Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 24


__ADS_3

Fani memutuskan memasak bubur untuk Devano ,karena laki laki itu tidak bernafsu untuk makan, daripada perut nya tidak berisi jadi Fani memutuskan untuk memasak bubur saja.


Setelah Fani selesai memasak dia menuangkan bubur nya ke dalam mangkok dan membawa nya kekamar Devano.


Ceklek,pintu kamar Devano dia buka dan dia bisa melihat Devano sedang tertidur dengan pulas,melihat nya Fani tidak tega untuk membangunkan namun mengingat laki laki arogan dan keras kepala itu belum makan sedari semalam hingga saat ini padahal hari sudah siang jadi dia harus membangunkan nya untuk makan.


Fani menaruh nampan yang berisikan bubur dan minuman serta obat keatas nakas di samping kasur Devano.


" Dave bangun"ucap Fani lembut sambil menggoyangkan lengan Devano tidak terlalu kencang memang namun berhasil mengusik tidur nyenyak laki laki itu.


Devano yang merasa terusik dengan sentuhan seseorang di lengan nya memutuskan membuka matanya dengan terpaksa, melihat siapa yang membangunkan nya membuat hati nya menghangat,dia tidak menyangka gadis yang di depan nya sudah menjadi miliknya,kalaupun semalam Fani menolak nya dia tidak akan menyerah bahkan akan memaksa dan melakukan apapun asalkan Fani menjadi miliknya.


"Makan gih jangan cuman bengong,nih aku udah buatin bubur" ucap Fani sambil mengambil nampan dari atas nakas dan meletakkan nya di pangkuan Devano karena posisi laki-laki itu duduk bersandar di sandaran kasurnya,sehingga membuyarkan lamunan laki laki itu.


"Suapin dong yang,masa orang sakit dibiarin makan sendiri" kata Devano dengan manja nya,Fani yang mendengar nya merasa sedikit geli karena menurut dia itu tidak cocok untuk Devano manusia arogan, dingin dan sifat lain nya yang dimiliki oleh Devano.


"Gak ada gak ada,makan sendiri yang sakit itu kepala kamu bukan tangan,kecuali tangan kamu patah baru- ya udah deh sini" Fani yang tersadar dengan ucapan nya serta melihat raut wajah murung Devano tidak tega dan memutuskan untuk menyuapi Devano,dari pada nanti nangis ya kan.


Apakah laki laki ini jika sakit akan manja dan lebih menyebalkan pikir Fani melihat tingkah laku Devano yang sekarang ada di hadapan nya,sangat diluar dugaan,dan Fani tidak tau apakah untuk kedepannya dia akan bertahan melihat sifat Devano yang lain nya yang belum ditunjukkan oleh laki-laki itu.


Devano yang melihat Fani menuruti kemauan nya tentu bahagia,tidak sia-sia bukan aktingnya untuk terlihat menyedihkan,tidak apa' dia terlihat menyedihkan dan harus menurunkan ego serat gengsi nya bahkan dia rela menjatuhkan harga dirinya sebagai manusia arogan dan dingin asalkan gadisnya mau memanjakan nya.


readers be like 🗣️: memanjakan gak tuh🤭.


"Ini kamu yang masak?" tanya Devano setelah memakan bubur yang disuapkan oleh Fani kedalam mulut nya.


"Iya kenapa gak enak?" Fani menanyakan hal itu bukan untuk apa,jika memang tidak enak agar makan nya tidak usah di lanjut,atau diganti dengan makanan lain.


"Enak kok pas" Dengan senyum manisnya Devano menjawab fani,Fani yang melihat senyum lebar Devano untuk pertama kalinya terpesona sungguh ketampanan Devano akan bertambah berkali kali lipat jika dia tersenyum begini,Fani langsung tersadar dan menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya itu.

__ADS_1


Melihat Fani yang menggelengkan kepala nya membuat Devano semakin melebarkan senyumnya,apakah gadis nya ini terpesona dengan tampang nya yang sangat memukau ini.


"Aku tau kok aku ganteng kalau tersenyum,maka nya aku gak mau tersenyum sembarangan"ucap Devano dengan PD nya.


"Selain arogan ternyata kamu narsis juga ya" kekeh Fani yang sangat tidak habis pikir dengan tingkah laku Devano saat ini.


"Emang fakta kok" bela Devano.


"Iya deh iya yang ganteng nya gak ngotak" sembari menyuapkan bubur kedalam mulut Devano, Fani meladeni ucapan Devano.


"Nih minum obatnya" Fani menyuruh Devano meminum obatnya setelah gadis itu meletakkan mangkok nya ke atas nampan karena buburnya sudah habis tak tersisa,mungkin karena dia menyuapi Devano makan sambil cerita sehingga Devano tanpa sadar tetap memakan setiap suapan yang diberikan oleh Fani.


Devano menggelengkan kepala nya karena dia memang tidak suka minum obat apalagi bentuk nya pil,jika obat nya sirup masih bisa dia telan,tapi jika bentuk obat nya pil dia tidak bisa menelan nya entah karena apa dia juga tidak tau.


