Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
35


__ADS_3

"Ehem!"


Marwa berdeham keras saat karyawan wanita tadi sudah keluar dari ruangan Leo. Hal itu sontak membuat Leo kembali bangkit dan hendak mendekati Marwa, tetapi langkahnya terhenti saat Marwa menyuruhnya agar berhenti.


"Kenapa?" tanya Leo heran.


"Cantik sekali wanita tadi. Seksi pula," kata Marwa setengah menyindir. Leo tersenyum miring saat menyadari kalau istrinya saat ini sedang cemburu.


"Semua karyawan wanita di sini memang diharuskan rapi. Kalau mereka memakai pakaian asal dan acak-acakan, yang ada nanti klienku merasa risih." Leo berjalan santai mendekati Marewa sembari berbicara. Lalu duduk di dekat istrinya itu.


"Iya, saking rapinya sampai dua kancing kemeja terbuka dan tampaklah buah dada yang begitu menggoda. Membuat hasrat liar seketika menggelora ingin meng—ahhhh."


"Astaga." Leo menggeleng mendengar ucapan Marwa tersebut. Apalagi mimik wajah Marwa yang dibuat sangat lucu. "Kamu pikir aku tergoda dengan buah dada yang besar."


"Iyalah, puas waktu menggenggamnya. Terasa penuh. Enggak seperti punya aku. Udah berukuran mini, imut, dan menggemaskan pula," kata Marwa. Memegang buah dadanya sendiri. Gelakan tawa Leo pun tak ayal langsung menggelegar di ruangan itu. Bahkan, Leo sampai mencubit pipi Marwa saking gemasnya.


"Ish! Sakit," keluh Marwa. Menyentuh bekas cubitan Leo.

__ADS_1


"Habisnya kamu ini bisa saja bicara seperti itu. Aku lebih suka punya kamu. Biarpun kecil, tetapi masih orisinil dan tidak pernah dipegang lelaki lain. Tidak seperti tadi." Leo mengacak rambut Marwa lalu mendaratkan kecupan di keningnya.


"Bohong. Aku sama sekali tidak percaya." Marwa melengos sebagai tanda protes.


"Kalau kamu tidak percaya ya sudah. Lebih baik kita melanjutkan yang tertunda tadi." Leo mencium tengkuk Marwa hingga menciptakan gelayar aneh yang menjalar ke seluruh tubuh Marwa.


"Kamu ini beneran mesum!" cebik Marwa.


"Apa salahnya kalau aku mesum kepada istriku sendiri?" timpal Leo santai.


Leo terdiam, tetapi tatapannya ke arah Marwa tidak pernah surut sama sekali. Marwa justru merasa takut melihat sorot mata itu apalagi bibir Leo yang tidak ada senyumnya sama sekali.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Aku tidak mau kita ada masalah setelah ini! Dia hanyalah masa lalu dan tidak seharusnya dibahas." Suara Leo mulai terdengar meninggi.


Marwa mendesahkan napas ke udara. Dia berusaha terdiam sesaat untuk meredam amarah Leo. Dia tidak ingin bertengkar dengan suaminya untuk saat ini.


"Aku bertanya bukan karena ingin kepo dengan masa lalumu. Aku hanya ingin belajar dari masa lalumu itu. Agar aku tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh mantan istrimu," ucap Marwa lembut. Dia bahkan mengusap dada bidang Leo agar lelaki itu tidak jadi marah padanya.

__ADS_1


"Huh!" Leo mengembuskan napas kasar. "Dia selingkuh dan aku tidak terima itu. Pengkhianatan adalah hal yang paling kubenci."


"Kamu tidak memaafkan dia? Bukankah mantan istrimu adalah wanita yang bertengkar denganmu di restoran dulu?" Marwa mulai penasaran.


"Ya. Untuk apa memaafkan seorang pengkhianat? Dia mungkin akan menyesal sesaat, tapi aku yakin, dia pasti akan mengulangi perbuatannya lagi," kata Leo. Marwa membulatkan bibir tanda paham. "Awas kalau sampai kamu berkhianat maka aku tidak akan segan mengirim kamu ke Amerika," ancam Leo.


"Weh! Aku malah suka itu. Aku jadi bisa healing ke luar negeri. Gratis pula." Marwa tergelak keras dan Leo sangat membenci itu.


Dia pun mengunci ruangannya dan dengan segera mengajak Marwa bercinta. Marwa awalnya menolak karena suasana hatinya sedang tidak baik. Namun, dengan sentuhan ajaib tangan nakal Leo, Marwa pun luluh. Mereka berdua akhirnya bercinta di kantor sesuai dengan apa yang dibayangkan.


***


"Cari tahu sedetailnya tentang dia. Semuanya. Aku tunggu kabar darimu. Jika lebih dari tiga hari maka aku tidak akan segan menghancurkanmu!"


Setelah memberi perintah seperti itu, senyuman licik tampak dari kedua sudut bibirnya saat dia menatap layar ponsel.


"Lihat saja. Aku tidak akan membuat hidupmu tenang setelah ini."

__ADS_1


__ADS_2