Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.44


__ADS_3

Beberapa menit kemudian...


"Ehem ehem ehem..." dehem Ellia dengan deheman pelannya sambil diam-diam memerhatikan apa saja yang sedang dilakukan oleh Mark,melalui ekor matanya.


Terlihat Mark yang sedang sibuk membungkus lengan terlukanya dengan kain koyakan kemejanya tersebut,tapi ekspresi wajahnya Mark masih saja sama dengan yang sebelumnya, tidak memperdulikan keberadaan dirinya sama sekali.


'Dasar,apakah pria ini memang begitu menyebalkan?' tanya Ellia didalam hatinya, sambil melirik kesal kearah Mark,baru kali ini ia menemui pria yang begitu menyebalkan.


Padahal bisa dikatakan kalau dirinya lah yang selalu cuek terhadap teman-teman prianya dan teman-teman prianya lah yang akan selalu mengejar cintanya dan terus berusaha memberi berbagai perhatian kepadanya,tapi kali ini malah ialah orang yang harus dicuekin,dan itu terasa begitu menyebalkan menurutnya.


Ia bertanya-tanya didalam hatinya,apakah pria ini tidak bisa melihat kecantikan yang ada diwajahnya,belum lagi tubuh seksi yang ada ditubuhnya.


Ya,walaupun ia tidak memiliki 2 lesung pipi yang seperti adiknya itu,tapi setidaknya wajahnya masih termasuk yang cantik bukan...


Oh iya,dan ia lupa kalau dirinya sedang dalam berpakaian santai dengan celana jeans panjang,kemeja kerjanya yang berwarna putih dan juga sebuah kaca mata yang sedari tadi bertengger rapi dipangkal hidungnya.


Tapi sebaiknya ia menepikan segala rasa kesalnya terlebih dahulu,karena sekarang ia mulai merasa khawatir dengan wajah pucatnya Mark yang semakin lama semakin pucat saja,ia bahkan meningkatkan laju mobilnya supaya bisa lebih cepat sampai dirumah sakit.


Beberapa menit kemudian...


"Apakah kamu memiliki hutang kepada orang-orang jelek tadi? Makanya kamu sampai berakhir seperti ini,oleh mereka?" tanya Ellia yang memang tidak mampu terdiam cukup lama,apa lagi sedari tadi ia memang sudah merasa penasaran terhadap apa sebenarnya yang telah terjadi pada Mark hingga tubuhnya hampir dipenuhi oleh luka seperti ini.

__ADS_1


Selain karena merasa penasaran tentang Mark, Ellia juga sekalian ingin melihat Mark yang terus sadarkan diri disepanjang perjalanan kerumah sakit karena saat ini wajahnya terlihat semakin pucat saja,makanya ia sengaja bersikap cerewet sampai seperti ini.


'Sepertinya pria ini sudah terbiasa terluka, lihatlah,dia mengobati luka-lukanya dengan begitu santai' lanjut Ellia didalam hatinya sambil terus melirik kearah Mark yang sibuk membungkus lengannya,bahkan sedari tadi wajahnya Mark memang tidak terlihat sedang merasakan sakit sama sekali.


"Siapa kamu? Ada hubungan apa kamu dengan Willy?" tanya Mark yang malah bertanya balik dengan nada santainya sambil menyandarkan kepala lelahnya kebelakang dan juga memejamkan pelan kedua matanya,rasanya kesadarannya mulai berangsur-angsur menghilang sekarang.


Ia memang merasakan kalau dirinya sedang diperhatikan oleh Ellia sedari tadi,hanya saja,ia sudah terbiasa dengan tatapan para wanita dan saat ini ia juga tidak mungkin menggunakan sisa tenaganya untuk melayani Ellia.


"Aku?" tanya Ellia dengan nada bingungnya, kenapa Mark malah bertanya tentang hubungannya dengan Willy,menurutnya Mark memberinya pertanyaan yang tidak-tidak saja.


"Iya,memangnya siapa lagi yang harus aku tanya, selain kamu?" tanya Mark dengan nada dan wajah malasnya,tapi kedua matanya masih sibuk tertutup rapat.


"Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Willy,,," belum sempat Ellia menyelesaikan kalimatnya,tapi Mark malah sibuk menyelanya dengan cepat.


