Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.38


__ADS_3

"Ba,baik,paman..." jawab Ellin dengan nada gugupnya,apa lagi saat ia mendengar Willy yang memanggil nama lengkap berserta kata depan "Nona" barusan untuk pertama kalinya,tapi ia hanya takut kalau Willy sampai akan mengeluarkan pistol yang pernah ia lihat pada hari kejadian penculikannya hari itu,jadi mau tidak mau iapun terpaksa menurut untuk saat ini.


'Dasar pria jomblo yang sangat menyebalkan...' lanjut Ellin didalam hatinya sambil menyandarkan tubuhnya kebelakang dengan gerakan kesalnya.


Lalu iapun mulai memikirkan cara untuk bisa lepas dari omelannya kedua orang tuanya nanti,dengan ekspresi wajah memberengut kesalnya yang masih sama.


Tapi karena malam yang sudah semakin larut dan dirinya yang memang jarang tidur larut malam,ditambah lagi dengan aroma wangi parfum dari jaketnya Willy,ia yang tadinya sibuk memikirkan solusi untuk terlepas dari omelan kedua orang tuanya,kedua matanya semakin lama malah semakin melemah dan redup saja.


15 menit kemudian...


"Ellin,,," panggil Willy dengan nada pelannya sambil menyentuh pelan lengannya Ellin dengan ujung jari telunjuknya,untuk memastikan apa Ellin benar-benar tertidur atau tidak.


"Wanita ini benar-benar sangat ceroboh,tidur disembarangan tempat begitu saja.Apakah wanita ini tidak takut kalau aku akan melakukan perbuatan yang tidak-tidak kepadanya nanti,,, dasar..." Willypun hanya mampu bergumam kesal dengan nada pelannya saja,sambil terus memerhatikan wajah terlelapnya Ellin,saat ia sudah memastikan kalau Ellin benar-benar sudah tertidur saat ini.


Beberapa menit kemudian...


"****,,,apa yang sedang aku pikirkan? Sepertinya aku akan menjadi tidak waras sebentar lagi, berkat wanita ini" tiba-tiba Willy mengumpat dengan nada dan wajah kesalnya sambil mengusap pelan wajah tampannya dengan sebelah tangannya.


Bagaimana tidak? Dirinya yang sedari tadi terlalu sibuk fokus terhadap wajah terlelapnya Ellin yang menurutnya terlihat begitu menggemaskan tanpa ia sadari,tapi semakin lama malah semakin membuat isi kepalanya berterbangan ntah kemana-mana.

__ADS_1


Hingga akhirnya dibenaknya malah terlintas gambaran-gambaran seksinya Ellin pada malam itu,dan hal tersebut bahkan berhasil membuat benda bawahnya hampir saja terbangun dari tidur panjangnya,jika tadi ia masih saja melanjutkan lamunan indahnya tersebut.


"****,,,apa sebenarnya yang telah terjadi denganku sekarang?" lagi-lagi Willy kembali mengumpat kesal sambil mengacak-acak rambut dengan gerakan kesalnya,ia juga segera mengalihkan tatapannya dari wajah terlelapnya Ellin kearah depan kembali.


Padahal biasanya dirinya sama sekali tidak pernah terlalu memikirkan atau membayangkan tubuh tanpa pakaian miliknya wanita, mungkinkah ini hanya penyebab dari dirinya yang masih belum sempat mencari pemuas nafsunya saja.


Karena biasanya ia hanya perlu mencari wanita sewaan saja,jika ia memang sedang menginginkan hal tersebut,tapi sekarang ia bahkan sudah mulai terbiasa tanpa **** selama 2 minggu ini,tanpa ia sadari juga tentunya.


"Sepertinya aku harus memikirkan cara untuk bisa pergi dari kota ini secepatnya atau paling tidak aku harus berada jauh-jauh dari wanita yang menyebalkan ini,jika tidak,mungkin saja aku akan benar-benar menjadi tidak waras tidak lama lagi" lanjut Willy dengan gumaman kesalnya,tapi nyatanya saat ini ia juga merasa sangat tidak berdaya karena Hendri bukanlah orang yang mudah untuk melepaskan apa yang dia inginkan begitu saja.


