Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab. 9


__ADS_3

"Dan pria yang diutuskan oleh Daddy ini bukan seorang bodyguard,tapi sebagai seorang saudara yang bisa menjaga keselamatan kalian. Satu lagi,kalian juga harus tahu kalau pria ini adalah sahabat baiknya Daddy kalian,jadi kalian harus menghormatinya.Apa kalian berdua sudah mengerti sekarang?" lanjut Angel dengan nada tegas yang telah bercampur perasaan kesal karena sikap tidak nurut kedua putrinya itu,ia sampai bersedekap dada untuk menunjukkan rasa kesalnya tersebut.


"Kami sudah mengerti,Mom..." jika sudah mendengar suara tegas dari salah satu orang tua mereka,kedua putri kembar tersebut mau tidak mau,hanya mampu menurut dan menjawab dengan nada tidak berdaya mereka,walaupun.


"Dan ingat umurnya sudah berumur 36 tahun pada tahun ini,jadi kalian benar-benar harus menghormatinya" timpal Hendry dengan nada tegas yang dibuat-buat,dan hal tersebut berhasil menambah kekesalan didalam hatinya Willy.


"What? 36?" Ellin tidak bisa menahan rasa kagetnya,saat ia mendengar kedua angka yang telah keluar dari mulut Daddy mereka barusan.


"Apa Daddy tidak salah memilih orang? 36 itu sudah tua,apa kata orang-orang nanti,jika mereka sampai melihat kami berjalan dengan seorang pria yang sudah berumur 36 tahun? Mereka pasti mengira kalau kami sedang berjalan bersama seorang Daddy,dan setelah itu kami pasti akan dipanggil dengan sebutan anak papi oleh teman-teman gosip kami,Dad,Mom" timpal Ellia dengan panjang lebar,sambil menatap tidak percaya kearah Daddynya.


Ellia sang kakak,memang wanita yang lebih suka hidup mandiri dan tidak suka terlalu bersama orang tua diluar rumah.


Pernah beberapa kali dirinya dulu keluar rumah bersama Mommynya,tapi sikap sayang Mommynya kepadanya terlalu berlebihan,hingga ia dianggap sebagai anak mami oleh teman-teman sekelasnya.


Hingga membuatnya kesal-sekesalnya,jadi sejak hari itu hingga sekarang,ia tidak mau keluar bersama orang tuanya lagi.


Tapi beda lagi dengan sang adik,Ellin lebih manja dan agak sedikit lugu,tapi untungnya saat disuruh untuk mengurusi sebuah perusahaan yang tidak besar tapi juga tidak kecil yang diberikan oleh Hendri pada seminggu yang lalu itu,Ellin malah mampu mengurusnya dengan hasil yang lumayan baik.

__ADS_1


"Atau mungkin yang lebih parahnya lagi,kami akan digosipin sebagai sugar baby" timpal Ellin dengan nada tidak percayanya,ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya saat dibenaknya langsung terlintas kejadian tentang gosip sugar Daddy yang akan menimpa mereka berdua nanti.


"Tua? Sugar baby?" terdengar suara kesalnya Willy yang sudah tidak bisa menahannya lagi tapi wajahnya tetap terlihat dingin,dan suara kesalnya itupun berhasil membuat kedua wanita kembar yang telah melupakan keberadaannya sedari tadipun langsung mengalihkan tatapan kesalnya mereka kearahnya dengan cepat.


"Apakah aku terlihat tua dimatanya kalian berdua,hm?" Willy kembali mengulangi pertanyaanya lebih detail lagi saat ia melihat kedua wanita kembar tersebut yang malah hanya terbengong dan terdiam saja,baru kali ini pertama kalinya ia disebut tua oleh wanita.


Ia bahkan tidak ingin mempercayainya,baru kali ini ada yang mengatainya sugar Daddy walaupun secara tidak langsung,padahal jika ia menginginkannya, ratusan wanita yang cantik pasti akan dengan senang hati menaiki ranjangnya tanpa protes sedikitpun.


