
Markas yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil,ia juga menampung sebanyak puluhan orang yang menurutnya lumayan berbakat untuk menjadi anak buahnya dimarkasnya itu,jadi markas sedang tersebut bisalah untuk ditempatkan oleh 10 orang anak buahnya yang telah ia bawa dari negaranya hari itu dan ditambah dengan hampir 20 anak buahnya yang baru saja resmi telah menjadi anak buahnya dalam beberapa minggu ini.
Dan walaupun tato tersebut memang terlihat sangat kecil,tapi jika dirinya sendiri yang berada disana tadi,ia pasti juga akan melihatnya karena ia memiliki kewaspadaan dan penglihatan yang lebih teliti dari pada 2 pria beda usia ini.
"Cih,apakah aku terlihat setua itu,sampai bisa mengalami rabun jauh ataupun rabun dekat?" tanya Hendri balik dengan nada dan wajah kesalnya,sambil menatap kesal sebentar kearah Willy yang langsung tersenyum sombong saja.
Padahal tiap bulan ia selalu rutin memeriksa kedua matanya kedokter mata yang terbaik tentunya dan wajahnya juga masih terlihat muda karena perawatan yang selalu rutin ia lakukan disetiap bulannya,tapi Willy malah mengejeknya barusan.
Sedangkan Mark,ia hanya mampu menghela napas kesal saja.Inilah salah satu hal yang tidak mungkin bisa ia ikuti dari sikapnya Willy karena ia tidak mungkin bisa bersikap akrab dengan Tuan Besarnya sama seperti yang dilakukan oleh Willy saat ini.
Bersama Tuan Mudanya,Hery saja,ia tidak berani tapi lebih tepatnya ia merasa segan ingin bersikap akrab.Kecuali,pada waktu-waktu tertentu saja.
Sebenarnya Tuan Besarnya juga tidak akan mempermasalahkan hal tersebut,hanya saja ia merasa tidak pantas.Beda dengan Willy yang memang sudah bersama dengan Tuan Besarnya sedari muda dulu,sama seperti hubungan antara dirinya dan Tuan Mudanya.
"Aku rasa,kamu memang sudah tua.Apakah kamu sudah lupa dengan berapa umurmu sekarang,hm?" jawab Willy dengan wajah tidak bersalahnya,ia juga kembali bertanya dengan nada dan wajah tersenyum mengejeknya.
"Cih..." lagi-lagi Hendri hanya mampu mendengkus kesal sambil mengalihkan tatapan kesalnya kearah Mark.
"Jadi,benarkah nama genk yang dikatakan oleh Willy barusan?" lanjut Hendri,pertanyaan yang ditujukan kepada Mark.
"Iya,benar,Tuan Besar" jawab Mark dengan nada dan wajah seriusnya,walau merasa sedikit kesal tapi ia tetap menyembunyikannya didalam hatinya.
"Aku telah menyerang dan juga berhasil mengambil alih markas mereka pada beberapa minggu yang lalu,mungkin saja mereka tidak terima dengan penyerangan dan perebutan tanah mendadak yang telah aku lakukan pada hari itu" lanjut Mark dengan nada seriusnya, karena memang itu yang ia lakukan pada hari itu.
__ADS_1
Tapi sebenarnya markas tersebut memang miliknya mereka sedari dulu,orang-orang itu saja yang tidak tahu malu dan masih saja menginginkan tanah tersebut.
"Apakah kalian memerlukan bantuanku untuk membasmi mereka semua?" tanya Willy dengan nada santainya sambil menatap wajahnya Mark yang sudah tidak begitu pucat lagi,karena tadi malam ia dengar kalau Mark sempat hampir kekurangan banyak darah,jadi sudah dipastikan kalau wajahnya Mark pasti sangat pucat tadi malam.
"Tidak perlu..." Hendri.
"Tidak perlu..." Mark.
Willypun langsung tertawa kecil saat ia mendengar kedua pria beda usia tersebut yang menjawab secara serentak.
"Untuk sementara ini,biarkan mereka bersantai saja dulu.Tunggu sampai kamu sembuh,baru akan kita bicarakan lagi" lanjut Hendri dengan nada dan wajah tegasnya sambil berpikir serius.
