
Tuan Besar terus menatap santai kearah wajah kesalnya Willy,telah terlintas beberapa ide menarik dibenaknya sedari tadi.
"Dad,jika kamu tidak berniat ingin mengatakan apa-apa,lebih baik aku naik keatas saja" lanjut Ellin dengan nada kesalnya tapi tetap terdengar sopan,ia sudah merasa capek karena sudah kerja seharian.
"Ellin..." panggil Hendri dengan nada pelannya tapi berhasil membuat Ellin yang tadinya ingin pergi dari sana,kembali duduk dengan menahan rasa kesalnya.
"Baru saja,keluarga Yoga Saputra datang kesini dan memberi sebuah undangan untuk acara ulang tahun istrinya.Aku awalnya ingin menolak tapi mereka terus mengharapkan kehadiranku sepanjang pembicaraan tadi,jadi aku rasa juga tidak baik jika harus kembali menolaknya "setelah Hendri selesai bicara beberapa kalimat,Willy langsung menyela dengan suara kesalnya.
"Lalu apa hubungannya denganku,apa kamu tidak punya alasan yang lebih baik untuk menyuruh aku datang kesini?" sela Willy dengan wajah kesalnya.
Sepertinya ia sudah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh sahabat lamanya itu.
Hendri pasti berpikir untuk menyuruh dirinya untuk hadir diacara tersebut,tapi ia bukan tipe pria yang suka hal-hal yang seperti itu,karena itu adalah hal yang sangat menyebalkan baginya.
"Tentu saja ada hubungannya,karena mereka juga menginginkan kehadirannya kedua putri kembarnya kami.Jadi,nanti kamu harus menemani kedua putri kembarku untuk hadir keacara itu.Lagi pula,sudah ada kerjasama sebuah proyek yang besar diantara perusahaan kami,tidak baik jika harus menghancurkan keuntungan yang begitu besar ini,bukan?" jawab Hendri dengan suara santainya tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah kesalnya Willy.
"What?" Ellia.
"A,apa?" Ellin.
Kedua kembar cantik itu merasa kaget dan berseru secara serentak,mereka berdua bahkan langsung berdiri tapi kemudian kembali duduk saat Hendri menggerakkan pelan tangannya.
"Tuan,tujuanku berada dikota ini, bukan untuk itu,carilah yang lain saja" ucap Willy dengan nada malasnya sebelum kedua kembar itu sempat kembali bertanya,ternyata benar seperti tebakannya barusan.
"Dan tentang proyek besar yang barusan kamu katakan itu,tidak ada urusannya denganku" lanjut Willy,setahunya keluarga sahabatnya ini sudah sangat kaya,jadi tidak akan rugi jika hanya kehilangan salah satu proyek besar saja,bukan...
Baru saja ia mau mengangkat bokong panasnya,tapi,,,
"Apakah kamu pernah melihat aku meragukan kemampuan dari orang yang telah aku pilih? Aku hanya ingin kamu yang menemani mereka, apapun yang terjadi.Dan satu lagi,kamu sangat tahu bahwa aku tidak suka mendengar bantahan apapun dari siapapun" ucap Hendri dengan nada tegasnya.
__ADS_1
Ya,tentu saja,kecuali istrinya tercinta.
Willy langsung mendengkus kesal,kalimat panjang lebarnya Hendri bukan hanya mengandung nada perintah tapi juga terdapat pujian yang terdengar sedang merendahkan kemampuannya saja.
"Jika kamu tidak melakukan apa yang aku katakan tadi,maka,,," lanjut Hendri,seolah-olah tahu idenya akan berjalan dengan lancar,iapun sengaja memperlambat nada bicaranya.
Benar saja,karena Willy langsung menyetujuinya tanpa banyak bantahan lagi.
"Oke,oke,aku akan menemani mereka.Kapan dan dimana acaranya akan dilakukan?" tanya Willy yang langsung keintinya,karena sudah malas berdebat dan ia juga tidak ingin berada disana lebih lama lagi.
"Apa kamu sudah berubah pikiran?" tanya Hendri dengan nada senangnya.
"Tentu saja,aku harus melakukannya.Bagaimana bisa aku tega membiarkan Tuan yang kaya raya ini sampai kehilangan proyek berharga itu,bukan?" tanya Willy balik, dengan nada menyindirnya dan wajah kesalnya saat ia mendengar pertanyaannya Hendri yang terdengar sdang mengejeknya barusan.
