Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 11


__ADS_3

Selesai membereskan semua barang nya,Fani menghela nafas panjang,sungguh hari yang sangat melelahkan bukan nya bersantai di rumah mengistirahatkan tubuh dan pikirannya setelah lelah bekerja,dia justru menghadapi situasi yang tidak pernah ada dalam pikiran nya bahkan dalam ilusi nya sekalipun.


Bertemu dengan pemilik perusahaan tempatnya bekerja, mengalami sedikit insiden yang berakhir dengan diri nya bekerja sebagai asisten pribadi nya hingga harus tinggal bersama.



Sungguh takdir yang sangat lucu, kenapa harus diri nya?,sebegitu banyak populasi manusia di muka bumi ini,kenapa harus dia yang mengalami ini.



Sebelum pertemuan nya dengan manusia arogan itu,hidup dia aman aman saja,walau harus jadi tulang punggung untuk ibu dan adiknya namun dia sangat menikmati itu. Ya,walaupun selalu ada saja yang membuat hari nya menjadi mendung,yang nama nya hidup pasti akan mengalami yang nama nya masalah,dah jatuh bangun,yang menjadi permasalahan nya adalah hari hari berikutnya nya yang akan dia jalani adalah hari yang lebih mendung dari sebelumnya,dan juga mungkin akan di temani oleh petir serta angin kencang.


Oke baiklah,tidak perlu cemas jalani saja seperti biasa nya, nikmati setiap alur nya ,syukuri setiap detik yang terlewati maka kita akan bisa melewati semua rintangan yang ada sebesar apapun itu.


Memejamkan mata nya,fani mencoba untuk memasuki alam mimpi nya, mengistirahatkan pikiran nya agar tidak sampai depresot,yang membuat diri nya sendiri rugi.


"Tok...Tok...Tok"


Disaat akan berhasil untuk masuk ke alam mimpi nya yang indah,suara ketukan pintu membuyarkan semua nya yang sudah tersusun rapi bahkan mencapai tahap sempurna. Sungguh sangat menyebalkan


"Tok... tok... tok "


Tidak mendapat sahutan dari penghuni kamar bi Sumi sebagai kepala maid di mansion Atmaja kembali mengetuk pintu yang di depan nya.


"Non,tuan muda menunggu nona di bawah"Apakah gadis yang di bawa tuan muda nya ke mansion ini tidak terganggu dengan ketukan pintu yang dia buat,sungguh tangan nya sudah perih hanya mengetuk pintu itu,namun orang menjadi penghuni nya tidak terusik sama sekali,sungguh tidur yang sangat nyenyak pikir bi Sumi.


Saat bi sumi ingin kembali mengetuk pintu,mungkin akan lebih keras dari ini,tiba-tiba suara pintu dibuka terdengar "ceklek" yang menyebabkan tangan bi Sumi Melayang di udara.


Melihat gadis yang sudah membuka pintu,bi Sumi menurunkan tangan nya,"Non mari ,tuan muda sudah menunggu di bawah" yang di balas anggukan kepala oleh Fani.


Bi Sumi memimpin di depan dan seperti biasa Fani hanya mengekor di belakang.


Menuruni gundukan tangga yang lumayan banyak,hingga akhir nya mereka sampai di ruang tamu tempat tujuan mereka.


"Silahkan Nona,saya pamit dulu ke belakang" Setelah mempersilahkan Fani untuk duduk,bi Sumi pamit kepada orang orang yang ada di depan nya dengan membungkukkan badan nya, setelah nya dia kembali ke belakang.


"Duduk" seperti biasa nya,Devano berbicara seakan memberikan perintah yang mutlak yang artinya tidak dapat ditolak atau di ganggugugat.

__ADS_1


Fani duduk di depan dua pria yang memiliki sifat yang sebelas dua belas sama,dia sebenarnya tidak berniat untuk mematuhi Devano manusia arogan itu,namun untuk mempercepat waktu untuk nya agar dapat beristirahat dengan tenang,maka dia menuru saja.


"Kenapa ya pak?" tanya Fani melirik kedua lelaki itu bergantian,setalah beberapa detik duduk namun tidak ada yang berbicara sehingga dia yang harus memulai pembicaraan ini dengan tenang.


"Makan"jawab Devano "*apa ini makan?,siapa ?kalau yang ngomong itu jelas dong orang tadi sebelum kesini gue udah makan*" gerutu Fani di dalam hati.


"Maksud bos bapak apa ya?"Fani bertanya kepada Damian,dia malas bertanya kepada manusia yang bersangkutan secara langsung karena dia bisa tebak bukan nya jawaban yang dia dapat namun hanya tatapan dingin kalau gak datar atau lebih parah nya tatapan intimidasi andalan nya,yang mampu membuat lawan bicara nya tidak berkutik.


"Mana saya tau ,saya kan ikan" jawab Damian sekenanya.


Jika Devano manusia yang paling arogan maka Damian adalah mahluk yang paling paling menyebalkan,mulai hari ini menurut Fani.


Fani hanya memutar bola mata malas,jika dia melanjutkan obrolan ini maka bisa di pastikan dara rendah nya naik.


"Kamu masak" ujar Devano setelah beberapa detik terdiam.