Fani mengernyit bingung,"Jangan bilang kamu tidak suka minum obat" tebak nya dan yah Devano menganggukkan kepalanya.


"Hahahaha seorang Satrya Devano Atmaja tidak suka minum obat,kata nya lakik masa minum obat saja takut" goda Fani sambil tertawa terbahak sungguh dia tidak percaya akan hal itu.


"Sama aja sih,lagian ya minum obat gampang kok dan rasa nya enak,gak pait" ucap Fani meyakinkan Devano dan tetap dibalas gelengan oleh laki-laki itu.


"Gini nih"kata Fani mengambil obat nya yang ada 3 macam,Fani membuka mulutnya dan memasukkan obat itu kedalam mulutnya dan mengambil air minum serta memasukkan kedalam mulutnya nya ,Fani dengan tiba tiba menahan tengkuk Devano dan cup.


Bibir kedua nya bertemu dan refleks obatnya langsung ditelan oleh Devano karena dia masih syok atas apa yang dilakukan oleh gadis nya itu,Fani yang merasa obatnya sudah ditelan oleh Devano memundurkan wajah nya dari wajah Devano namun tidak berhasil, karena laki-laki itu langsung menahan tengkuk Fani dan ******* bibir gadis itu dengan sangat lembut.


"manis"batin nya, bibir Fani seakan candu untuk nya,jika bisa dia akan mengemut bibir itu setiap saat layak nya permen ,tapi sayang dia tidak bisa melakukan itu,kalian bayangkan lah jika itu terjadi,bercanda gak usah di bayang kan karena tak terbayangkan hehe.


Dirasa Fani sudah kehabisan nafas, Devano menyudahi ciuman nya,dia menyeka bibir Fani yang basah karena sisa saliva nya "kamu benar yang,obat nya manis" ujar Devano dengan santainya,jika tau akan seperti ini dia rela minum obat setiap saat.


Fani berdiri dengan kesal dan mengambil nampan yang ada di atas nakas,sungguh jika bisa dia akan mencekik leher Devano saking kesal nya,apakah laki-laki itu tidak bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan.

__ADS_1


"Langsung tidur dan jangan banyak tingkah" ujar Fani ,setelah itu dia keluar dari kamar Devano,tapi sebelum itu dia bisa melihat raut wajah Devano yang kembali murung,apakah ucapan Fani membantu menyakiti hati laki laki itu,"ck kenapa mood dia gampang berubah-ubah seperti orang hamil " gerutu Fani dan memutuskan untuk tidak ambil pusing dengan Devano.


Setelah sampai di dapur dia mencuci piring kotor,dan membereskan dapur yang belum sempat dia bersihkan tadi.


***


Di salah cafe yang biasa didatangi oleh orang-orang terkhusus anak muda jika ada waktu luang seorang gadis tengah mengutuki handphone nya ,lebih tepat nya orang yang dia chat.


"Memang gak punya otak sih,udah janjian nya disini tapi udah 1jam lebih gue nunggunya manusia laknat itu belum juga datang, jangankan datang ngasih kabar aja enggak " gerutu nya mengeluarkan kekesalan nya.


"Pasti ketiduran lah tuh,kan kebiasaan kalau weekend dia pasti kencan dengan kasur nya" gerutunya lagi mengingat jenis sahabat nya itu,gadis itu adalah Fira dan yang dia tunggu adalah Fani.


Kedua nya semalam membuat janji untuk menghabiskan waktu untuk hangout bareng dan janjian akan ketemu di cafe tempat mereka biasa menghabiskan waktu.


Tapi sekarang , yang ditunggu -tunggu belum juga menampakkan wujudnya,sungguh terlalu.


Saat sedang sibuk mengutuki sabahat nya tiba tiba tangannya ditarik kuat hingga membuatnya berdiri dari duduknya.


"Siapa sih lepasin gak" ucap nya menyuruh orang yang sama sekali dia tidak kenal sambil menghempaskan tangan nya kuat namun nihil tidak berhasil.


"Nona sekarang ikut kami pulang,ini perintah dari tuan besar" mendengar nya ,sudah bisa Fira tebak kalau orang itu suruhan papi nya.


"Gak, bilang sama papi kalau aku gak mau pulang!" tekan nya sambil menatap suruhan papi nya dengan tajam.


Tidak ingin membuang -buang waktu orang suruhan papi Fira menggendong nya layaknya karung, bodyguard itu tidak mau lagi nona muda nya kabur hingga membuat jadi sasaran amarah dari tuan besar nya yaitu papi dari Fira .


Bodyguard itu memasukkan Fira kedalam mobil yang diawasi oleh teman yang lain, takut takut gadis itu akan kabur.Suruhan papi Fira segera mengemudikan mobil nya untuk menuju mansion papi Fira.


Halo semua terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini semoga suka,,😇,Jangan lupa vote dan dukungan nya ya, komentar dan saran nya juga jangan lupa.

__ADS_1


Untuk typo dan kesalahan lainnya aku minta maaf ,jika ceritanya agak gaje maafin juga.


Tetap jaga kesehatan dan salam kasih semuanya 😇😘


__ADS_2