Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 50


__ADS_3

"Makanan nya mana?,kok gak ada!,tadi kamu bilang udah pesan?!"Fani menatap Devano dengan tatapan yang menghunus dan tatapan garang nya,jika kalian tanya apa dia takut jawabannya tidak,saat ini tidak ada ketakutan dalam dirinya,siapa suruh laki-laki itu,mem-prank nya?


Bahkan jika dia bisa,dia ingin memukul kepala laki laki yang ada di samping nya saat ini dan menekuk wajahnya dengan apapun sampai laki-laki itu hilang ingatan ,juga dia ingin sekali menguliti nya sekarang juga dan mengolah daging itu menjadi sup!.


Namun sayang sekali dia tidak punya kekuatan dan tidak tega juga sih nanti dia jomblo mana udah sayang lagi,dan siapa tahu saja ,diantara kalian ada yang membuka jasa menguliti manusia silahkan datang ke alamat rumah Devano untuk alamatnya terserah kalian saja.


Saat ini mereka ada di meja makan,Fani tadi berpikir makanan nya sudah tersaji di meja makan makanya si Devano yang tidak punya otak itu mengajaknya makan,hingga dengan semangat empat lima dan menggebu gebu dia langsung berjalan ke arah meja makan namun ternyata?,saat sudah sampai yang dia temukan hanyalah angin alias kosong.Kalian pasti tahu gimana rasanya kan?


"Kan aku gak bilang makanan nya udah ada di meja,aku cuman ngajak makan yang"dengan nada lembut Devano menjelaskan,apa disini yang bodoh itu Devano atau Fani?.


Fani memutar bola matanya,jujur saja perut nya yang sudah sangat kelaparan itu membuat emosinya semakin meningkat,hingga tingkat untuk memukul Devano sampai tepar menjadi 100%.


"Tau akh"dari pada benar benar terjadi apa yang ada di pikiran nya,lebih baik dia pergi dari situ, malas juga melihat ekspresi laki laki itu yang memelas seperti minta ditampol,udah gitu di imut-imutin,imut enggak jijik iya karena sangat tidak cocok!,tidak tahu jika mood dia baik mungkin saja kelihatan imut tapi sayang waktunya tidak tepat.


Ting tong


Devano yang melihat Fani melangkah menjauh dari meja makan,juga ikut melangkahkan kaki,mungkin dia akan membujuk gadis itu,namun saat tengah menyesuaikan langkah nya dengan Fani bel rumah berbunyi yang membuat dia kesal.


Siapa yang dengan berani beraninya datang kerumahnya saat seperti ini?, membuat nya semakin emosi.Awas saja manusia yang datang kerumahnya itu jika tidak sangat penting maka orang itu akan pulang tinggal nama saja.


Devano memutar langkahnya menuju pintu,dan langsung membuka nya"Pesanan nya bang"ternyata kurir yang mengantar makanan nya,untung saja kurir jika orang yang tidak berkepentingan mungkin orang itu akan meninggoy detik itu juga.


Devano megambil uang berwarna merah beberapa lembar dari dompet nya,dan memberikan nya untuk kurir yang masih muda itu bukan untuk bayaran makanan yang dipesannya,tapi untuk kurir itu sebagai tip. Dingin dingin begini juga dia masih suka memberi dan membantu orang.

__ADS_1


"Terima kasih bang,saya pamit dulu"Ucap kurir itu tulus sambil tersenyum manis,dia tidak jual mahal menerima pemberian Devano,karena rejeki tidak boleh ditolak kan?,walaupun Devano memberikan nya dengan ekspresi wajah andalan nya,namun kurir itu bisa melihat jika Devano ikhlas memberikan nya.


Devano tidak menjawab dan hanya menatap datar kurir itu yang tengah menghidupkan kembali motor nya, setelah itu dia menutup pintu dan melangkah menuju meja makan,dia akan menyajikan makanan itu dan memanggil Fani yang tengah ngambek itu untuk makan.


Seperti katanya tadi,saat ini dia berada di depan pintu kamar Fani untuk memanggil gadis itu,tok tok tok Devano mengetuk pintu itu tanpa ada balasan apapun dari sang pemilik kamar,bisa saja sebenarnya dia masuk tanpa harus repot-repot mengetuk terlebih dahulu,bahkan jika pintu kamar itu terkunci dia juga bisa membukanya dengan kunci serep yang ada padanya.


Hanya saja dia tidak mau membuat gadis itu semakin marah,dia tahu gadisnya itu menahan amarahnya mulai dari saat dia pulang,dan kesalahpahaman yang membuatnya menghancurkan rumah yang membuat gadis itu harus ekstra lelah membereskan semuanya.