Apa kata manusia arogan itu tadi ,masak ? dia? maksud nya Fani di suruh masak gitu?,bukan nya Fani tidak mau cuman di mension ini begitu banyak maid kenapa harus dia yang masak?


"Maaf ya pak ya,bukan nya saya tidak mau,cuman kan disini pembantu bapak banyak kenapa harus saya?" protes Fani.


"Kamu liat jam" tunjuk Devano mengarah jam dinding yang dekat dengan mereka,Fani mengarah kan pandangan nya ke arah jam yang di tunjuk Devano pukul 9malam,jadi hubungan dengan nya apa?.


"Yang artinya ,semua pekerja di rumah ini sudah ke belakang untuk istirahat " terang Devano,dia melihat gadis yang di depan nya ini mengerut kan kening nya , bingung mungkin.


"Jadi kamu yang masak" lanjut Devano yang mampu membuat Fani membelalakkan mata nya.


"Tap-"


Ingin protes namun kalimat nya harus terhenti dengan ucapkan Devano. "Tidak ada bantahan,sekarang kamu masak".


Baiklah Fani mengalah namun ingat hanya kali ini saja,sedangkan Damian manusia yang super menyebalkan itu asik bermain game online di handphone nya,tidak menghiraukan dua manusia yang asik berdebat.


Damian sebenarnya ingin menjadi penengah di antara kedua nya,namun mengingat bos nya yang hari ini lebih banyak berbicara dari sebelumnya jadi dia mengurungkan niat nya dan lebih memilih bermain game,siapa tau dengan seperti ini bos nya sekaligus sahabat nya itu bisa lebih ceria lagi seperti dulu nya.


Di mulai dari hal seperti ini saja dulu pikir Damian.


Fani berdiri dari duduk nya, melangkah ke arah dapur,namun tidak sampai lima langkah dia berhenti dan menatap ke arah Devano,Devano yang melihat nya hanya mengangkat sebelah alis nya seolah berkata "apa?".

__ADS_1


"Dapur nya arah mana ya pak? dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal Fani bertanya.


Tidak ingin berkicau mengeluarkan suara merdunya yang akan terbuang dengan sia sia Devano ikut berdiri dan melangkah,tanpa Devano bersuara pun Fani sudah tau artinya,dia hanya tinggal ikut melangkah mengikuti arah langkah Devano.


Devano melangkah ke arah meja pantry,dan menyuruh Fani memasak lewat ekor mata nya.


"CK" Fani berdecak namun tetap akan melaksanakan tugas nya,dia melangkah ke arah kulkas dan melihat persediaan bahan makanan yang masih banyak,mungkin masih baru di beli karena masih terlihat segar.


Karena ini sudah malam,Fani bingung mau masak apa,sehingga dia memutuskan untuk bertanya kepada yang bersangkutan langsung "bapak mau di masakin apa,atau mau makan apa?"


"Terserah" seharusnya Fani sudah bisa menebak bukan bahwa bertanya kepada manusia arogan seperti Devano hanya akan berakhir sia sia dan membuang buang waktu.


Baiklah it's oke ,karena tidak ada request-an makanan yang akan dia masak ,maka Fani memutuskan untuk memasak masakan yang simpel saja,apa lagi kalau bukan nasgor.


Fani sibuk berkutat dengan masakan nya,dia mengiris bawang bombai,bawang putih menyiapkan telur ,dan bumbu bumbu lain nya sehingga dia tidak sadar di perhatikan secara seksama oleh sang bos, Devano.


"cantik" batin Devano sadar dengan pikiran nya Devano menggeleng -gelengkan kepala nya guna membuang pikiran nya ,apa yang terjadi dengan dia?


ada kah ingin menjelaskan nya,karena dia seperti ada rasa baru di dalam hati nya yang dia sendiri tidak tau apa itu.


Tidak butuh waktu lama nasgor ala Fani sudah siap ,bau nya sampai tercium ke hidung Damian,yang membuat nya melangkah ke arah dapur,dia melihat Devano menggeleng kan kepala sedangkan tatapan nya mengrah ke gadis yang sedang sibuk dengan kegiatan nya sendiri.


Membiarkan sahabatnya itu menenangkan pikiran nya,dia dengan tenang duduk di samping Devano menanti nasgor masakan asisten sahabat nya itu.


Sebenarnya Fani juga melihat Devano yang menggeleng kan kepala nya seperti mengusir pikiran negatif dari otak nya,namun bodoh amat asalkan manusia arogan itu tidak kerusupan alias kesurupan maka dia tidak akan mengganggu nya dengan pertanyaan.


Fani membagi nasi goreng ke dua piring dan meletakkan nya di hadapan kedua pria itu.


"Kamu tidak makan,atau sengaja bikin porsi nya untuk 2 orang" tanya damian yang melihat nasi goreng yang tersedia hanya 2


"Iya pak,saya masih kenyang,dari pada makanan nya sayang terbuang jadi saya masak nya pas-pasan" jawab Fani sembari duduk dan menyiapkan teh di depan dua orang yang sedang makan itu.


**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.


kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje aku juga minta maaf ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.


thanks all ,lope you 😇🤗🤗

__ADS_1


semoga kalian suka ya,thanks all 🤗


__ADS_2