"I,iya,memang tua,memangnya kenapa? Bukankah yang aku katakan memang benar? Ellin,bukankah paman ini memang terlihat agak tua?" jawab sang kakak dengan nada gugupnya karena tatapan dinginnya Willy,ia juga menambahkan 1 kata "Agak" didepan kata "Tua" nya tadi tapi tetap saja terdengar buruk ditelinganya Willy.


Mau itu tua ataupun agak tua,tetap saja hasilnya tetap tua,tapi Ellia tidak ingin banyak berpikir lagi.


Dan satu lagi,paman yang bernama Willy itu memang terdengar tua dari umurnya tapi ternyata begitu tampan saat ia melihat kenyataannya sekarang.


Tapi tentu saja ia tidak akan memuji ataupun mengakuinya begitu saja,ia harus memegang teguh perkataannya tadi.


"Ha! I,iya,memang agak tua sihh..." jawab Ellin yang baru saja tersadar dari rasa tercengangnya terhadap ketampanannya pria yang duduk disampingnya ini,kenapa ia bisa tidak memperhatikan keberadaannya pria ini tadi.

__ADS_1


Ia tersenyum cenges-ngesan untuk mengusir perasaan bersalah atas pengakuannya yang berbeda dengan isi hatinya tersebut,hingga menampakkan lesung pipi dalam yang indah dikedua pipinya.


"Apa kalian ini benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Mommy tadi,hah? Dasar,Mommy akan memberi kalian sedikit pelajaran sekarang,supaya kalian tidak akan bersikap kurang ajar lagi terhadap sahabatnya Daddy kalian ini" gerutu Angel dengan nada dan wajah kesalnya sambil berdiri dan berjalan cepat kearah kedua putri kembarnya itu,lalu segera menjewer telinga mereka dengan sedikit kuat.


"Aughk,aughk,ampun Mom,kami tidak akan mengulanginya lagi" kedua wanita kembar tersebut terus memekik kesakitan dan memohon ampun secara bergantian.


Sedangkan Willy,ia beralih menatap kesal kearah Hendri yang tidak merasa bersalah sedikitpun tapi malah tersenyum mengejek kearahnya,lalu akhirnya ia hanya mampu menghela napas berat dengan panjang saja.


"Ingat,jangan mengulanginya lagi..." ucap Angel dengan nada kesalnya sambilmelepaskan jewerannya tersebut,tapi didalam hatinya ia jelas tidak mempercayai kedua putrinya ini,pasti akan ada dilain hari lagi.


"Kami berjanji,kami tidak akan mengulanginya lagi,Mom" janji Ellia dan Ellin secara serentak,sambil mengelus-elus cepat telinganya yang sudah memerah dan juga terasa sakit.


"Cepat minta maaf pada sahabatnya Daddy kalian ini" ucap Angel dengan nada tegasnya kembali,ia juga bingung mau menyuruh kedua putrinya untuk memanggil dengan sebutan apa terhadap Willy,takut-takut kalau dirinya salah menyebut dan membuat Willy merasa kesal lagi.


Walaupun ia merasa kalau umurnya Willy memang pantas dipanggil paman oleh kedua putrinya,atau lebih cocok dengan panggilan kakak jika dilihat dari wajahnya yang masih terlihat muda dan juga tampan,tapi yang pastinya ia tidak suka dengan nada bicara kedua putrinya yang terdengar tidak sopan tadi.


"Paman,maafkan kami..." Ellia dan Ellin langsung meminta maaf dengan nada malas dan tidak relanya,bukan hanya Angel dan Hendri,bahkan Willy sendiri juga bisa mendengar dengan jelas kalau permohonan maaf nereka barusan tidak dikatakan dengan hati yang ikhlas.

__ADS_1


Dan apa yang mereka panggil barusan,"paman",panggilan yang tidak ia sukai pastinya.Tapi walaupun begitu,Willy tetap menjawabnya,hanya saja wajah dinginnya tetap bertahan.


"Hm..." jawab Willy dengan singkat tanpa menolehkan kepalanya kearah mereka berdua,ia malas berdebat dengan wanita,apa lagi saat ia melihat kalau Angel seperti ingin memarahi mereka berdua lagi.


__ADS_2