
Tentunya setelah ia sudah selesai memakai pakaiannya,jam tangan dan yang lainnya.
Mobil hitam yang membawa Willy itupun langsung membawa Willy kesalah satu Cafe yang ada disekitar sana untuk sarapan pagi.
"Tuan,Tuan Besar berpesan jika Tuan harus memulai perkerjaannya Tuan pada pagi hari ini" ucap pengawal tersebut dengan nada pelannya saat ia melihat Tuan Willy yang sudah selesai sarapan, tanpa mengurangi rasa hormatnya sedikitpun.
"Hanya itu?" tanya Willy sambil menyesap kopi pahitnya,kopi pahit adalah salah satu minuman yang ia sukai.
"Tuan Besar juga berpesan,kalau Tuan bisa langsung datang ke Mansion pada pagi ini, supaya Tuan dan Nona Muda bisa saling mengenali" jawab pengawal tersebut,walaupun bisa dikatakan kalau Tuan Willy sedang diutuskan untuk menjadi sebagai seorang bodyguard tapi dirinya tetap akan menjadi salah satu pengagumnya Tuan Willy sejak dulu hingga sekarang.
'Cih,saling mengenali...' Willy langsung menggerutu kesal didalam hatinya,ia tidak terlalu memikirkan pesan menggelikan tersebut.
Hanya saja ia bertanya-tanya,apakah sahabatnya itu benar-benar tidak memikirkan tentang dirinya sedikitpun? Bagaimana caranya ia untuk menjaga kedua putri kembarnya ditempat yang berbeda dan diwaktu yang sama? Apakah sahabatnya itu memang berniat ingin membuat dirinya mati kelelahan secara perlahan-lahan?...
Tapi Willy hanya diam saja,ia terus menyesap kopi pahitnya perlahan-lahan hingga habis,barulah ia berdiri dari duduknya setelah ia selesai mengelap bibir tipisnya dengan tisu.
"Ayo,kita pergi ke Mansion Tuan Besar kalian sekarang" perintah Willy dengan nada tegasnya,lalu ia langsung berjalan pergi dari sana dengan beberapa pengawal yang langsung mengikuti langkah tegasnya itu.
30 menit kemudian...
Keluarganya Kusuma sedang sibuk sarapan dengan berbagai obrolan ringan,karena adanya kedua wanita kembar tersebut,meja makan yang biasanya sunyi senyap karena dipenuhi dengan peraturan itupun telah berkurang sedikit,dan menjadi sedikit berisik dan canda tawa.
__ADS_1
Sedangkan kedua orang tuanya Hendry,sedang tidak berada di Mansion saat ini,sekarang sepasang lanjut usia tersebut hanya suka berpergian untuk sekedar melihat keindahan alam dan juga berkumpul bersama sahabat-sahabat lamanya mereka.
Tapi untung saja kebisingan kedua putri kembar tersebut masih terhitung pelan dan tidak sebegitu berisik kali,jadi Hendri masih bisa menerimanya dengan penuh kesabaran.
"Tuan Besar,Tuan Willy sudah sampai" lapor ketua pelayan dengan nada pelan dan kepala menunduk hormatnya,ia bahkan harus menunggu sampai semua majikannya selesai makan,barulah ia melapor karena takut kena amukan dari Tuan Besarnya.
"Suruh dia tunggu diruang tamu" perintah Hendri dengan nada tegasnya,sambil melirik sekilas kearah wajah memberengut kesalnya kedua putri kembarnya itu.
"Baik,Tuan" jawab pengawal tersebut,lalu iapun segera berbalik badan dan pergi dari sana untuk melakukan tugasnya.
Beberapa menit kemudian,Hendry dan yang lainnya mulai berjalan santai kearah ruang tamunya,kecuali kedua putri kembarnya yang sedang berjalan tidak bersemangat karena masih merasa kesal.
"Kamu sudah sampai? Bagaimana? Apakah tidurmu tadi malam terasa nyenyak?" tanya Hendri yang sengaja ingin sedikit basa basi saja,sambil memperhatikan wajah dinginnya Willy yang memang terlihat agak segar.