"Baik,Tuan Besar" jawab Mark dengan nada cepatnya,lukanya yang ga seberapa ini hanya perlu beberapa hari saja untuk sembuh.
"Silakan Tuan Besar,apa yang ingin Tuan Besar ketahui?" jawab dan tanya Mark balik dengan nada penasarannya dan kening yang mengernyit heran,ia juga melirik kearah Willy yang hanya terus bersikap cuek saja
"Apakah kalian berdua memiliki hubungan asmara? " tanya Hendri dengan tatapan tajamnya yang terus saja tertuju kearah Mark.
"Kalian berdua? Hubungan asmara? Tuan Besar,siapa yang sedang kamu maksudkan?" tanya Mark dengan nada dan wajah bingungnya.
Sedangkan Willy,ia hanya duduk diam saja dengan wajahnya yang terlihat begitu tenang. Tapi sebagai sahabat yang begitu lama telah bersamanya,jadi ia sudah sangat tahu apa yang sedang dimaksudkan oleh Hendri tersebut.
"Maksudku,apakah baru-baru ini kamu dan putriku sedang memiliki hubungan kekasih?" Hendripun kembali mengulangi pertanyaannya tadi dengan lebih detail lagi.
__ADS_1
"Tidak ada,Tuan Muda,kami hanya sebatas sebagai penolong dan korban saja.Dan aku baru bertemu dengan Nona Muda,untuk pertama kalinya tadi malam" jawab Mark dengan jujur dan nada tegasnya sambil menatap sebentar kearah Tuan Besarnya yang juga sedang menatapnya.
"Apa salahnya,kalau mereka berdua benar-benar memiliki hubungan kekasih? Lagi pula,aku rasa mereka berdua terlihat sangat cocok" timpal Willy dengan jujur sambil memerhatikan wajah malasnya Mark karena perkataannya tersebut.
Ia juga berpikir,setidaknya tanggung jawabnya terhadap putri kembar tersebut akan berkurang 1 orang karena tentunya Mark yang akan menjaga Ellia untuk kedepannya.Jadi,ia tidak perlu begitu kerepotan sampai dirinya tidak ada waktu untuk pergi piknik.
"Apa kamu tidak bisa,kalau tidak ikut campur dalam urusan yang bukan urusanmu?" tanya Hendri dengan nada malasnya.
"Aku hanya bertanya saja,kenapa kamu malah terlihat begitu sensitif sekali?" tanya Willy balik dengan menahan senyum dibalik wajah santainya.
"Dasar" Hendri hanya bisa mengumpat kesal saja,sahabatnya ini kadang-kadang memang suka menyebalkan jika mereka telah bersama seperti ini.
"Ingat,lain kali jangan pernah ada kejadian yang seperti tadi lagi,jika kalian berdua masih tidak memiliki hubungan apapun" lanjut Hendri dengan nada perintahnya sambil berdiri dari duduknya tadi dan melangkah pelan kearah Mark.
Bukan apa-apa,hanya saja ia tidak mau sampai kejadian terulang nanti akan dilihat oleh istrinya,lalu ia ataupun mereka,pasti akan mendengar omelan dari istrinya yang lebih panjang dari pada dirinya dan itu pasti akan terasa sangat menyebalkan.
Tapi beda lagi ceritanya kalau mereka berdua telah memiliki hubungan kekasih,mungkin saja istrinya tidak akan mengomel dan akan mengerti lebih banyak dari pada dirinya.
"Baik,terima kasih,Tuan Besar" jawab Mark dengan nada pelannya sambil memikirkan perkataan akhir Tuan Besarnya barusan.
Tapi menurutnya tidak akan ada kata jika untuk kedepannya karena dirinya hampir sama seperti Willy yang ingin bebas,ia tidak terlalu suka diatur -atur oleh wanita manapun.Kecuali,jika wanita itu adalah majikannya,iapun tidak mampu berbuat apa-apa lagi.
"Baiklah.Kalau begitu,aku akan pulang terlebih dahulu,obatilah lukamu hingga sembuh dan lebih berhati-hati lagi untuk kedepannya" perintah Hendri lagi.
__ADS_1