
"Papi lo gak di rumah?" Tanya Fani penasaran karena setelah mereka tadi sampai di rumah tidak ada tanda-tanda keberadaan papi Fira yang akan menyabut mereka seperti yang ada di bayangan nya.
Juga dia penasaran sih bagaimana bentukan papi Fira jika,papi Fira layak dijadikan jadi sugar daddy ,maka Fani akan berniat mencalonkan dirinya sebagai sugar baby atau minimal jadi mama mudanya si Fira lah gak,bercanda.
"Entah,kayak belum deh-,lagian kenapa sih lo dari tadi nanyain papi gue?"heran Fira karena sedari tadi saat dijalan hingga sampai di rumah Fani selalu bertanya tentang papinya, wajar -wajar aja sih kalau nanya karena mereka belum pernah bertemu tapi yang gak wajarnya tuh belum aja ketemu si gadis itu sudah membuat planning untuk menjadi sugar baby papi nya kan gilak.
"Emang salah gue nanya?,nama nya juga penasaran"Fani berkata sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu sambil sibuk dengan cemilan yang ada di tangan nya,tadi setelah mereka sampai gadis itu langsung menjelajahi mansion Fira katanya mencari makan padahal sebelum kesini keduanya sudah makan,alhasil gadis itu berhasil membawa banyak berbagai jenis cemilan yang memang di sediakan oleh Fira sendiri setelah dia memutuskan untuk tinggal disini berkat para maid yang menunjukkan letak dimana dapur dan cemilan berada.
"Tapi awas ya lo,jika berani merebut papi gue dari mama Winda gue gibeng lo"
Dia sudah berencana memang untuk menjodohkan papinya dengan mama Winda,saat tadi dia tidak sengaja mengatakan hal itu dia jadi berpikir ulang dan seperti nya tidak ada salahnya juga,tapi jika keduanya ataupun salah satu dari mereka ada yang tidak mau yang tidak apa-apa,dia tidak akan memaksakan nya.
"Dih,kayak mama gue mau aja sama papi lo,lagian ya gue seleksi dulu dong,jika sesuai kriteria gue baru deh" gak masalah sih bagi Fani jika Fira serius dengan ucapan nya tentang dia menjodohkan mama nya dengan papi nya,bukan karena dia benci sama almarhum papa nya ,hanya saja jika mama nya memang masih mau menikah dia tidak akan melarang nya,itu berarti papa nya bukan jodoh dunia akhirat mama nya,kalian paham kan maksudnya?,kalau enggak ya udah skip daripada jadi beban pikiran.
Tapi yang menjadi masalah nya sekarang kenapa harus sesuai dengan kriteria gadis itu? bukankah seharusnya sesuai kriteria mama Winda,jangan bilang gadis itu serius dengan ucapan nya yang ingin mencalonkan dirinya sebagai sugar baby papi nya, sepertinya ada yang salah dengan kinerja otak Fani
"Baru apa ha?!,baru lo mencalonkan diri sebagai mama muda gue gitu?" tanya Fira dengan penuh penekanan,mungkin kali ini dirinya harus sedikit tegas agar gadis yang ada di hadapannya ini tidak semakin menjadi-jadi kegilaannya.
"Selamat anda mendapat hadiah berupa mama muda yang cantik, seksi, baik,rajin menabung serta imut unyu unyu seperti saya karena jawaban anda benar,yey!!" sepertinya Fira harus menambah stok kesabarannya untuk menghadapi kegilaan sahabatnya itu,apakah sabahat nya itu tengah ketempelan?,sehingga tidak norma begini?.
"Please deh fan,lo jangan mancing emosi gue bisa?,apa gara gara lo ditinggal pak bos ya makanya lo setengah waras begini?" Pertanyaan Fira tidak salah kan? siapa tau aja memang benar sahabatnya itu tengah ketempelan alias kerusupan,jika iya maka dia bisa membantu mengobati kegilaan sahabatnya itu dengan cara menghubungi no bos nya agar laki laki itu segera balik.
__ADS_1
Fani yang mendengar kalimat Fira membuat nya mengingat Devano yah siapa lagi bos yang dikatakan Fira kalau bukan laki-laki itu?,dan bukankah seharusnya laki laki itu sudah sampai di negara tujuan nya?,namun kenapa laki laki itu tidak memberi kabar kepadanya atau hanya pesan singkat bahwa dia sudah sampai disana dengan keadaan sehat.