"Lalu kenapa orang-orangnya Willy bisa sampai bersama kamu?" tanya Mark dengan kening yang mengernyit heran,karena ia tidak pernah melihat Willy yang mengutuskan bawahannya untuk menjaga seseorang,apa lagi ini adalah seorang wanita.


"Apakah kamu mengenal Tuan Hendri Kusuma?" tanya Ellia balik dengan nada kesalnya karena perkataannya disela oleh Mark barusan,anggap saja dirinya masih waras hingga rela mengalah terhadap pasien yang sedang terluka dan butuh perawatan ini.


"Kenapa kamu malah bertanya tentang Tuan Besar kami?" tanya Mark dengan nada pelannya dan kedua alis mata yang semakin menukik tajam saja,tubuhnya yang lemah tadipun menjadi sedikit bertenaga karena mendengar nama Tuan Besarnya barusan.


'Tuan Besar?' Ternyata apa yang dikatakan oleh pria itu memang benar,ia mengingat tentang apa yang dikatakan oleh salah satu bawahannya Willy tadi.

__ADS_1


'Ternyata memang benar kalau pria yang terluka ini adalah bawahannya Daddy' batin Ellia sambil menahan rasa kesalnya karena Mark kembali menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan.


"Karena Tuan Hendri adalah Daddy angkatku" jawab Ellia dengan nada tenangnya sambil membelokkan mobilnya masuk kehalaman rumah sakit,karena mereka sudah sampai dirumah sakit milik Daddynya.


"What?" tanya Mark dengan nada dan wajah tidak percayanya,kedua matanya yang masih setia tertutup rapat tadipun langsung terbuka lebar karena rasa kagetnya tersebut.


"Aku rasa,kamu juga pernah mendengar berita tentang Daddyku yang telah mengangkat 2 orang putri kembar bukan?" tanya Ellia balik dengan nada dan wajah malasnya,sambil menghentikan mobilnya tepat didepan pintu utamanya rumah sakit tersebut.


"No,Nona Muda,maafkan atas kelancanganku tadi,aku tidak tahu kalau kamu adalah Nona Muda yang pernah Tuan Besar katakan padaku hari itu" Mark langsung meminta maaf pada Ellia atas sikap cueknya sedari tadi,dengan nada dan wajah bersalahnya,sambil berusaha menunduk hormat kearah Ellia tapi nyatanya tubuhnya sudah terasa begitu lemah hingga membuat dirinya tidak mampu menunduk hormat dengan baik.


Ia memang sering mendengar kabar tersebut tapi ia belum pernah bertemu ataupun melihat kedua wanita kembar tersebut,karena ia sering berada dinegara lain untuk melakukan tugas-tugasnya disana belakangan ini.


Tapi ia tidak menyangka kalau ia akan bertemu dengan salah satu dari putri kembar Tuan Besarnya,dengan cara dan keadaan yang seperti ini,ditambah lagi dengan sikap menyebalkannya sedari tadi,bisa-bisa Tuan Besarnya akan mengomelinya atau menghukumnya nanti.


"Sudah,sudah,kamu tidak perlu memaksakan diri lagi,kecuali kamu ingin mati didalam mobilku" cegah Ellia dengan nada cepatnya dan wajah kesalnya sambil keluar dari dalam mobilnya,lalu ia segera memberi isyarat pada para perawat yang ada disekitar sana dan membuka pintu penumpang untuk segera mengeluarkan Mark dan mengobati lukanya tersebut.


"Tapi Nona Muda,,," Mark yang kembali ingin meminta maaf,langsung disela oleh Ellia dengan cepat.


"Sudah,sekarang diam dan nurutlah.Jika tidak, aku akan melaporkan semua sikapmu padaku tadi kepada Daddy sekarang juga" sela Ellia dengan nada tegasnya tapi wajahnya masih saja terlihat begitu kesal,ia tidak menyangkat kalau pria cuek tadi malah berubah menjadi bawel dalam sekejab.


Tapi walaupun begitu,didalam hatinya ia merasa agak lucu dengan sikap bersalahnya Mark tersebut,rasanya perasaan kesalnya karena sikap cueknya Mark tadipun langsung menghilang begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2