"Yang bukain dong please,kita makan aja ayok makanan nya udah sampai barusan"bujuk Devano,namun masih tidak mendapatkan jawaban dari dalam sana.


Fani yang berada di dalam kamar,membiarkan saja tidak ada niatan untuknya membuka pintu itu,terserah jika laki laki itu emosi dan kembali memecahkan semua barang barang yang ada di rumah ini,sekalian saja sama rumah ini dirobohkan.


"Yang kita makan ayok, bukain ya please"Devano tidak berhenti membujuk,dia akan mencoba untuk lebih bersabar lagi dalam menghadapi gadis itu,jangan sampai gadis itu lelah dengan tingkah nya.


Sepertinya tidak ada cara lain selain membuka pintu yang ada di hadapannya ini dengan paksa,dengan kaki panjang nya dia melangkah mengambil kunci serep dari dalam kamar nya.


Ceklek


Tidak butuh waktu lama untuk nya ,dan pintu kamar itu berhasil dia buka.Dia bisa melihat gadis itu meringkuk dengan selimut yang menutupi tubuhnya dari atas hingga bawah apa gadis itu tidak sesak dan kepanasan?.


Devano ikut membaringkan tubuhnya disamping Fani dan memeluk gadis itu dengan erat,"gak sesak emangnya yang?"udah tahu sesak malah nanya udah gitu pake acara meluk segala lagi.


Fani diam tetap dalam pendirian nya,biarkan saja drama bujuk membujuk perkara makan ini berjalan hingga beberapa episode,bahkan rasa panas dan sesak sekalipun akan dia lewati,biar laki laki itu tahu jika dia strong woman,biar gak macam macam lagi.

__ADS_1


"Udah dong ngambeknya, makanan nya sayang tahu,udah nungguin juga dimeja makan,minta kita santap"aneh sih memang,sejak kapan dia bisa mengeluarkan jurus membujuk seperti ini?,namun tidak masalah selagi itu adalah Fani gadis kesayangan nya ,dia tidak akan keberatan.


"Dih,siapa juga yang ngambek"walaupun dia memang tengah ngambek tapi jangan terus terang begitu dong,bukanya bikin mood nya makin baik tapi makin ancur,gak ada bakat memang laki laki itu membujuk orang seperti sekarang ini.


Devano hanya tersenyum saja,merasa lucu bisa bisanya gadis itu bilang tidak ngambek tapi tingkah saat ini sangat sangat menunjukkan jika dia ngambek,Devano akhirnya menindih tubuh Fani yang terbungkus selimut itu,agar gadis itu semakin sesak dan akhirnya mau membuka selimut sialan itu.


"Awas ih ,udah tahu beratnya kayak Fuso" jujur saja berat badan Devano memang sangat berat,membuatnya semakin sesak saja, mudah mudahan laki laki itu tidak marah ,kalaupun marah silahkan saja asalkan tubuhnya lepas dari beban berat itu.


Devano kembali tersenyum, sungguh sangat lucu mendengar ucapan itu"makanya udah dong ngambek nya,kita makan ayok"sebelum gadis itu berhenti ngambek dia tidak akan mau pindah dari posisinya saat ini.


"Iya iya"mau tidak mau dia harus kembali mengalah kepada laki-laki itu, daripada mati dengan tidak elit lebih baik mengalah saja, melakukan perlawanan juga butuh tenaga.


Devano akhirnya pindah dan tersenyum kearah Fani, selimut gadis itu sudah tidak menutupi tubuhnya lagi,namun senyuman nya ternyata tidak berbalas,namun tidak mengapa untuk kali ini namun tidak dengan kedepan nya.


Fani turun dari tempat tidur nya, melangkah keluar kamar dia akan turun kebawah dan mengisi perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi itu dengan penuh , diikuti oleh Devano di belakang nya,namun tidak berselang lama Devano sudah ada di sebelahnya dan memeluk pinggangnya, dia hanya membiarkan saja tapi bukan berarti dia sudah tidak kesal,lihat saja setelah selesai makan drama ini akan berlanjut,tidak semudah itu untuk membujuknya.


Hy semua semoga suka ya,jangan lupa like komen dan klik ❤️,serta tekan ⭐ya , kasih saran juga agar cerita ini bisa lebih baik lagi.


Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya besty besty😇


typo nya masih banyak jadi hati hati saat membaca.


Maaf ya up nya lama,soalnya akhir akhir ini sibuk hehehe

__ADS_1


__ADS_2