Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
41


__ADS_3

"Untuk apa kamu datang ke sini?" Anjas melayangkan tatapan tidak bersahabat saat melihat kedatangan Angel ke rumahnya.


"Kamu tidak ingin menyambut sepupumu yang paling cantik ini." Angel mengibaskan rambut ke belakang dengan gaya angkuh.


"Cih! Aku tidak sudi menganggapmu sebagai sepupu." Anjas berdecih. Merasa sangat tidak suka. Namun, Angel tidak peduli dan tetap duduk di depan lelaki itu dengan santainya. Meskipun tatapan Anjas seperti akan menelannya hidup-hidup, tetapi Angel tetap saja tak acuh.


"Aku cuma mau tanya, kenapa kamu ketika di mall membela wanita sialan itu? Apa kamu memiliki sebuah hubungan dengannya?" tanya Angel penuh selidik.


"Wanita sialan? Siapa?" Anjas mengerutkan kening dalam karena belum paham maksud pertanyaan Angel.


"Jangan berlagak bodoh! Wanita sialan yang sekarang sudah menjadi istri mantan suamiku." Angel bersedekap kesal karena merasa Anjas sedang bersandiwara sekarang.


"Aku menang tidak tahu siapa yang kamu sebut wanita sialan itu. Mantan suami kamu siapa saja aku tidak tahu bahkan sangat tidak ingin tahu." Anjas berbicara bermalasan.


Embusan napas kasar Angel terdengar keluar dari mulutnya. Ingin sekali Angel merem*s lelaki di depannya. "Mantan suamiku itu Leonard dan sekarang sudah menikah dengan Markonah Brielle Eden."

__ADS_1


Raut terkejut terlihat memenuhi wajah Anjas saat Angel menyebut nama yang sangat tidak asing baginya. Bahkan, nama wanita yang selalu membayangi dirinya akhir-akhir ini. Dia menatap Angel sangat lekat untuk memastikan ucapan wanita itu tidaklah salah.


"Jangan kaget seperti itu!" Angel tersenyum sinis.


"Kamu serius?" Suara Anjas mulai sedikit meninggi.


"Tentu saja," sahut Angel tanpa keraguan sedikit pun.


Tubuh Anjas pun seketika lemas. Lelaki itu duduk bersandar dan memijat pelipis saat merasakan kepalanya tiba-tiba berdenyut.


Anjas pun menjadi semakin percaya kalau Marwa memang saat ini sudah berstatus sebagai wanita bersuami. Itu artinya dia tidak memiliki harapan lagi untuk mengejar cinta wanita itu.


"Kamu mencintainya, bukan?" tanya Angel.


"Bukan urusanmu!" Anjas menjawab galak karena moodnya mendadak buruk.

__ADS_1


"Ish, galaknya," goda Angel. Terkekeh sendiri. "Aku cuma ingin mengajak kerja sama denganmu."


Anjas mengalihkan pandangan ke arah Angel saat mendengar ucapan wanita itu. "Kerja sama apa?" tanyanya.


"Aku punya rencana bagus. Nanti kalau kita berhasil, kamu akan mendapatkan wanita sialan itu dan aku bisa mendapatkan Leo kembali." Sudut bibir Angel tertarik. Wanita itu benar-benar sangat licik.


"Kalau berhasil, tapi kalau kita malah gagal? Aku tidak mau mengambil resiko."


"Itu artinya belum beruntung." Angel tergelak keras dan Anjas sangat membenci itu. "Kamu tenang saja. Aku akan pastikan kalau semua akan berjalan lancar sesuai dengan rencana."


Setelah cukup puas tertawa, Angel pun mengatakan rencana apa yang telah dia susun rapi dan merasa sangat percaya diri kalau semua itu akan berhasil. Anjas awalnya menolak karena takut akan gagal selain itu juga memiliki resiko besar. Namun, Angel seolah tanpa lelah merayu Anjas hingga lelaki itu pun setuju pada rencana Angel.


"Kalau begitu aku pulang dulu." Angel pergi begitu saja. Senyumnya sejak tadi mengembang dan merasa tidak sabar ingin melakukan rencana itu lalu menunggu waktu Leo akan kembali masuk dalam pelukannya.


Berbeda dengan Anjas yang tampak ragu-ragu. Namun, dia sudah terlanjur menyetujui penawaran dari Angel.

__ADS_1


"Semoga langkahku ini tidaklah salah dan aku bisa memilikimu Brielle. Hah!" Anjas mendes*hkan napas ke udara secara kasar. Untuk mengurangi kebimbangan hatinya. "Semoga kamu benar-benar bisa menjadi milikku dan jika memang itu semua terwujud maka aku berjanji akan menjagamu dengan baik setelah kita hidup bersama."


__ADS_2