Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.37


__ADS_3

Ia sangat tahu tentang hal apa yang sedang dilupakan atau coba diingat oleh Ellin pada saat ini,karena parfum itu hanya ada 1 saja didunia ini,dan juga karena parfum tersebut adalah hasil racikan dari salah satu sahabatnya yang berprofesi sebagai perfumer sedari dulu saat ia berada di Spanyol.


Dan juga yang telah berhasil membuat parfum miliknya ini menjadi langka dan hanya ada 1 didunia ini,tentu saja karena parfum miliknya terbuat dari minyak absolut,campuran formulasi yang pekat,sangat aromatik dan berminyak, yang diekstrak dari tanaman atau bunga tertentu,yang langsung dipilih oleh dirinya sendiri saja.


Bahan-bahan alami yang paling mahal,yang sangat jarang dan sangat sulit diperoleh atau sangat terbatas,tentu saja yang lainnya tidak akan mampu mengikuti pilihan acak yang sama seperti dirinya tersebut.


Maka dari itu,hal yang dimaksudkan oleh Ellin barusan sudah dipastikan tentang malam itu, terlebih lagi ruangan pribadinya tersebut memang selalu dipenuhi oleh aroma wewangian parfumnya,bahkan akan terhirup disetiap sudut dan sisinya ruangan pribadinya itu.


Ternyata walaupun Ellin agak sedikit manja dan polos,ternyata wanita menyebalkan ini masih bisa mengingat jelas tentang bagaimana aroma wangi parfum miliknya ini.


Tapi untungnya Ellin tidak begitu mengingatnya lagi,dan baru kali ini ia merasa bersyukur tentang apa yang sedang ia hadapi karena biasanya ia tidak pernah merasa takut ataupun khawatir saat ia sedang menghadapi masalah apapun.


"Tapi paman,aku benar-benar merasa pernah menghirup aroma wangi parfum yang seperti ini" ucap Ellin yang tetap dengan apa yang sedang ia pikirkan,sambil mengalihkan tatapan seriusnya kearah Willy yang baru saja selesai meletakkan tangannya ketempatnya semula.


"Lalu?" tanya Willy dengan nada malasnya karena tatapan seriusnya Ellin malah terlihat seperti tatapan manja dimatanya.


"Aku ingat banget kalau aku memang pernah menghirup aroma wangi parfum ini disuatu tempat, tapi sayangnya aku tidak ingat dimana tempat itu dan kapan aku menghirupnya. Aduuhhhh,kenapa kepalaku begitu pelupa sekali?" jawab Ellin dengan nada dan wajah seriusnya,tapi berubah menjadi memberengut kesal saat ia bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bahkan ekspresi dan tingkahnya Ellinpun saat ini malah semakin terlihat jelas begitu manja dimatanya Willy hingga membuat Willy menggeleng-gelengkan pelan kepalanya dengan gerakan malasnya dan sekaligus menghela napas lega karena Ellin yang begitu pelupa, padahal kejadian tersebut baru saja lewat 2 minggu.


"Jika sudah lupa,maka lupakan saja dan tidak perlu diingat-ingat lagi.Kenapa hanya begitu saja,repot?..." ucap Willy dengan perasaan lega, pastinya,sambil terus fokus kejalan dan juga melirik sekilas kearah Ellin.


"Tapi,,," Ellin yang masih sibuk ingin mengingat-ngingatinya,lagi-lagi kembali disela oleh Willy dengan cepat.


"Kamu hanya perlu ingat kalau lain kali kamu tidak perlu memakai pakaian terbuka seperti ini lagi,supaya tidak akan ada pria hidung belang yang akan datang menganggumu nanti" sela Willy dengan nada dan wajah santainya.


'Dan juga,supaya kejadian pada malam itu tidak akan sampai terulang kembali' lanjut Willy didalam hatinya sambil menghela napas pelan.


"Hanya saja aku terus bertanya-tanya sedari tadi,apakah Daddymu itu tidak merasa sakit mata saat dia melihat pakaian yang sedang kamu pakai ini,tadi?" lanjut Willy dengan kening yang mengernyit heran kearah Ellin.


