikitpun sedari beberapa detik yang lalu,bahkan kedua tangannya Ellia masih tetap berada dikedua pipinya,hingga membuat dirinya merasa tidak nyaman tapi nyatanya ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut saja.
"Nona Muda,apakah ada sesuatu diwajahku?" lanjut Mark dengan nada bingungnya dan juga kening yang mengernyit bingung saat ia melihat Ellia yang masih saja setia menatap wajahnya sedari tadi,mana tahu saja benar-benar ada sesuatu diwajahnya,hingga membuat Ellia terus menatap wajahnya sedari tadi.
"Hah! Ti,tidak,tidak ada" jawab Ellia yang baru saja tersadar dari rasa pesonanya terhadap wajah tampannya Mark,sambil mengalihkan tatapannya kearah kening terlukanya Mark kembali dengan gerakan cepatnya.
"Baiklah,semua jahitannya tidak ada yang robek sedikitpun,jadi kamu hanya perlu menjaga makan dan pengobatan luarnya saja, supaya semua jahitannya cepat kering" lanjut Ellia dengan nada cepat dan wajah tegasnya kembali, sambil menjauhkan kedua tangannya dari kedua pipinya Mark,rasanya ia ingin segera menyembunyikan wajahnya kedalam tanah sekarang juga, tapi ia harus melakukan tugasnya sebagai seorang Dokter saat ini.
Sedangkan Mark,ia masih tetap dengan ekspresi bingungnya hingga ia akhirnya tersenyum geli didalam hatinya saat ia mulai menebak mengapa tadi Ellia terus menatap wajahnya sampai tidak mendengar dehemannya tersebut.
Tapi kemudian ia menepis tebakannya tersebut dan memilih untuk melupakan rasa bingungnya tadi,karena berpikir kalau tebakannya barusan mungkin hanya tebakan asalannya saja.
Lagi pula dengan posisinya yang menurutnya begitu rendah dari keluarganya Kusuma tersebut,ia tidak berpikir ataupun berniat ingin menjalin hubungan asmara dengan Ellia ataupun anggota keluarganya Kusuma karena ia merasa tidak pantas untuk menjadi anggota keluarganya Kusuma.
"Baiklah,Asistenku akan merawatmu disini untuk sementara atau beberapa hari ini" lanjut Ellia lagi,karena Mark adalah bawahan Daddynya hingga membuat ia merasa kalau ia memiliki sedikit tanggung jawab untuk keselamatannya Mark.
__ADS_1
"Nona Muda,aku tidak memerlukan semua itu" tolak Mark dengan nada cepat dan wajah seriusnya karena ia benar-benar memang tidak memerlukan semua itu,ia bahkan berniat ingin meninggalkan rumah sakit pada sore ini.
Tadi malam itu karena ia diserang mendadak oleh musuh, hingga membuat dirinya tidak memiliki pilihan lain selain menyetop dan mengikuti mobil yang ternyata pemiliknya adalah Nona Muda barunya.
Padahal biasanya kalau ia sedang mengalami luka yang seperti ini atau bahkan mendapatkan luka yang parah sekalipun,ia telah memiliki peralatan medis dan berserta Dokter pribadi dimarÄ·asnya sana.
Maka dari itu,ia sangat jarang masuk kerumah sakit tapi kali ini ia hanya mampu mengalah dan menurut saja,karena yang ia hadapi adalah putri dari Tuan Besarnya.
Ellia yang ingin berjalan pergi dari hadapannya Markpun langsung menghentikan niatnya dan menatap kearah wajah seriusnya Mark dengan kedua mata menelisiknya.
"Aku tidak perduli,apa kamu memerlukannya atau tidak,tapi aku tetap akan meninggalkan Asistenku untuk merawatmu selama beberapa hari ini" ucap Ellia dengan nada tegas yang terdengar tidak ingin dibantah sedikitpun,hingga membuat Mark mau tidak mau harus menurutinya.
"Lihatlah,tangan kananmu bahkan tidak mampu bergerak sedikitpun.Jadi,mau tidak mau kamu harus membiarkan Asistenku untuk merawatmu untuk sementara waktu hingga tanganmu bisa kembali sehat.Lagi pula,aku juga tidak mau kalau nanti sampai akan ada yang mengatakan kalau rumah Dokter dirumah sakit besar ini telah menelantarkan pasiennya" lanjut Ellia dengan nada seriusnya sambil melirik sekilas kearah lengannya Mark.
"Baik,Nona Muda" jawab Mark dengan nada pelannya karena tidak mau berdebat, terutama,lawannya adalah Nona Mudanya sendiri hingga akhirnya iapun mengalah dan menurutinya saja.
Sedangkan Mila,ia merasa begitu bahagia karena akan bisa berdekatan dengan pasien tersebut tanpa perlu ia memikirkan cara untuk mendekatinya,hingga membuat dirinya terus menahan senyum bahagia didalam hatinya dan ia berpikir untuk memanfaatkan kesempatan emasnya ini dengan baik nanti.
"Baiklah.Kalau begitu,sekarang aku akan pergi karena aku masih memiliki banyak perkerjaan dirumah sakit besar ini" ucap Ellia dengan nada malasnya tapi juga terdengar agak sombong dipendengarannya Mark.
,
__ADS_1