Kembar Cantiknya Sang Mafia

Kembar Cantiknya Sang Mafia
Bab.48


__ADS_3

Tapi sialnya saat ia berbalik badan dan ingin melangkah pergi dari sana,Ellia tidak menyadari kalau ujung pakaian Dokternya telah tersangkut diselipan pegangan ranjang pasien tersebut.


Begitu juga dengan Mark yang sedari tadi, fokusnya memang kearah wajahnya Ellia saja,hingga iapun juga tidak menyadari hal tersebut.


Hingga...


"Ahggkkk..." terdengar suara pekikan kecilnya Ellia yang baru saja berbalik badan tapi tubuhnya malah memaksa untuk berbalik kembali karena pakaiannya yang tersangkut tersebut.


Tubuhnya bahkan langsung terhuyung kearah Mark yang sama sekali tidak memiliki persiapan sama sekali,hingga membuat ia tidak berhasil menopang tubuhnya Ellia dengan baik.


Dan yang lebih parahnya lagi,kedua tangan kokohnya Mark yang tidak berhasil diletakkan pada tempat yang seharusnya itu,malah mendarat tepat dikedua gunung kembar empuknya Ellia.


"Apa yang,ahghmm..." baru saja Ellia berniat ingin memarahi Mark,tapi Mark malah reflek langsung menjauhkan kedua tangannya kesamping kiri dan kanan,sebelum Ellia sempat menyelesaikan kalimat makiannya tersebut.


Gerakan cepatnya Markpun langsung berhasil membuat bibirnya dan bibirnya Ellia menyatu dengan begitu cepat dan rapat,hingga membuat mereka berdua terdiam dengan posisi hampir berpelukan selama beberapa detik,terutama dengan Mila yang langsung tercengang dengan kedua mata yang terbuka lebar.


Walaupun ia merasa kesal karena tidak terima dengan permandangan yang ia lihat saat ini,tapi ia hanya mampu tetap berdiri dengan wajah tercengangnya saja.


Dan yang lebih kacaunya lagi,penyatuan sepasang bibir tersebut malah bertepatan dengan kedatangan 2 orang yang bisa memberi mereka tanggapan yang berbeda dan juga ketegangan sementara pada ruangan tersebut.


"Ceklek..." terdengar suara pintu ruangan tersebut yang dibuka dari luar,masuklah 2 pria yang berbeda usia dengan langkah santainya mereka.


Tapi suara pintu terbuka barusan ternyata juga tidak mampu menyadarkan sepasang manusia tersebut,hingga langkah santainya mereka langsung terhenti dengan wajah tercengangnya mereka sama seperti yang terjadi dengan Mila.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian...


"Ehem ehem ehem..." dehem kedua pria beda usia tersebut secara serentak dengan nada tinggi sambil bercekak pinggang,saat mereka berdua yang terlebih dahulu tersadar dari rasa tercengang tersebut.


Deheman dari pria muda tersebut terdengar nada mengejek,sedangkan deheman miliknya pria paruh baya tersebut,terdengar nada kesalnya karena permandangan tidak terduga tersebut.


Sedangkan Mark dan Ellia yang tadinya masih terdiam dan setia dengan posisi aneh mereka tersebut,merekapun langsung terlonjak kaget hingga membuat sepasang bibir mereka terpisah begitu saja.


"Apa yang sedang kalian lakukan,hm?" tanya pria paruh baya tersebut yang ternyata adalah Hendri Kusuma,Daddynya Ellia.


"Dad..." Ellia.


"Tuan Besar..." Mark.


"Apakah kalian berdua sudah tuli,aku bertanya apa yang sedang kalian berdua lakukan barusan?" Hendri kembali mengulangi pertanyaannya tadi,sambil menatap tajam kearah Mark yang hanya mampu menunduk hormat kearahnya saja.


"Dad,yang barusan tidak seperti apa yang sedang Daddy pikirkan.Tadi aku tidak sengaja terjatuh keatas tubuhnya Mark,hingga kami menjadi berakhir seperti yang Daddy lihat tadi"jelas Ellia dengan nada pelannya,wajah bingungnya dan berusaha tetap tenang sambil melirik sekilas kearah wajah cueknya Willy.


