
Dan sekarang ia malah harus merasa kesal karena sikapnya Mark yang terdengar bawel tersebut,jika bukan karena memikirkan wajah pucatnya Mark tersebut,ia pasti akan berpikir untuk memberi sedikit pelajaran kepada Mark karena sikap cueknya tadi.
Apa lagi ia telah memiliki wewenang penuh atas hidupnya Mark jika ia menginginkannya,karena Mark ternyata adalah salah satu bawahannya Daddy dan Mark juga terlihat begitu menghormati Daddy,tapi sayangnya Mark sudah hampir kehabisan darah pada saat ini.
"Dok,kamu kembali lagi? Apa yang telah terjadi dengan pria ini,Dok?" tanya Asistennya Ellia yang baru saja datang bersama perawat yang lainnya dan juga brankar pasiennya,sambil terus berjalan mendekat kearah Ellia yang masih sibuk berdiri disamping mobilnya.
Kebetulan ia sedang berada disekitar sana dan belum waktunya pulang,hingga membuat dirinya bisa langsung mendekat kearah Ellia saat ia bisa melihat jelas Sang Dokter yang baru saja sampai tadi.
"Bawa pria ini keruang operasi sekarang juga, aku akan menyusul sebentar lagi" perintah Ellia tanpa menjawab pertanyaan dari Asistennya, sambil melirik sekilas kearah Mila yang baru saja seminggu ini telah menjadi Asistennya.
Tentu saja setelah ia sudah memeriksa detail identitas dan juga memerhatikan sikapnya Mila dengan baik dan teliti,dan Mila memang wanita yang ia sukai untuk dijadikan Asistennya dan sekaligus sahabatnya karena Mila tidak suka menjilat dan banyak berulah selama saat bersamanya 2 minggu ini.
"Baik,Dok" jawab Mila dengan cepat sambil merapikan brankarnya dan menunggu pria tersebut keluar dari dalam mobil.
"Cepat keluar dari sana,apa kamu benar-benar ingin mati didalam mobilku?" tanya Ellia dengan nada dan wajah kesalnya,sambil mengulurkan tangannya kearah Mark yang mulai hilang kesadaran itu.
"Tapi,,," Mark berpikir kalau dirinya tidak mungkin akan merepotkan Nona Mudanya setelah ia mengetahui identitasnya Ellia tadi,tapi nyatanya dirinya harus kembali disela dan tubuhnya juga memang terasa semakin lemah pada saat ini.
"Kamu ini benar-benar menyebalkan..." sela Ellia dengan nada dan wajah yang semakin kesal saja,sambil menarik tubuh besarnya Mark dengan kedua tangannya,ternyata terasa berat juga tapi ia mencobanya dengan sekuat tenaganya.
__ADS_1
Sedangkan Mark,mau tidak mau iapun terpaksa menurutinya dan berusaha mengeluarkan sisa tenaganya supaya Nona Mudanya tidak akan sampai kewalahan untuk mengangkat tubuh beratnya itu.
Ia bahkan baru mengetahui kalau Ellia ternyata adalah seorang Dokter,tapi ia juga tidak berniat ingin mempertanyakannya ataupun mempermasalahkannya karena ia tidak memiliki hak atas semua itu dan ia juga tidak berniat ingin tahu.
"Seharusnya tadi itu,kamu tidak boleh melepaskan pecahan-pecahan kaca itu terlebih dahulu,karena akan menimbulkan luka yang yang lain pada kulit lengannya kamu nanti" omel Ellia dengan nada kesalnya sambil meletakkan pelan tubuh lemahnya Mark keatas brankar, setelah ia berhasil mengeluarkan Mark dari dalam mobilnya dengan susah payah.
Tadinya ia ingin mencegah,tapi saat ia melihat ekspresi wajah dan sikap cueknya Mark tadi,ia jadi malas mau menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh Mark didalam perjalanan tadi.
Lagi pula ia bisa melihat kalau Mark telah melakukannya dengan sangat baik dan mampu memghentikan pendarahannya tadi,jadi ia tidak merasa begitu khawatir,ia hanya perlu mempercepatkan perjalanannya untuk cepat sampat kerumah sakit saja.
