Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
14


__ADS_3

Marwa sengaja datang ke taman kota dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Gadis itu memakai celana jeans yang lebar di bawah seperti penyanyi dangdut tempo dulu. Kaos panjang yang kebesaran juga rambut panjang yang dikucir dua. Tak lupa, Marwa memakai kacamata besar yang biasa dipakai gadis culun.


"Gue yakin kalau tuh duda bakal langsung ilfeel sama gue." Marwa menatap pantulan dirinya di cermin dengan senyum semringah. Meskipun penampilannya berbeda dari biasanya, tetapi Marwa tetap saja percaya diri. Dia sengaja melakukan itu agar Leo tidak mau lagi mendekati dirinya.


Setelah semuanya siap, Marwa segera keluar kamar untuk berangkat. Ketika baru melewati pintu kamar, Zaenab yang baru selesai mandi terkejut melihat penampilan Marwa. Bahkan, gadis itu berteriak heboh dan lengkingan suaranya membuat kaca jendela bergetar saking dahsyatnya. Marwa yang terkejut karena teriakan itu pun sampai mengusap telinga yang terasa berdenging.


"Astaga, Zae. Jangan bikin telinga gue budek! Gue masih muda, dan jalan hidup gue masih panjang," cebik Marwa. Bibir gadis itu mengerucut hingga membuat Zaenab merasa gemas sendiri.


"Lagian elu bikin gue terkejut, Mar. Ada apa dengan penampilan elu ini? Kacamata kayak kebo, baju kayak orang jadul. Elu mau ngamen?" ledek Zaenab. Gadis itu terkekeh saat melihat Marwa berkacak pinggang.


"Perasaan ... elu hobi banget ngeledek gue, Zae. Jangankan ngamen, gue konser di kamar mandi aja diketawain cicak yang nongkrong di tembok," timpal Marwa. Zaenab hanya tertawa lalu mengambil segelas air putih untuk menghangatkan tubuhnya.


"La terus elu mau ngapain pakai baju norak kaya gitu?" Zaenab menenggak sisa air yang berada di gelas.


"Gue mau kencan."


Byurrr!!!


"Esteller!!!!" Para anggota Genk Ternak Duda yang lain sampai keluar saat mendengar teriakan Marwa.

__ADS_1


"Astaga, Mar. Gue kagak sengaja." Zaenab meminta maaf. Dia mengelap bibirnya, tetapi terlihat jelas kalau gadis itu sedang berusaha menahan tawa.


"Elu 'kan bisa jangan semburin tuh air ke muka gue, Zae. Elu bukan dukun, dan gue bukan pasien elu!" omel Marwa. Gadis itu mengusap wajah yang telah basah terkena semburan Zaenab barusan.


"Namanya aja orang kagak sengaja. Habisnya elu bikin gue kaget, Mar. Mana ada orang kencan, tapi penampilan kek gini." Zaenab menutup tawa. Demi apa pun, tawanya hampir saja meledak.


"Ish! Pengen gue uleni mulut elu terus gue jadiin donat, Zae!" Marwa dengan kesal mengambil tisu di atas meja untuk mengeringkan wajahnya.


Sementara anggota Genk Ternak Duda yang lain hanya terkekeh melihat apa yang menimpa Marwa juga perdebatan gadis itu dengan Zaenab. Setelah Marwa diam, Zaenab bergegas masuk ke kamar, dan ketika pintu kamar sudah tertutup rapat, tawa Zaenab meledak di sana. Bahkan, gadis itu sampai memegang perutnya yang mulai terasa kram karena terlalu banyak tertawa.


"Ada mbah dukun, sedang ngobati pasiennya. Konon katanya, sakitnya karena diguna-guna. Dengan segelas air putih lalu pasien disembur, byuuaaahhh. Hahahaha. Astaga perut gue sakit banget." Zaenab terus saja tergelak saat teringat Marwa tadi. Di mana wajah Marwa basah kuyub karena semburan itu.


"Olivia Zaenab Estellerrr!!!! Gue masih denger nyanyian elu yang cempreng itu! Gue tunggu elu di perempatan!" teriak Marwa, sembari menendang pintu dengan kencang. Namun, sesaat kemudian Marwa mengerang kesakitan dan terus saja memegangi kakinya.


"Sakit, astaga." Marwa mengaduh sembari mengusap kaki untuk meredakan rasa nyeri itu.


"Elu ngapain nungguin gue di perempatan, Mar?" balas Zaenab dari pintu. Ikutan berteriak seperti Marwa.


"Gue ajak beli cendol dawet seger! Lima ratusan, enggak pakai santan! Puas Lo!" seru Marwa.

__ADS_1


"Cendol dawet kagak pakai santan, ya kagak enak, Mar." Zaenab masih menimpali sambil terkekeh.


Demi ketenangan hatinya supaya tidak kesal, Marwa akhirnya memilih pergi dari sana dan membiarkan Zaenab tertawa. Marwa bertekad akan memberi pelajaran untuk gadis itu, suatu saat nanti.


"Meskipun balas dendam itu dilarang, tetapi kalau buat Zaenab si tukang rusuh, itu sah-sah aja," gumam Marwa sembari berjalan pergi.


β€’β€’β€’β€’


Sekedar informasi kalau tokoh dalam cerita ini berbeda dengan tokoh di cerita gadis-gadis Somplak ya.


Kalau cerita Kurap Panu, nama tokoh Suketi, Zaenab, dan Markonah hanyalah nama panggilan.


Kalau di cerita GTD ini, nama tokoh mereka adalah nama asli. So ... Mereka berbeda ya guys


Oh iya, jangan lupa mampir di karya Othor yang lain nih. Othor tunggu 😘😘


Othor bakalan fokus namatin Markonah sampai akhir bulan ya guys. Jadi, GTD baru aktif nanti mulai tanggal 1 Oktober.


Terima kasih atas kesetiaan kalian πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2