
"Tadi ada yang menyerangku secara tiba-tiba, hingga membuat mobilku menabrak pembatas jalan dan hancur" Markpun menjawab singkat pertanyaan dari bawahannya Willy tadi,setelah ia sudah selesai menghela napas lega,ia mengira kalau mereka akan menghambat perlariannya tapi ternyata mereka adalah orang-orangnya Willy.
Ia memang mampu melawan mereka dengan pisau kecilnya itu saja,tapi ia akan kewalahan dan mungkin saja nyawanya akan dalam bahaya.Sekarang dengan adanya bawahannya Willy,iapun merasa lega dan juga tenang karena ada bawahannya Willy yang akan membantunya.
'Tuan Mark?' sedangkan Ellia,ia hanya mampu duduk tercengang dan membatin saja,karena ia belum sempat atau belum memiliki kesempatan untuk menyela pembicaraan mereka yang semakin didengar tapi dirinya malah semakin kebingungan.
Apa lagi tadinya ia berharap kalau bawahannya Willy akan menyeret pria yang bernama Mark ini jauh-jauh dariya,tapi kenapa mereka malah menunduk hormat pada Mark,sepertinya pria yang bernama Mark ini memiliki kehebatan atau kedudukan yang sama seperti Willy.
"Itu dia,cepat tangkap dia" terdengar suara teriakan kuat yang telah menghentikan pembicaraannya mereka,tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Baik,bos" orang-orang tersebut terlihat bergegas mendekat,mereka bahkan tidak memperhatikan orang-orang yang sedang berada didekatnya Mark karena terlalu bersemangat ingin menangkap Mark saat ini juga.
"Kalian urus mereka,jangan sampai ada satupun dari mereka yang berhasil lolos" perintah Mark dengan nada pelannya tapi tetap terdengar tegas ditelinga para bawahannya Willy,lalu ia segera masuk kedalam mobil dan duduk didalam sana sambil menutup pintu mobil.
"Baik,Tuan" jawab bawahannya Willy dengan menunduk hormat secara serentak.
"Nona Muda,bisakah Nona Muda tolong bawa Tuan Mark kerumah sakit?" tanya salah satu bawahannya Willy dengan nada dan wajah penuh harapnya,karena masih ada masalah yang harus ia dan yang lainnya uruskan sebentar lagi.
"Tapi,,," belum sempat Ellia menyatakan kalimat keberatannya,bawahan tersebut langsung menyelanya dengan cepat.
__ADS_1
"Nona Muda,Tuan Mark adalah orang yang baik. Dan yang lebih pentingnya,Tuan Mark sudah sejak lama berkerja dengan Tuan Besar" sela pria tersebut dengan cepat,sambil memerhatikan pria-pria berwajah sangar yang sudah semakin mendekat,melalui ekor matanya.
Sedangkan Mark,ia tidak perduli dengan keadaan disekitarnya lagi,ia bahkan sudah mulai mencabut pecahan-pecahan kaca dari lengannya dan melupakan keberadaannya wanita yang sempat ia dengar dipanggil Nona Muda oleh bawahannya Willy tadi.
Lagi pula ia memang harus segera mengatasi lukanya terlebih dahulu supaya darahnya tidak keluar lebih banyak lagi,terlebih lagi sedikit banyak ia memang benar-benar merasa lega dengan keberadaan bawahannya Willy tersebut, mereka benar-benar sebuah keberuntungan yang tidak terduga baginya.
"Nona Muda,cepatlah nyalakan mobilnya dan pergi kerumah sakit sekarang juga.Maaf,kalau saya lancang,tapi Nona Muda,sekarang memang bukan waktunya untuk menjelaskan apa yang telah terjadi.Saya harap,Nona Muda bisa mengerti apa maksudku?" lanjut pria tersebut lagi,saat ia melihat Ellia yang masih saja terdiam dengan wajah bingungnya tersebut.
Ia tidak sedang mengkhawatirkan tentang keberadaannya para pria-pria sangar tersebut,tapi ia hanya sedang mengkhawatirkan keadaannya Tuan Mark karena darahnya Tuan Mark terlihat jelas bertumpahan dijalanan yang ada disekitarnya saat ini.
