
"Sudah.Ayo,kita harus segera membawanya kemarkas secepatnya sebelum ada yang mengetahuinya" jawab Lili dengan nada seriusnya,sambil mengangkat tubuhnya Ellin yang memang sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Kamu benar,apa lagi jika ketahuan oleh keluarganya wanita ini,kita pasti akan kesulitan untuk keluar dari sini hidup-hidup" ucap rekan pria tersebut,sambil membantu Lili untuk mengangkat tubuhnya Ellin.
Setelah itu,mereka berdua segera membawa Ellin keluar dari ruangan tersebut dengan berhati-hati karena masih banyaknya penjaga diluar ruangan,jadi mereka harus pelan-pelan.
"Bagaimana? Apakah semuanya sudah dilumpuhkan?" tanya Lili pada rekan pria yang baru saja berjalan mendekati mereka.
"Sudah,semuanya sudah selesai kami lumpuhkan" jawab rekan pria tersebut dengan nada tenangnya,dan disusul dengan berdatangnya 2 rekan lainnya lagi dibelakangnya.
"Bagus.Kita sudah mendapatkan apa yang Tuan inginkan,sekarang kita harus segera pergi dari sini" ucap rekan pria yang bersama Lili tadi,semuanya menanggapinya dengan anggukan pelan kepalanya mereka.
Lalu merekapun berjalan keluar dari perusahaan tersebut dengan begitu leluasa tanpa mencurigai apapun,karena para karyawan biasanya dijam 8 keatas seperti ini sangat sibuk dan hanya berada diruangan mereka saja hingga jam makan siang, jadi mereka semuapun juga bisa melewati para karyawan dengan begitu mudah.
__ADS_1
Dipinggiran jalan sana,didalam mobilnya Willy...
Willy masih setia dengan sikap duduk tenangnya dan kedua mata tajam yang terus terarah kepintu gerbangnya perusahaan tersebut,beda dengan Bern yang malah duduk dengan wajah yang terus terlihat gelisah sedari tadi,dan juga kedua mata bingung yang terus menatap kearah Tuannya dan juga pintu gerbang secara bergantian.
"Tuan,bagaimana kalau sedang terjadi sesuatu dengan Nona Muda didalam sana?" tanya Bern dengan nada khawatirnya,sambil menatap bingung kearah Tuannya.
"Lihatlah" jawab Willy dengan singkat dan nada tenangnya,sambil menunjuk kearah depan sana dengan ekor matanya.
"Tuan,apa kita hanya akan terus diam seperti ini saja?" tanya Bern dengan perasaan kesalnya saat ia melihat apa yang ditunjukkan oleh Tuannya barusan,tapi nyatanya ia tidak berani menunjukkan perasaan kesalnya kepada Tuannya.
"Buk"
"Aughk,,,"
__ADS_1
terdengar suara tepukan kuat dan dilanjutkan dengan pekikan kesakitan dari mulutnya Bern, karena baru saja Willy menepuk punggung kepalanya dengan kuat.
"Apakah kamu baru saja mengenalku,hm? Kenapa aku sekarang malah merasa ragu,kalau kamu adalah Asisten dari seorang Willy Winston?" tanya Willy balik dengan nada dan wajah kesalnya sambil menatap kesal kearah Bern yang sedang kesakitan,lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah Ellin yang sedang dimasukkan kedalam mobil van sana.
Ia merasa tidak percaya kalau Bern telah bersama dengannya selama hampir 15 tahun tapi nyatanya memang begitu adanya dan malah masih tidak begitu mengerti dirinya sekarang, ntah kali ini karena dirinya yang terlalu kurang bicara atau Bern yang kurang fokus.
"Maafkan aku,Tuan,tapi bagaimana dengan Nona Muda?" tanya Bern dengan nada pelannya sambil mengelus-elus pelan punggung kepalanya yang masih terasa sakit,tapi rasa khawatirnya tadi masih belum mengurang sedikitpun.
"Tentu saja kita ikuti mereka secara diam-diam,apakah kamu berpikir kalau aku akan membiarkan mereka membawanya pergi dengan begitu mudah?" tanya Willy balik dengan nada dan wajah yang sekesal-kesalnya,sudah sampai disini tapi Bern masih saja tidak mengerti apa maksud dari tindakan tanpa ucapannya ini sedari tadi.
"Cepat ikuti mereka sekarang,apa lagi yang sedang kamu tunggu? Apakah kamu ingin kita ketinggalan jejaknya,hah?" perintah Willy dengan nada tegas yang telah bercampur rasa kesal,saat ia melihat mobil sang musuh sudah meluncur pergi tapi Bern malah terlihat masih sedang berpikir,sepertinya baru kali ini kepalanya Bern benar-benar menjadi error sampai separah ini.
"Ba,baik,Tuan" jawab Bern dengan nada gugupnya karena rasa kagetnya,lalu iapun segera melajukan mobil dengan pelan sesuai dengan keahliannya saat sedang mengikuti para musuh secara diam-diam.
__ADS_1
'Bagaimana kalau terjadi apa-apa terhadap Nona Muda Ellin nantinya? Bagaimana jika sampai Tuan Hendri tahu?' Bern hanya mampu bertanya-tanya didalam hatinya saja sambil terus fokus mengendarai mobil,dan juga sedikit melirik Tuannya yang mulai kembali duduk tenang.