Apa lagi ia harus fokus nyetir dan kejalan, jadi, tentu saja ia tidak bisa terlalu banyak membantu Mark selain berusaha menjaga kesadarannya Mark supaya tetap terjaga selama perjalanannya mereka tadi.
Mau menjawabpun juga tidak ada gunanya, karena ia tidak mungkin kembali berdebat dengan Nona Muda mereka yang baru saja ia ketahui kalau ternyata Ellia adalah Nona Muda dari majikannya dan juga seorang Dokter.
"Ingat,bawa pria sok kuat ini keruang operasi, jangan lupa langsung pasangkan transfusi darahnya" Ellia kembali mengulangi perintahnya tadi, dengan nada kesalnya sambil melirik kesal kearah Mark yang hanya terbaring lemah dan diam saja,diatas brankar tersebut.
Seharusnya ia sudah sampai dirumah saat ini tapi nyatanya ia harus kembali bermain diruang operasi lagi dilarut malam seperti ini,karena tadi ia melihat sekilas pecahan kaca yang secara tidak sengaja belum sempat Mark keluarkan dan malahan bertambah masuk kedalam,jadi ia harus segera mengeluarkan pecahan kaca tersebut dengan sedikit alat-alat bedahnya.
"Baik,Dok" jawab Mila dengan nada pelannya dan nunduk hormatnya,ia baru melihat sisi lainnya Sang Dokter,untuk pertama kalinya dalam 2 minggu ini.
__ADS_1
Kemudian ia menatap penasaran kearah pria yang terluka tersebut,ntah ada permasalahan apa yang ada diantara mereka berdua hingga membuat Sang Dokter terlihat begitu kesal terhadap pria yang terluka tersebut.
Sedangkan Ellia,ia langsung berjalan masuk kedalam untuk mengambil jubah Dokternya dan juga pakaian khusus saat berada diruang operasi,lalu baru ia akan langsung menyusul Mila dan yang lainnya.
'Aku bermimpi apa,malam semalam,kenapa malam ini aku begitu sial sampai diserang secara mendadak dan malahan juga sampai harus bertemu dengan wanita ini' batin Mark dengan ekspresi tidak berdaya diwajah pucatnya tersebut,sambil memejamkan kedua mata lelahnya dengan Mila yang sedang mendorong brankar yang sedang ia gunakan tersebut menuju keruang operasi.
Padahal ia baru saja pulang dari Spanyol sana tadi karena ia baru saja menyelesaikan beberapa tugas-tugasnya disana,tapi ia tidak menyangka kalau ia akan mengalami banyak hal pada malam ini.
10 menit kemudian...
"Ceklek..." terdengar suara pintu ruangan operasi yang dibuka dari luar,terlihat Ellia yang sedang melangkah masuk dengan pakaian Dokternya.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Ellia dengan nada dan wajah seriusnya,sambil terus melangkah kearah ranjang pasien yang sudah ada Mark yang menempatinya sedari 5 menit yang lalu.
"Sudah,Dok..." jawab Mila dengan cepat dan wajah tenangnya,karena ia sudah mulai terbiasa dan juga mengerti dengan perkerjaannya jika bersama Sang Dokter,jadi iapun sudah mengerjakan tugasnya dengan cepat dan baik tanpa memerlukan banyak waktu lagi.
"Aku sudah memasukkan obat biusnya,dan obat biusnya sudah mulai bereaksi,Dok" lanjut Mila dengan nada pelannya sambil melirik kearah sang pasien yang memang terlihat sudah mulaƬ kehilangan kesadaran,lebih dari pada yang sebelumnya.
"Bagus" puji Ellia dengan nada santainya, kemudian ia segera mengambil salah satu alatnya dan mulai mengeluarkan pecahan kaca yang tadi telah ditinggalkan oleh Mark secara tidak sengaja.
__ADS_1
Lalu iapun terus mengerjakan perkerjaannya hingga hampir 20 menit kedepan,dan akhirnya lengannya Mark mendapatkan beberapa jahitan kecil dibeberapa tempat,dan juga keningnya Mark yang telah mendapatkan 2 jahitan saja.