Tiba-tiba saja gadis itu terdiam antara ragu dan bimbang apakah dia hanya akan menunggu laki laki arogan itu untuk menghubungi nya lebih dulu atau dia saja yang menghubungi nya?,baiklah Fani lebih memilih untuk di hubungi saja daripada menghubungi nya siapa tau Devano sibuk bukan?,dari pada mengganggu nya lebih baik dia yang menunggu saja.
"Fan,Fani yuhuuu, Fani"Fira yang melihat Fani tiba tiba terdiam merasa bingung,apa ada yang salah lagi dengan ucapan nya?,perasaan setiap dia mengatakan sesuatu pasti selalu aja ada yang salah , tidak berhenti sampai di situ Fira melambaikan tangan nya di hadapan Fani sambil memanggil nama nya namun tetap saja tidak membuahkan hasil,bahkan Fira sudah mengguncang bahu gadis itu maju mundur namun tetap saja hasilnya tidak ada.
Baiklah Fira akan mencoba menghubungi pawang Fani siapa tau saja kan Fani langsung tersadar dan sehat seperti semula,namun belum sempat gadis itu melakukan rencana nya,suara getaran handphone Fani lebih dulu menghentikan kegiatan nya.
Begitu juga dengan lamunan Fani yang langsung buyar setelah mendengar getaran dari ponselnya yang dia letakkan di atas meja hingga getaran itu terdengar sampai ketelinganya.
Pucuk dicinta ulampun tiba,laki laki yang tengah dia pikirkan menghubunginya lebih dulu,Fani tersenyum manis yang dimana menurut Fira itu adalah senyum menjijikkan yang pernah Fani perlihatkan, bagaimana tidak gadis itu tengah tersenyum lebar dengan muka yang bushing mungkin serta tubuhnya yang bergerak kekanan dan kiri jangan lupakan tatapan nya tidak pernah lepas dari ponsel nya.
"Dih,jijik gue lihat muka lo tau gak, makin gak waras aja lo,lo kalau mau istirahat di kamar sebelah kamar gue aja oke soal nya gue eneg liat lo yang lagi kerusupan jadi gue mau bocan dulu , bye "ucap Fira sambil berdiri dari duduknya dan melempar bantal sofa kewajah Fani,dan berhasil terlihat dari wajah gadis itu yang langsung melihat ke arah nya , namun sebelum kena amukan macan betina itu Fira sudah lebih dulu lari terbirit-birit.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dimana seorang laki-laki barusaja bangun dari tidurnya sunggu dia tidak menyangka akan tidur selama itu untung saja dia sudah menyelesaikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk besok baru dia istirahat.
Laki laki itu meringis, mengingat Jika dia lupa memberikan kabar kepada ayang nya bahwa dia sudah sampai,soal gadisnya itu akan marah atau tidak itu urusan belakangan yang pasti dia harus mengirim pesan terlebih dahulu.
Dia menekan kontak yang dia beri nama "Milikku ❤️" setelah mereka sah sebagai kekasih eaaa,laki laki itu langsung mengubah nama kontak Fani lagi dari yang dulunya Ani menjadi milikku,namun walaupun begitu nama kesayangan dari nya itu tetap dia gunakan untuk memanggil Fani.
__ADS_1
Anda
Sayang 💞
21.00
Devano berhasil mengirim pesan singkat itu yang membuat nya senyum senyum sendiri layak nya orang stres,nyaris gila mungkin.
Laki laki itu tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya yang ada di genggaman nya, karena tengah menunggu balasan dari pesan nya dan 'ting'pesan nya itu akhirnya mendapat balasan juga.
Milikku ❤️
Iya,
kenapa, kamu sudah sampai?
21.00
Melihat balasan dari gadisnya itu membuat nya semakin tidak waras, jika ada orang yang melihatnya seperti orang gila saat ini mungkin orang itu akan benar-benar gila karena untuk pertama kalinya melihat manusia arogan ternyata bisa senyum senyum sendiri layak nya orang gila.
Halo guys terimakasih sudah mampir dan membaca KTMD,untuk chapter kali ini seperti ini dulu ya hehehe,jika membosankan atau tidak jelas aku minta maaf apalagi untuk typo yang masih banyak bertebaran.
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan nya yang teman teman 🙏, see you next chapter,dan sekali lagi terimakasih 😇