"Paman,jika kamu hanya ingin terus mempermasalahkan pakaianku ini saja,aku rasa itu tidak perlu.Sebaiknya paman diam dan fokus pada setir mobilnya paman saja..." jawab Ellin yang malah kembali merasakan kesal,saat ia mendengar Willy yang malah kembali membahas tentang pakaian terbukanya tersebut.


'Bagaimana ini? Jangan sampai paman Willy tahu kalau aku telah menukar pakaianku ini saat diperjalanan keluar dari Mansion tadi,tanpa sepengetahuannya Daddy dan Mommy' lanjut Ellin dengan perasaan khawatirnya,tapi ia juga merasa sangat kesal terhadap Willy yang menurutnya sudah terlalu banyak ikut campur dalam masalah pribadinya.


Sedangkan Willy,ia langsung tersenyum lucu didalam hatinya saat ia melihat ekspresi kesalnya Ellin tersebut,walaupun Ellin memang kadang suka menyebalkan dimatanya tapi kadang-kadang juga bisa terlihat manis dan lucu dimatanya seperti yang terus terjadi sedari tadi.

__ADS_1


"Kenapa sepertinya kamu terlihat begitu khawatir,hm?" tanya Willy dengan kening mengernyit herannya, saat ekor matanya bisa melihat jelas jari-jari lentiknya Ellin yang tiba-tiba saja sibuk memilin ujung dressnya sendiri.


"Hah! Tidak ada,aku tidak sedang merasa khawatir tentang apapun,mungkin paman saja yang sedang berpikir berlebihan" jawab Ellin dengan berusaha tetap mempertahankan ekspresi kesalnya sedari tadi,supaya ia tidak akan ketahuan.


"Baiklah,tidak masalah jika kamu tidak ingin mengatakannya padaku.Tapi aku memiliki satu hal lagi yang harus aku katakan padamu saat ini,dan kali ini kamu harus benar-benar mendengarkan apa kataku.Mulai sekarang,kamu jangan suka atau pernah pergi ke Club malam lagi..." ucap Willy dengan nada seriusnya,sambil mengalihkan tatapan herannya tadi kearah depan kembali tapi nada bicaranya penuh dengan ketegasan dan peringatan.


"Paman,apakah kamu tidak terlalu berlebihan dalam mengatur urusan pribadiku? Lagi pula, memangnya siapa yang mengatakan pada paman kalau aku suka pergi ke Club malam, hm?" Ellin yang baru saja berusaha untuk menetralkan perasaan kesalnya tadi,tapi malah kembali merasakan kesal tingkat dewa karena kalimat sok tahunya dan penuh aturannya Willy barusan.


"Bukannya malam itu,kamu juga,,," Willy yang baru saja tersadar dengan perkataan gegabahnya itu,iapun segera menghentikan perkataannya dan terdiam selama beberapa detik.


"Apa sebenarnya yang ingin paman katakan, kenapa malah berhenti bicara?" tanya Ellin dengan kening yang mengernyit heran dan sekaligus bingung,saat ia bisa melihat jelas wajah tampannya Willy yang sedang fokus kedepan itu,malah terlihat agak sedikit tegang.


"Tidak,tidak ada yang ingin aku katakan lagi" jawab Willy dengan perasaan bingung dibalik nada dan wajah tegasnya.


"Hanya saja aku akan pertegaskan padamu untuk terakhir kalinya,kamu harus mendengar perkataanku,jika kamu ingin hidup lebih lama lagi" lanjut Willy tanpa mengalihkan tatapan lurus kedepannya tersebut sedikitpun.


"Paman,bisakah kamu,,," lagi-lagi kalimat keberatan atau kesalnya Ellin kembali disela oleh Willy dengan cepat.

__ADS_1


"Nona Ellin kusuma,aku mohon pengertian darimu.Sekarang duduk diam dan jangan bicara lagi,jika tidak,aku tidak akan keberatan untuk melempar dirimu keluar sana dengan mobil yang terus melaju kencang nantinya" sela Willy dengan nada seriusnya sambil menatap tajam sebentar kearah Ellin yang langsung duduk dengan tubuh yang menegang takut.


__ADS_2