Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
43


__ADS_3

"Gila, tempat apaan kaya gini. Emang kalau ulang tahun di tempat serame ini acara bisa lancar ya," gumam Zaenab.


"Lihat, Zae. Banyak cewek yang jualan dada dan paha di sini. Lu kagak mau jualan juga?" seloroh Juminten. Dia mengaduh saat Zaenab sudah menonyor kepalanya cukup kencang.


"Gue sobek mulut lu." Zaenab menatap sahabatnya kesal.


"Dah, diem. Mendingan sekarang kita cari di mana Anjas." Marwa menengahi mereka.


"Pucuk dicinta ulam pun tiba." Zaenab tersenyum lebar saat melihat Anjas berada di sudut ruangan dan melambaikan tangan ke arah mereka.


"Makasih banget kalian sudah mau datang ke sini." Anjas tampak semringah menatap mereka satu persatu. Namun, dia paling lama menatap Marwa hingga membuat wanita itu salah tingkah sendiri.


"Eh, kok acaranya di tempat kaya gini. Emang kagak keganggu?" tanya Sumiatun. Anjas menggeleng cepat.


"Tidak. Kalian tenang saja. Acaranya ada di lantai atas. Kalian naik dulu saja biar aku pesankan minuman." Anjas pun menyuruh salah satu karyawan di sana untuk mengantar ke private room yang ada di sana.

__ADS_1


Para gadis itu pun hanya mengikut di belakang, berjalan ke atas. Sementara Anjas berjalan ke area belakang. Namun, ketika baru menaiki tiga anak tangga, Zaenab menepuk kening saat mengingat kalau ponselnya tertinggal di dashboard motor. Dia pun berpamitan untuk keluar terlebih dahulu, sedangkan yang lain melanjutkan langkah menaiki anak tangga.


Zaenab terus saja menggerutu dalam hati. Bagaimana dia bisa sangat ceroboh. Dalam hati kecilnya sangat berharap semoga tidak ada yang mengambil ponsel miliknya. Karena hanya satu ponsel itu yang dia miliki saat ini.


Embusan napas lega terdengar dari Zaenab saat melihat benda pipih itu masih berada di tempatnya. Dia pun segera mengambil dan hendak kembali ke dalam. Namun, langkah Zaenab terhenti saat melihat Anjas sedang mengobrol dengan seorang wanita di samping gedung itu. Zaenab merasa tidak asing dengan wanita itu. Seperti pernah melihatnya, tetapi di mana, dia lupa.


Entah mengapa, Zaenab merasa sangat curiga. Berjalan mendekat dengan cara mengendap lalu menempelkan tubuhnya merapat dinding. Ingin sekali mendengar pembicaraan mereka.


Bola mata Zaenab melebar sempurna saat mendengar obrolan mereka. Bahkan, sampai menggeleng tidak percaya. Dengan perlahan Zaenab hendak kabur sebelum kedua orang itu menyadari keberadaan dirinya.


Zaenab tiba-tiba bersin. Dia pun menjadi panik sendiri apalagi saat mendengar langkah kaki mendekat. Zaenab segera berlari sebelum ketahuan. Ketika melihat seorang lelaki berjalan sendirian, Zaenab pun langsung menggandeng tangan lelaki itu.


"Kamu—"


"Diamlah. Aku sedang dikejar orang jahat." Zaenab berbisik sambil sedikit merem*s lengan lelaki itu karena masih ketakutan. Lelaki yang memakai Hoodie warna army tersebut menoleh dan melihat Anjas dan Angel sedang celingukan.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan membantumu." Lelaki itu melepas Hoodie yang dikenakan secara cepat lalu memakaikan kepada Zaenab. Setelahnya, dia merangkul pundak gadis itu sangat erat.


"A-apa yang kamu lakukan?" Zaenab bingung dan gugup sendiri.


"Aku hanya membantumu agar mereka tidak curiga." Ekor mata lelaki itu terlihat melirik ke samping. Tiba-tiba memeluk Zaenab sangat erat. "Mereka mendekat. Diamlah dalam pelukanku."


Zaenab hanya menurut. Dia justru membalas pelukan lelaki itu sangat erat. Bau parfum maskulin yang masuk ke indera penciuman Zaenab membuat gadis itu tanpa sadar menghirup dalam.


"Hei, jangan mesum." Lelaki itu mendorong tubuh Zaenab saat tidak ada siapa pun di sana.


"Gue kagak mesum. Cuma tergoda sama wangi parfum lu aja." Zaenab mengedipkan sebelah mata sambil tersenyum centil. Lelaki itu pun bergidik ngeri.


"Jangan bilang kamu waria yang suka goda pria kekar," tukas lelaki itu.


"Buju busett! Gue cewek tulen, oe! Sembarangan kalau ngomong." Zaenab berkacak pinggang dan menatap kesal. "Lu belum pernah ngerasain apem gue, ya!"

__ADS_1


"Belum. Emang kamu di sini jualan apem? Harga berapa?" tanya lelaki itu membuat Zaenab memutar bola mata malas.


__ADS_2