Kepincut Cinta Om Duda

Kepincut Cinta Om Duda
47


__ADS_3

"Hai, Nona Cantik." Zaenab berdiri di depan Angel yang baru keluar dari salah satu toko baju. Kebetulan keadaan di sana tidak terlalu ramai. Jadi, para anggota GTD itu berani menghadang wanita rusuh tersebut.


"Mau apa kalian!" bentak Angel. Menatap anggota GTD satu persatu. Ketika melihat sorot mata para gadis di depannya yang sangat menakutkan, tubuh Angel tiba-tiba bergidik ngeri. Dengan segera Angel memeluk erat paperbag yang dipegangnya karena khawatir akan dirampas oleh mereka.


"Mau seblak. Hahaha." Tawa Zaenab terdiam sesaat ketika ditonyor oleh Suketi.


"Jangan lebar-lebar. Kalau ada lalat masuk, kasihan lalatnya pasti langsung pingsan," ledek Suketi. Menahan tawa ketika melihat raut kekesalan di wajah sahabatnya.


"Emang asem elu kalau sama gue, Suk," kata Zaenab tidak terima. Lalu dia menatap Angel sembari tersenyum licik. "Oh iya, Nona Cantik. Kami punya sesuatu untuk kamu."


"Sesuatu apa?" Angel terheran. Keningnya mengerut dalam ketika melihat Juminten sedang melepas sepatu. Bukan hanya sepatu, tetapi juga kaos kaki yang sudah kusam. Entah sudah berapa hari Juminten tidak mencucinya.

__ADS_1


Perasaan Angel mendadak tidak nyaman saat melihat seringai dari sudut bibir Juminten. Apalagi ketika melihat Juminten mengangkat tinggi kaos kakinya. Angel pun perlahan mundur dan hendak kabur, tetapi Martu dan Juleha sudah mencekal tangan wanita itu.


"Kalian mau apa! Lepaskan aku!" Angel meronta dan berusaha untuk melepaskan diri. Akan tetapi, tenaganya kalah dengan mereka yang sangat perkasa.


"Dengan kekuatan kaos kaki super, gue yakin lu bakal pingsan," teriak Juminten. Membekap Angel dengan kaos kaki tersebut. Benar saja, Angel langsung pingsan saat mencium bau kaos kaki tersebut. Wanita itu hampir tergeletak tak sadarkan diri, tetapi langsung ditahan oleh mereka.


"Weh! Hebat lu, Jum. Beneran pingsan dia." Sumiatun menepuk bahu sahabatnya merasa bangga kepada gadis itu.


"Pasti. Juminten gitu." Juminten menepuk dada tanda bangga. "Mendingan kita bawa pergi sekarang."


"Mau kita apain cewek ini?" tanya Juminten. Menatap Angel yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Enaknya kita apain, ya." Martu bergumam bingung.


"Jangan kelamaan, keburu bangun malah gagal ntar kita bikin pembalasan." Juminten menepuk kening Martu dan hanya terkekeh ketika mendapat pelototan dari gadis itu. "Eh, kalau sadar jangan khawatir. Kaos kaki ini, gue letakkan di sini." Dengan santai Juminten menaruh kaos kaki tepat di samping Angel untuk berjaga-jaga.


"Beneran lu, Jum. Ada-ada aja." Mereka menggeleng melihat tingkah Juminten.


"Gimana kalau kita dandani seperti ondel-ondel terus kita foto," usul Zaenab.


"Wah, ide bagus, tuh. Terus kita posting," imbuh Martu.


Mereka pun menyetujui usul tersebut lalu dengan antusias mengambil perlengkapan untuk corat-coret.

__ADS_1


Dengan bergantian mereka mengambar wajah Angel sampai tidak karuan. Ada yang menggambar seperti anak TK, ada pula yang memberi tulisan seperti 'Dijual barang obralan'. Ketika sedang sibuk menggambar, kegiatan tersebut segera terhenti ketika melihat Angel yang perlahan mengerjapkan mata. Salah satu di antara mereka segera mengamankan perlengkapan tadi agar tidak ketahuan.


"Huh! Bau apa ini!" Angel mengusap hidung untuk mengusir aroma busuk. Ketika dia menoleh, ada kaos kaki di samping wajahnya dan dengan cepat Angel pun menyingkirkan meskipun agak kesusahan. "Apa yang kalian lakukan padaku!" bentak Angel marah.


__ADS_2