
Dilantai ke 2...
Terlihat wanita cantik yang sedang terbaring lemah diatas kasur kecil yang ada didalam ruangan sebesar kamar kecil dan selebar 1 ruko tersebut,ia terlihat mulai mengedip-ngedipkan kedua matanya dan juga terbangun dari rasa ngantuknya yang disebabkan oleh dosis obat tidur yang diberikan padanya tadi,untung saja hanya sedikit saja.
"Aku ada dimana sekarang? Kenapa aku bisa sampai berada disini?" tanya Ellin dengan nada pelan dan wajah bingungnya,bahkan kedua matanya masih terasa ngantuk hingga iapun mengucek-ngucek pelan kedua matanya.
"Sebenarnya ada dimana aku sekarang? Tempat apa ini? Bukannya tadi aku masih berada diruang kantorku,kenapa aku malah berada disini sekarang?" lanjut Ellin dengan nada takutnya,kedua mata ngantuknya langsung menghilang dan berganti dengan rasa takutnya, bahkan kedua mata ngantuknya tadi sudah mulai berair karena rasa takutnya tersebut.
Ia memang sering mendengar tentang kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab terhadap wanita sepertinya saat ia tinggal di Negara kelahirannya sebelumnya,tapi baru kali ini kali pertamanya ia mengalaminya sendiri hingga juga berhasil membuat dirinya mulai mengeluarkan keringat dingin.
"Apakah aku sedang diculik sekarang? Bagaimana ini? Aku harus melakukan apa sekarang?" Ellin kembali bertanya pada dirinya sendiri dengan ekspresi bingung,takut dan panik yang telah menjadi satu,sambil berdiri dari duduknya dan berusaha mencari celah atau solusi untuk bisa keluar dari ruangan kecil tersebut.
Dibenaknya saat ini mulai bertebaran tentang berita kasus-kasus kriminal yang sering ia nonton sebelumnya, pembunuhan, penculikan, permerkosaan dan penyiksaan,semuanya langsung muncul dibenaknya secara bergantian hingga membuat dirinya merasa semakin ketakutan.
"Paman,iya benar,paman...Aku harus menekan mutiara ini supaya paman segera datang untuk menyelamatkan aku" lanjut Ellin sambil menekan mutiara kecil yang ada digelangnya saat ia baru saja teringat pesan dari paman Willy pada mereka berdua kakak beradik hari itu,apa lagi rasa ngantuknya sudah berangsur-angsur menghilang sepenuhnya saat ini.
"Tapi bukankah tadi aku sudah menekannya, kenapa aku tetap saja diculik sampai ketempat seperti ini? Bukankah paman Willy pernah berkata kalau aku menekannya,dia akan segera datang menjemputku pada beberapa menit setelahnya.Dasar penipu..." lanjut Ellin lagi saat ia kembali teringat satu persatu tentang yang ingat sebelum tidak sadarkan diri tadi,walaupun merasa kesal tapi nyatanya ia hanya mampu memperlihatkan ekspresi takut diwajahnya saja saat ini.
__ADS_1
"Dan dimana Lili? Tidak mungkin bukan,kalau Lili yang telah merencanakan penculikan ini terhadapku?" Ellin hanya mampu terus bertanya pada dirinya sendiri karena ia tidak mampu mendapatkan sedikit celahpun untuk melarikan diri dari sana.
Ia lebih tidak menyangka kalau Lili yang telah ia anggap sebagai teman baik sekaligus saudaranya sekarang karena disebabkan oleh perhatian-perhatian yang terlihat tulus itu,tapi sekarang Lili malah menjebaknya hingga berakhir diruangan kecil yang dirinya tidak tahu dimana tepatnya ia berada sekarang.
Ia juga hanya mampu terus menangis tersedu-sedu pelan dan berjalan mondar-mandir dengan wajah gelisah takutnya sambil terus memikirkan cara untuk bisa keluar dari sana,hingga beberapa menit kemudian terdengar suara tegasnya beberapa pria dari luar ruangan yang membuat dirinya berdiri waspada dan tentu saja rasa takutnya itupun menjadi semakin meningkat.