"Baiklah,aku akan menunggu penjelasan dari kalian nanti" ucap Ellia dengan nada dan wajah kesalnya sambil melirik sekilas kearah serombongan pria berwajah sangar yang sedang berjalan mendekat kearah mereka itu,lalu iapun langsung melajukan mobilnya dengan berbalik arah terlebih dahulu dan kecepatan sedang.
Ellia terus melaju kearah rumah sakit milik Daddynya sambil melirik kearah kaca spion mobilnya karena tiba-tiba saja terdengar beberapa kali suara tembakan.
Lalu ia mulai memerhatikan pria yang ada dibelakangnya,yang tidak terpengaruh sedikitpun dengan suara tembakan tersebut dan yang sedari tadi masih sibuk mengeluarkan pecahan-pecahan kaca tersebut dari dalam dagingnya satu-persatu.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ellia dengan nada dan wajah khawatirnya saat ia melihat wajahnya pria tersebut yang terlihat semakin pucat saja,tapi ia juga merasa heran karena pria tersebut tidak terlihat kesakitan saat sedang mengeluarkan pecahan-pecahan kaca tersebut.
"Menurutmu?" tanya Mark balik dengan nada malasnya sambil terus mengerjakan apa yang sedang ia lakukan sedari tadi.
__ADS_1
"Tentu saja menurutku,kamu itu tidak sedang baik-baik saja" jawab Ellia dengan nada dan wajah kesalnya kembali,saat ia mendengar jawaban dari Mark yang malah menjadi pertanyaan kembali barusan.
"Apa kamu tidak merasakan sakit,hm?" Ellia kembali bertanya dengan nada bingungnya, karena Mark mengeluarkan pecahan-pecahan kaca tersebut dengan begitu santai dan wajah tenangnya.
"Apakah kamu berniat ingin mencobanya,hm?" tanya Mark balik dengan nada kesalnya tanpa menatap kearah Ellia sedikitpun,ia hampir sama dengan Willy karena ia paling tidak suka berbicara banyak dengan wanita manapun.
"Apakah kamu tidak bisa menjawab saja, pertanyaan yang telah aku berikan?" tanya Ellia dengan nada dan wajah kesalnya sambil melirik kesal sekilas kearah belakangnya,dimana Mark masih sibuk dengan lukanya.
"Tidak" jawab Mark dengan singkat,hingga berhasil membuat Ellia menjadi semakin kesal saja.
"Dasar pria tidak tahu diri" umpat Ellia dengan gumaman pelannya dan wajah memberengut kesalnya,sambil terus fokus kearah depannya.
Jika saja bukan bawahannya Willy yang memaksa tadi dan juga penampilannya Mark yang lumayan memprihatinkan menurutnya,ia pasti akan melempar Mark kejalanan sedari tadi tapi sayangnya ia bahkan tidak memiliki sedikitpun keberanian yang seperti itu.
Sedangkan Mark,ia terus mencabut hingga pecahan terakhirnya selesai,lalu iapun segera mengoyakkan sedikit kain dari kemeja yang sedang ia pakai saat ini,hingga menampakkan dada berototnya dan juga perut sixpacknya, cetakan-cetakan petakan yang memang begitu sempurna dan tidak terlihat ada lemak sedikitpun disana.
'Dasar,apakah pria ini sengaja ingin memamerkan otot-otot kerasnya itu padaku' batin Ellia dengan perasaan kesalnya saat ia melihat tubuh depannya Mark yang terlihat jelas tersebut,ia bahkan harus mengipas-ngipas wajahnya beberapa kali,untuk mengusir rasa panas yang mulai mengalir diwajahnya karena permandangan indah yang jarang-jarang ia lihat itu.
Dan sedangkan Mark,ia terlihat tidak perduli dengan ketegangan yang dirasakan oleh Ellia.Ia bahkan tidak punya banyak waktu untuk memerhatikan semua itu,sekarang ia hanya berpikir untuk segera menghentikan pendarahan yang sedari tadi terus mengalir dari lengan berototnya tersebut.
__ADS_1