"Menurutmu?" tanya Willy balik dengan nada malasnya sambil terus menatap pesan-pesan yang sedari 5 menit yang lalu,yang dikirim oleh bawahannya yang ada di Spanyol sana,ia bahkan tidak berniat ingin menatap wajah sahabat liciknya sedikitpun.
Tapi memang ia akui kalau tadi malam ia tidur begitu nyenyak,mungkin saja karena rasa lelahnya diperjalanan yang telah memakan banyak jam semalam.
"Menurutku,tidurmu cukup nyenyak" jawab Hendri dengan nada santainya,sambil duduk berhadapan dengan Willy,begitu juga dengan Angel yang tersenyum santai,ia sudah terbiasa dengan cara,cuek dan ekspresinya Willy tersebut.
Angel bahkan juga tahu jelas kalau Willy datang kesini untuk menjaga kedua harta karunnya itu juga karena paksaan dan ancaman dari suaminya sendiri,dan ia setuju dengan hal tersebut.
__ADS_1
Walau bagaimanapun juga,jika ingin berada disekitar suaminya ini,mereka harus memiliki orang-orang yang bisa diandalkan untuk melindungi nyawanya mereka.
"Baiklah.Sekarang aku akan,,,,,," belum sempat Hendri mengatakan tentang bagaimana caranya menjadi bodyguardnya kedua putri kembarnya itu,salah satu putri kembarnya sudah lebih dulu menyela dengan perasaan dan nada kesalnya.
"Dad,kenapa Daddy tidak mau mendengarkan kami,kami benar-benar tidak memerlukan seorang bodyguard" ngeluh Ellia,sang kakak,dengan wajah memberengut kesalnya sambil duduk disamping mereka.
"Iya Dad,kami masih bisa menjaga diri sendiri,jadi kami sudah tidak memerlukan seorang bodyguard lagi" timpal Ellin,sang adik,ia juga ikut duduk disamping kakaknya dengan gerakan kesalnya.
Willy yang tadinya masih fokus pada layar HPnya,refleks kepalanya bergerak perlahan kesamping sambil menyembunyikan perasaan kesal dibalik wajah dinginnya tersebut,saat ia mendengar kata "Bodyguard" barusan.
",,," tapi baru saja kedua mata dinginnya tertuju kearah wajah memberengut kesalnya kedua wanita kembar tersebut,kedua matanya melotot kaget dan mulutnya yang baru saja ingin terbuka barusan kembali tertutup rapat.
Ternyata wanita yang mabuk hari itu,ada disampingnya saat ini,dan malahan adalah putri dari sahabat baiknya.Tapi karena mereka kembar,jadi ia merasa agak bingung untuk membedakan yang mana satu,yang telah berani menggodanya malam itu.
Tadinya ia ingin mengatakan "Kamu",tapi sepertinya ia tidak boleh mengatakan apapun,karena sepertinya wanita tersebut tidak mengenalnya,lagi pula pada hari itu wanita itu mabuk hingga hilang kendali,mana mungkin bisa mengenali wajahnya lagi.
Dan apa tadi 'Masih bisa menjaga diri sendiri...',jika saja malam itu bukan dirinya,ia yakin pasti akan terjadi yang lebih buruk lagi pada wanita tersebut.
Sekarang rasanya ia sangat ingin berubah pikiran dan segera pergi dari sana begitu saja,tapi sayangnya ia sudah ada disini dan semuanya sudah terlanjur,hingga ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan mau tidak mau ia harus melanjutkan hal yang telah ia putuskan kemaren.
"Kalian ini jangan banyak bicara lagi,turuti saja apa katanya Daddy kalian" suaranya Angel yang terdengar tegas itupun berhasil membuat tatapan kagetnya Willy yang masih bertahan ditempat tersebut langsung beralih ke HPnya kembali saat ini,untung saja tidak ada yang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Kecuali,Hendry yang memang sedari semalam sudah menunggu momen kaget tersebut,iapun tersenyum lucu didalam hatinya saat ia melihat reaksi kagetnya Willy tadi,ia sudah menebak hal ini sedari semalam.
Sepertinya tidak lama lagi sahabat terbaiknya ini akan menikah,ia sudah tidak sabar untuk menunggu momen bahagia tersebut.