Apa lagi Hendri hanya menginginkan orang yang bisa dipercaya olehnya saja,dan hanya dirinya saja yang dipercayai oleh Hendri selama ini, sepertinya ia akan sulit untuk bisa keluar dari genggaman sahabat baiknya itu sekarang.


Jadi,tentu saja Willy juga memiliki wewenang penuh terhadap Mansion megah tersebut. Setelah menghentikan mobilnya tepat diluar pintu utamanya Mansion Kusuma,lalu Willypun segera turun dari dalam mobil dan mencoba untuk membangunkan Ellin yang masih saja terlelap dari sebelah pintu mobilnya lagi.


"Hei,bangunlah,sudah sampai" panggil Willy dengan nada pelannya tapi juga terdengar jelas oleh beberapa pengawal yang sedang berjaga-jaga disekitar pintu utama tersebut.


"Dasar wanita ini,memang benar-benar menyebalkan" gumam Willy dengan nada dan wajah malasnya saat ia melihat Ellin yang tidak terganggu oleh suaranya sama sekali,tapi malah terlihat semakin terlelap begitu nyenyak didalam mobilnya.


Kemudian Willypun menghela napas pelan dengan panjang,lalu iapun mencoba untuk kembali membangunkan Ellin.

__ADS_1


"Ellin,bangunlah,kita sudah sampai" lanjut Willy dengan nada yang telah naik 1 oktaf dari nada pelannya tadi,sambil sedikit menundukkan kepalanya dan menggoyang-goyangkan pelan lengannya Ellin tapi nyatanya Ellin tetap saja tidak mau terbangun.


Willypun berniat ingin menepuk pelan pipinya Ellin tapi dirinya malah dibuat sampai terlonjak kaget sebelum tangannya sempat menyentuh pipinya Ellin,karena...


"Kenapa kamu harus repot-repot memanggilnya bangun,langsung digendong keatas saja" tiba-tiba saja terdengar suara yang bernada santai dari belakangnya Willy,hingga berhasil membuat dirinya merasa kaget dan kepalanya ikut jadi korban karena langsung terbentur oleh samping atap mobil saat ia langsung mengangkat kepalanya karena rasa kagetnya itu.


"Aughk,apa kamu tidak bisa menyapa terlebih dahulu,hah?" tanya Willy dengan nada dan wajah kesalnya sambil mengelus-elus pelan punggung kepalanya yang agak terasa ngilu-ngilu itu.


"Kamu ini seperti kita baru kenal saja,kenapa juga aku harus menyapamu terlebih dahulu" jawab pemilik suara tersebut dengan nada canda dan juga tawa kecilnya,ternyata itu adalah Hendri yang tadinya memang sedang menunggu Ellin yang tidak pulang-pulang sedari tadi, padahal sudah begitu larut malam.


"Dasar,,," Willy hanya mampu mengumpat kesal saja,saat ia melihat Hendri yang sedang sibuk menertawakan dirinya saat ini.


"Apakah Ellin telah membuat masalah lagi?" tanya Hendri dengan nada dan wajah seriusnya sambil merangkul pelan pundaknya Willy dan memerhatikan wajah terlelapnya Ellin


"Tidak juga,mungkin bisa dikatakan kalau masalah yang suka mencarinya malam ini" jawab Willy dengan nada santainya sambil meletakkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan arah tatapan yang sama seperti Hendri,iapun jadi teringat tentang pertemuan tidak terduga antara mantan-mantan kekasih tadi.


"Kenapa kamu malah membiarkan putrimu keluar dimalam hari? Apa lagi hanya untuk bersama para karyawan dan melakukan hal-hal yang tidak berguna" lanjut Willy dengan cepat sebelum Hendri sempat bertanya lagi.


Sedangkan Hendri,ia langsung menghela napas berat dengan panjang sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celananya sama seperti Willy,hanya saja sebelah tangannya lagi masih tetap berada dipundaknya Willy.

__ADS_1


__ADS_2