"Aku memang kaya,tapi tidak ada salahnya bukan,jika aku berniat ingin menambahkan kekayaanku?" tanya Hendri balik,sebenarnya itu bukan pertanyaan tapi pernyataan yang menyebalkan untuk Willy.
Willy yang memang tidak suka direpotkan oleh hal-hal yang berkaitan langsung dengan wanita, jadi ia lebih tidak mau menanggung beban dari 2 wanita.
Apa lagi mereka berdua berbeda sifat,satunya manja dan yang satunya lagi malah lebih jutek.
Sedangkan Hendri,ia sudah biasa dan tidak masalah dengan sikapnya Willy yang memang lebih berani dan terang-terangan dengannya dari pada yang lainnya.
Tapi pria tambahan yang dimaksudkan oleh Willy,ia malah merasa agak bingung,karena ia tidak ingin main-main dalam memilih penjaga, jadi ia hanya akan memilih orang yang benar-benar bisa melindungi anaknya saja.
Ya,walaupun sebenarnya semuanya bawahannya termasuk yang terlatih semua,tapi ia hanya ingin terbaik dari yang terbaik
Tapi baru saja ia mulai berpikir,terdengar langkah sepatu yang semakin lama semakin mendekat kearah mereka...
"Tuan Besar..." panggil pemilik langkah sepatu tersebut sambil menunduk hormat,lalu memperhatikan satu persatu orang-orang yang ada diruang tamu.
__ADS_1
Kening mengernyit heran saat tatapannya jatuh pada wajah wanita yang berstatus dokter yang ada disudut sofa sana,ini sudah ke 3 kalinya ia melihat wanita ini.
Mereka saling bertatapan sesaat,lalu Mark segera menarik tatapannya,beralih kearah Willy dan akhirnya kembali kearah Hendri.
Sedangkan Ellia yang juga merasa kaget,hanya bisa tetap dengan duduk diamnya bersama adik kembarnya,Ellin.
"Baru saja,bawahannya Tuan muda memberitahuku bahwa Tuan besar memanggilku.Apakah ada sesuatu yang harus aku lakukan,Tuan Besar?" lanjut pria tersebut yang ternyata adalah Mark.
Wajah tampannya menjadi semakin bingung,saat ia melihat wajah Tuan Besarnya yang malah terlihat sama bingung dengan dirinya.
Sedangkan 2 wanita kembar cantik,Ellia dan Ellin.Mereka berdua yang dari tadi menatap kearah wajahnya Hendri,Willy dan Mark secara bergantian,sekarang tatapan mereka kembali beralih kearah wajah tampannya Mark cukup lama.
"Tuan,bukankah kebetulan sekali" ucap Willy dengan nada malasnya,saat ia melihat Hendri yang masih sibuk mencerna situasi.
"Benar juga" jawab Hendri,akhirnya ia berhasil memastikan kalau tebakannya barusan benar.
Ternyata Willy cerdik juga,sengaja mengajak teman untuk basah bersama,dan korbannya malah jatuh pada Mark.
Walaupun ia sengaja melibatkan Willy tapi ia bukannya tidak memiliki tujuan utama,karena sebenarnya ia ingin kedua putri kembarnya belajar berbisnis untuk kebaikan masa depan mereka.
Terutama,ia ingin keselamatan kedua putrinya akan terjamin dengan baik dimasa depan.
Dan awalnya ia hanya ingin mempercayakan pada Willy saja,karena ia sangat yakin dengan kemampuannya Willy.
Sekarang karena permintaannya Willy dan orang itu adalah Mark,jadi ia juga tidak memiliki alasan atau keraguan sama sekali.Apa lagi,saat ia memikirkan informasi tentang keluarga Yoga Saputra yang ia dapatkan tadi.
"Mark,aku memang ada perkerjaan untukmu.Tadi ada undangan ulang tahun dari salah satu klien, dan kamu akan aku perintahkan untuk menemani kedua putriku untuk menghadiri acara itu nanti" lanjut Hendri dengan nada tegasnya.
"Baik,Tuan Besar" jawab Mark dengan perasaan tidak berdayanya,ia menebak-nebak apa yang sedang terjadi,tapi nyatanya ia tidak berani menyatakannya didepan Tuan Besarnya.
__ADS_1