Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
06


__ADS_3

Martu, Marwa, dan Juminten tercengang saat melihat ada beberapa bungkusan kond*m dengan gambar buah. Marwa tidak menyangka akan mendapat kiriman semenyeramkan itu untuk seorang gadis perawan seperti dirinya. Juminten mengeluarkan semua barang tersebut dari kotak lalu terdiam saat melihat ada secarik kertas terletak di paling bawah.


"Ada catatannya oe!" Juminten mengangkat kertas tersebut. Marwa dan Martu saling berebut ingin ikut membaca tulisan tersebut.


Aku masih menunggu kamu datang untuk memuaskanku dan barang-barang ini aku kirim sebagai penambah utang supaya kamu lebih lama membuat aku puas.


"Astaga!" Marwa memekik. Seluruh bulu halus di tubuhnya merinding setelah membaca tulisan tersebut. Sementara Martu dan Juminten menatap penuh kasihan kepada Marwa. Meskipun mereka juga tertawa dalam hati melihat kesialan sahabatnya.


"Sial banget hidup gue!" Marwa mengacak rambut dengan kasar. Wajahnya tampak begitu frustrasi.


Martu dan Juminten akhirnya tergelak saat melihat raut wajah sahabatnya. Bukannya kasihan lagi, tetapi mereka seolah merasa begitu puas saat melihat sahabatnya menderita. Begitulah sahabat, dia akan tertawa paling keras saat kita terjatuh.


"Mar, tinggal iya-in aja kenapa, sih. Elu enak Mar, tinggal kipas-kipas ntar lu minta apa aja dipenuhi." Seketika Martu beralih profesi sebagai tukang mengompori.

__ADS_1


"Dan gue harus ngerelain keperawan*n gue buat lelaki itu? Sorry! Gue enggak sudi! Gue bakal kasih buat suami gue nantinya meskipun belum kelihatan sampai sekarang siapa jodoh gue!" Marwa bersungut-sungut. Menolak tegas saran sahabatnya.


"Elu bisa minta apa pun yang elu mau, Mar. Apartemen mewah, mobil sport, jet pribadi, bahkan barang-barang yang limited edition pun bisa elu miliki." Juminten justru ikut memanasi.


"Kalian emang sesat! Harga diri gue enggak serendah itu. Gue cuma mau ngasih perawan gue untuk lelaki yang jadi suami gue. Ingat itu baik-baik. Lelaki yang jadi suami gue! Gue ulang lagi biar kalian inget. Enggak untuk yang lain, meskipun dia mau ngasih dunia beserta isinya sekalipun!" tandas Marwa.


"Kalau itu enggak mungkin deh, Mar." Juminten menimpali sembari terkekeh.


"Kenapa enggak mungkin?" Marwa mengerutkan keningnya. Raut wajahnya menunjukkan kepolosan.


"Tumben elu bener, Jum."


"Siapa dulu, dong. Juminten." Juminten menepuk dada tanda membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Udahlah, mendingan kalian bakar aja ini permen surga dunia. Ogah gue!" Marwa bangkit berdiri lalu berlalu ke kamar. Meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya diam di tempat.


"Makanannya gimana, Mar? Ikut dibakar juga?" teriak Juminten.


"Masa bodoh!" balas Marwa dari dalam kamar.


Martu dan Juminten pun bersorak kegirangan lalu saling berebutan mengambil jajanan tersebut untuk di bawa ke kamar mereka. Lumayan, barang gratis dan dompet mereka aman dari godaan minimarket di seberang selama beberapa hari.


***


Leo sudah terlihat tampan dengan kemeja warna biru dongker yang berpadu dengan jas hitam pekat. Rambut yang disisir rapi makin menambah kesan gagah dari pria tersebut. Leo menatap layar ponsel sebelum memasukkan ke saku dalam jas. Dia mendes*h kecewa karena tidak ada satu pun notif dari seseorang padahal dia sudah menunggu sejak semalam.


Leo pikir, setelah mengirimkan banyak jajan ke rumah Marwa, gadis itu akan menghubungi terlebih dahulu meski untuk sekedar mengucapkan terima kasih. Namun, nyatanya semua yang ada dipikiran Leo melenceng jauh dari kenyataan hingga membuat mood Leo memburuk seketika. Lelaki itu rasanya ingin marah-marah terus sejak tadi.

__ADS_1


Tanpa menyantap sarapan yang sudah susah payah disiapkan Vinny, Leo melajukan mobilnya ke perusahaan milik sang papa yang sekarang sudah menjadi miliknya. Leo memang seorang CEO meski perusahaan miliknya bukanlah perusahaan terbesar di Asia maupun Indonesia.


Akan tetapi, dia tetaplah seorang CEO. Seorang pemilik perusahaan yang sedang digandrungi oleh para wanita. Baik wanita dari segala kalangan. Kedatangan Leo di perusahaan selalu menyita perhatian seluruh karyawan wanita di sana. Apalagi saat ini Leo menyandang gelar duda kaya raya, makin banyaklah wanita yang tergila-gila dan berusaha mencari perhatian padanya. Banyak dari mereka yang berharap bisa membuat Leo jatuh cinta dan akan menjadi seorang nyonya muda.


__ADS_2