"Maafkan aku,Tuan Besar,aku benar-benar tidak berniat dan kami tidak sengaja melakukan apa yang telah Tuan Besar lihat tadi.Aku harap,Tuan Besar akan memaafkan kesalahanku tadi" timpal Mark yang ikut menjelaskan versi dirinya,mana tahu saja Tuan Besarnya mencurigai dirinya yang tidak-tidak nanti.


Padahal yang barusan itu benar-benar diluar dugaannya juga,ia tidak menyangka kalau Ellia akan terjatuh tepat diatas tubuhnya,ia juga bahkan saat ini harus menahan rasa sakit dilengannya karena telah menahan tubuhnya Ellia tadi.


"Sudahlah,biarkan saja,kenapa juga kamu harus marah? Anak muda zaman sekarang,sudah biasa melakukan apapun dirumah sakit,maksudnya w walaupun sedang sakit.Kamu ini seperti tidak pernah muda saja..." timpal Willy dengan nada dan wajah tersenyum mengejeknya kearah Hendri dan juga melirik sekilas kearah lengannya Mark yang sedang mengalirkan darah saat ini,ia berbicara sambil berjalan mencari kursi untuk bisa ia duduk didalam sana.

__ADS_1


Tapi Mark sangat tahu kalau senyuman ejekan tersebut juga ditujukan untuknya,tapi ia hanya mampu menahan rasa kesalnya saja dibalik wajah bingungnya tersebut.


"Paman,jangan sembarangan bicara,kami bahkan tidak memiliki hubungan apapun.Tadi itu,kami hanya mengalami kecelakaan kecil saja" ucap Ellia dengan nada dan wajah memberengut kesalnya sambil menatap kesal kearah Willy dan juga Mark,tapi kedua pria tersebut hanya menanggapinya dengan ekspresi cuek saja.


"Kecelakaan kecil? Bukan juga tidak masalah,bukankah begitu kawan?" tanya Willy dengan nada dan wajah tersenyum tipisnya, sambil menaikkan sebelah kakinya kesebelah kakinya lagi,dan juga menyandarkan tubuhnya kebelakang.


"Sudah,sudah,jangan bicara lagi.Kali ini masalah ini akan Daddy lupakan,tapi ingat,tidak akan ada lain kalinya lagi.Apakah kalian berdua mengerti?..." timpal Hendri dengan nada dan wajah kesalnya,tatapan tajamnya beralih kearah Ellia yang baru saja ingin menjawab Willy itupun langsung terdiam,lalu kembali beralih kearah Mark.


Bukannya ia tidak menyukai Mark tapi setahu dirinya mereka berdua tidak pernah bertemu, terlebih lagi,mereka berdua memang tidak memiliki hubungan apa-apa.


Bagaimana jika tadi istrinya yang melihat permandangan tidak terduga tersebut,bisa-bisa perdebatannya pasti lebih ribut dan lama dari pada yang sekarang,sudah dipastikan kalau dirinya juga yang akan kerepotan.


Lain ceritanya jika mereka memang memiliki hubungan asmara,dirinya pasti tidak akan merasa begitu kesal,ditambah lagi dengan Willy yang suka memanas-manasinnya sedari tadi.


"Dan kamu,seperti sudah pernah memiliki kekasih saja" lanjut Hendri dengan nada malasnya sambil menatap kesal kearah Willy yang langsung mendengkus kesal kearahnya.


"Dasar..." ucap Willy dengan nada kesalnya karena ia tahu pasti kalau Hendri sedang mengejeknya dan menganggap mantan kekasihnya yang tidak disukai oleh Hendri yang sedari awal itu,tidak pernah memiliki hubungan asmara dengan dirinya.


"Ellia,sekarang kamu dan yang lainnya keluarlah terlebih dahulu,ada yang ingin Daddy dan paman Willy bicarakan dengan Mark" ucap Hendri dengan nada seriusnya dan wajah tegasnya.


"Baik,Dad" jawab Ellia dengan nada dan wajah tidak berdayanya,padahal ia berniat ingin memarahi Mark terlebih dahulu,baru akan pergi dari sana.


Tapi sekarang mau tidak mau ia terpaksa pergi dari sana,sebelum sempat melampiaskan rasa kesalnya tadi terhadap Mark.

__ADS_1


__ADS_2