"Tuan,yang lainnya sudah kami singkirkan" terdengar laporan dari kedua bawahan pria dan wanita yang sedari tadi sedang berjaga diluar ruangan tersebut dengan kepala menunduk hormat kepada Tuannya yang baru saja sampai.
Kata "Singkirkan" dari salah satu pria tersebutpun membuat Ellin harus menahan napas,Ellin bahkan langsung berjongkok dengan wajah takutnya.
"Tuan,jika kamu menginginkan uang,aku akan segera mendapatkan banyak uang untuk diberikan kepadamu,Tuan.Tapi asalkan Tuan segera melepaskan aku keluar dari tempat ini, aku berjanji kalau aku pasti akan memberikan berapapun uang yang Tuan inginkan ..." Ellin langsung mencoba untuk membujuk sang pelaku penculikan dirinya dengan suara gugupnya karena rasa takut yang masih menyelimuti dirinya itu sedari tadi.
Ia bahkan tidak berani menatap wajah sang pelaku,karena ia takut kalau-kalau sang pelaku penculikan tersebut buruk rupa sama seperti yang ia nonton difilm-film yang ada di TV,hal itu pasti akan lebih menyeramkan dengan melihat dikenyataannya yang seperti ia alami sekarang.
'Wanita ini benar-benar idi.t..' ternyata yang baru saja masuk keruangan tersebut adalah Willy,ia hanya mampu membatin dan menggeleng-gelengkan pelan kepalanya dengan ekspresi heran dan juga malas saat ia melihat apa yang ada didepannya saat ini.
Ellin terlihat sedang berjongkok dengan kepala yang menunduk kebawah,dengan mendengar suaranya saja,ia bisa tahu kalau gadis idi*t ini pasti sedang menahan tangis saat ini.
__ADS_1
"Apakah kamu masih tetap ingin berada disini hingga pagi,hm?" tanya Willy dengan nada malasnya,sambil terus memperhatikan Ellin yang masih setia dengan kepala menunduknya dibawah sana.
Dirinya yang setinggi 190 cm dan Ellin yang setinggi 160 yang sedang berjongkok menunduk dibawah sana,hingga terlihat seperti sedang memperhatikan anak kecil yang sedang merajuķ.
Ellin yang mendengar suara yang terdengar familiar tersebut,iapun segera mendongakkan kepalanya dengan gerakan pelan dan perasaan takut dan juga sekaligus ragu.
"Paman,ternyata paman sudah datang.Syukurlah paman sudah datang,aku sangat ketakutan sedari tadi,ntah siapa yang telah menculik aku hingga aku harus berada disini" ucap Ellin dengan nada senangnya tapi kedua matanya malah mengalir deras karena merasa senang yang berlebihan,saat ia sudah melihat jelas siapa pria yang ada dihadapannya saat ini.
Ellin berbicara sambil berdiri dari jongkoknya tadi,lalu berjalan kearah Willy dan langsung memeluk erat Willy karena rasa senangnya tersebut.
"Untung saja paman sudah ada disini sekarang, bagaimana kalau saja paman terlambat datang, aku pasti ntah telah menjadi apa sekarang..." lanjut Ellin dengan nada senangnya dan sisa tangisannya tadi,hingga membuat suaranya terdengar agak serak.
Sedangkan Willy,ia langsung berdiri dengan tubuh menegangnya selama beberapa detik setelah ia sudah berhasil menetralkan detakan jantungnya yang ntah kenapa malah semakin lama berdetak semakin kencang.
Ia tidak menyangka kalau Ellin akan langsung memeluk erat dirinya sampai seperti ini,dan ini jugalah salah satu penyebab ia tidak suka dekat atau menjalin suatu hubungan bersama wanita.
Apa lagi dengan wanita yang seperti Ellin,manja, mudah dibohongin,cerewet,dan utamanya tangisannya yang berisik tersebut,semua itu berhasil membuat dirinya menghela napas berat dan kesal dengan begitu panjang.
__ADS_1