Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
52


__ADS_3

Seorang suami yang sedang menghadapi istri yang ngidam adalah suami paling sabar. Di mana dia harus selalu rela menuruti keinginan calon buah hatinya. Atau mungkin keinginan sang istri dengan dalih bayinya yang pengen. 


Seperti Leo. Lelaki itu awalnya sangat bahagia ketika harus menuruti keinginan Marwa. Namun, permintaan Marwa terkadang membuatnya kewalahan. 


"Naik dikit lagi, Mas. Yang itu." 


Leo mendes*h kasar ketika Marwa menunjuk buah mangga muda yang berada di atas kepalanya lagi. Padahal, memanjat sampai di posisi ini saja Leo sudah butuh perjuangan keras. 


"Bukankah ini sama saja? Ini juga masih muda." Leo berusaha merayu sang istri. 


"Beda. Itu 'kan cuma satu. Aku maunya yang kembar dua itu, loh. Yang dempetan." Marwa tidak mau kalah.


"Tapi soal rasa sama saja menurutku." 


"Ish!" Marwa bersedekap marah. Jika melihat Marwa yang sudah bersikap seperti itu, artinya keinginan wanita itu harus dipenuhi sekarang juga atau ibu hamil itu akan meraung-raung. "Coba bayangkan kalau punyaku ini cuma punya satu mangga. Rasanya pasti—"


"Baiklah aku naik lagi." 


Leo memotong ucapan Marwa yang sedang memegang buah dadanya. Dia lebih memilih untuk menuruti keinginan wanita itu sebelum ada drama yang terjadi. Dengan hati-hati Leo naik lagi dan mengambil buah mangga sesuai dengan permintaan sang ratu. 


Senyum Marwa pun tampak mengembang sempurna ketika Leo sudah memegang mangga kembar tersebut. Namun, ketika Leo hendak melemparkan, Marwa justru melarang dan menyuruh Leo agar membawa mangga tersebut sampai bawah. 

__ADS_1


Menolak? 


Tentu saja tidak. Walaupun dalam hati ngedumel, tetapi dia tetap menuruti keinginan sang istri. 


Seperti anak kecil yang kegirangan, Marwa berlari ke mobil sambil membawa buah mangga tersebut, sedangkan Leo terlebih dahulu memberi uang kepada si pemilik pohon. 


Ketika sudah masuk ke mobil, Leo terkejut saat melihat Marwa yang sedang menggigiti buah mangga tersebut. Dengan sedikit kesal dia langsung merebut buah mangga itu dan menjauhkan dari istrinya. 


"Kembalikan!" Marwa berusaha mengambil kembali mangga yang sudah sebagian digigitnya. 


"Tidak. Ini masih kotor. Harus dikupas dan dicuci terlebih dahulu." Leo menjauhkan mangga tersebut.


"Setidaknya dicuci dulu." Baru saja Leo selesai berbicara, dia dibuat terkejut karena Marwa sudah menangis kencang. Seperti anak kecil yang dicubit sangat keras. 


Leo pun kebingungan dan tanpa menunggu lama dia segera memberikan mangga tersebut kepada Marwa. Tangisan wanita itu pun mereda seketika dan Leo mengembuskan napas lega. 


"Makanlah," suruh Leo. 


"Tidak." Marwa menjawab cepat. Leo yang saat itu sedang fokus pada kemudi pun langsung menoleh ke arah sang istri. 


"Kenapa? Tadi kamu nangis minta itu. Sekarang malah nolak." Leo mulai terlihat kesal karena kesabarannya sedang diuji saat ini. 

__ADS_1


"Aku udah kenyang. Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah," ucap Marwa. Mengalihkan perhatian Leo sekilas dari jalanan. 


Pasti mau minta aneh-aneh lagi.  Sabar, Le. Ini demi calon buah hatimu agar tidak ileran. 


"Aku juga pengen kaya pohon mangga tadi. Kamu panjat, peluk lalu kamu lahap buah kembarku dengan sangat rakus." 


Citttt! 


Leo mengerem secara mendadak hingga membuat tubuh Marwa terhuyung ke depan dan hampir saja menabrak dashboard. 


"Kenapa kamu berhenti mendadak?" tanya Marwa kesal. 


"Em, tidak papa. Kalau begitu sekarang kita harus cepat sampai di rumah. Aku sudah tidak sabar ingin segera memanjatmu." Leo tersenyum senang. 


"Ish! Kalau soal begitu kamu memang jagonya. Tapi kamu harus ingat. Hanya boleh satu kali, jangan banyak-banyak kasihan anakmu," ucap Marwa memberi peringatan. 


"Baiklah. Aku tidak janji karena barangkali anak kita minta nambah terus dijenguk papanya." Leo kembali melajukan mobilnya sambil berdendang, sedangkan Marwa hanya bisa mendengkus kasar dan menyiapkan dirinya untuk mengimbangi permainan ranjang suaminya. 


Lihat saja. Aku yang akan memimpin permainan nanti malam. Hahaha. 


Marwa tertawa jahat dalam hatinya. 

__ADS_1


__ADS_2