
Saat Fani mencari keberadaan Devano untuk meminta izin menggunakan mansion nya ini sebagai markas pertemuan nya dengan Fira sahabat nya ,Fira sebenarnya sudah sampai bahkan sudah menghubungi nya untuk memberitahukan dia sudah sampai,tapi tidak di balas jangankan di balas di read saja tidak,di telfon gak di angkat sungguh pintar sekali sobat Fani membuat orang emosi.
Dan disini lah Fira sekarang,mau masuk ke dalam mansion yang kata nya rumah baru Fani, tapi sayang nya dia tidak di perbolehkan oleh satpam yang menjaga,kata nya pemilik mansion ini tidak menerima tamu,apa maksud nya itu ha!,liat saja jika dia sudah bertemu dengan sahabatnya itu maka bisa di pastikan rambut nya akan rontok karena jambakan dahsyat nya,bagaimana bisa dia menyuruh Fira ke sini tapi apa tadi tidak menerima tamu?!.
Fira Bingung sekarang mau bagaimana,untuk pulang bisa saja sih tapi masalah nya dia sudah sampai masa pulang dengan tangan kosong,kan gak epik,seenggak nya dia Jambak dulu lah rambut si Fani sahabat nya itu sampai rontok baru dia pulang.
Di saat dia sibuk untuk menghubungi sahabat laknat nya itu, tiba - tiba,sebuah mobil (terserah kalian mobil nya seperti apa ) berhenti di depan nya,bukan sih lebih tepat nya di depan gerbang tempat dia berdiri,apa dia pemilik mansion ini,masa iya,wah dia butuh penjelasan sekarang dari si Fani gadis laknat itu.
" Siapa gadis itu?,kayak nya bukan Fani deh,tapi kok kayak gak asing ya" monolog Damian di dalam mobil,saat dia ingin masuk ke mansion Devano dia melihat seorang gadis yang dia tidak tau siapa dan mau apa.
Menghentikan mobil nya di depan gerbang mansion Devano,Damian bisa jelas melihat wajah gadis itu,"gak asing sih tapi siapa ya,dan ketemu di mana? " tanya Damian kepada diri nya sendiri.
Persetan dengan siapa itu,tujuan gadis itu kesini mau apa? dan seperti nya gadis itu tengah menahan emosi,terlihat jelas karena gadis itu tengah menggerutu dan menggenggam handphone nya dengan kuat.
" Tolong di bukain pak Joko" kata Damian meminta tolong kepada pak Joko, gini gini juga Damian masih memiliki sopan santun guys.
Sebelum masuk dia membuka kaca mobil nya "Siapa?" tanya Damian kepada Fira.
"Yang jelas dong kalau nanya, maksud lo siapa itu siapa,gue?" tanya Fira dengan tidak santai sembari menunjuk diri nya sendiri.
"Ya lo lah bodoh,siapa lagi,yang disini kehadiran nya tidak jelas kan cuman lo" sinis Damian.
Ah apa ini,Fira sedari sudah menahan emosi dan sekarang manusia yang di dalam mobil itu juga memancing emosi nya, baik lah Fira akan meladeni karena dia juga butuh pelampiasan saat ini.
Menggulung lengan baju nya yang kebetulan panjang,Fira maju selangkah ke arah mobil yang di depan nya itu,dan bersandar di depan kaca mobil serta mengetuk nya dengan sangat kencang sampai membuat kepalan tangan nya memerah.
"Turun gak lo,kalau lo gak turun gue pecahin kaca mobil lo" ancam Fira yang membuat Damian turun dari mobil nya,bukan takut kaca mobil nya di pecah kan,dia hanya senang saat ini ada yang berdebat dengan nya karena dia membutuhkan pelampiasan amarahnya setelah pulang dari rumah orang tua nya.
"Badan kerempeng lo,tidak akan mampu memecahkan kaca mobil gue" Santai Damian yang mampu menyulut emosi Fira.
"Buta mata lo,badan semok , bohay gue lo bilang kerempeng,katarak ya lo" sindir Fira tidak ingin kalah.
__ADS_1
"Hahaha ,semok,bohay, kepercayaan diri lo ternyata terlalu tinggi" Damian menatap Fira dari atas ke bawah,dan balik lagi ke atas.
"Jelas lah,karena ini fakta" memang iya,apa yang dibilang Fira itu benar,badan dia tidak kurus dan tidak gemuk bisa di bilang ideal,dengan tinggi 165 dan beberapa bagian tubuh tertentu yang berisi,tau lah kalian bagian - bagian yang di maksud haha.
Tapi dengan seenak jidat laki laki yang di depan ini mengatakan tubuh indah nya kerempeng,memang butuh di kasih pelajaran kayaknya.
"Iya kah,buktiin dong" tantang Damian yang mampu membuat Fira tidak berkutik,yang mampu membuat Damian tersenyum penuh kemenangan.
"Diam kan lo,sekarang gue tanya tujuan lo kesini apa?" bersandar di badan mobil dengan bersedekap dada dan kaki yang di silangkan,Damian bertanya karena dia memang ingin tau tujuan gadis gila ini ke mansion Devano itu apa.
Karena melihat pak Joko yang tidak ingin membukakan gerbang untuk nya sudah bisa dia tebak jika gadis ini sama seperti gadis ataupun wanita yang selama ini mengejar-ngejar Devano,tapi jika iya masa penampilan nya seperti ini.
Baiklah untuk kejelasan nya kita butuh jawaban langsung dari gadis yang bersangkutan.
"Mau ketemu Fani,lebih tepat nya Stefani Putri,kata nya dia tinggal di sini sekarang,tapi kayaknya dia cuma ngeprank gue sih soal nya di hubungi juga gak di angkat,gimana gak kesel coba" sepertinya Fira sedang curhat.
" Lo ke sini mau ngapain?,ini rumah lo?" belum sempat Damian menjawab Fira sudah melanjutkan omongan nya lagi.
"Oh bilang dong mau ketemu Fani,ayo masuk" seru Damian serta membukakan pintu untuk Fira agak masuk,mengingat jarak gerbang dengan pintu utama cukup jauh lebih baik pakai mobil saja.
"Romantis banget sih" kata Fira sambil mencolek lengan Damian,"Apa sih lo,jangan bilang lo baper hanya karena hal sepele seperti ini?" setelah berkata seperti itu,Damian menutup pintu mobil tanpa menunggu jawaban ,memang sih siapa yang tidak baper coba,cuman Fira mengatakan itu ya hanya karena bercanda bukan baper seperti yang di bilang Damian dan Fira hanya diam tanpa menjawab nya,hanya sebentar sebelum dia mengingat motor beat nya .
"Tapi nasib motor kesayangan gue bagaimana ?"tanya Fira sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Damian.
"Tenang aja,nanti bakal di masukin pak Joko kok,lagian siapa yang bakal mengambil motor butut kayak motor lo" tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah Fira Damian fokus menyetir,meski jarak yang di tempuh sangat dekat namun harus tetap fokus bukan.
"Memang kalau babi yang di kasih wujud manusia ya , ngomong nya pasti kayak lo sih gak tau jaga perasaan orang" ketus Fira.
"Ck" Damian hanya berdecak ,tidak tau lagi harus berkata apa,karena jika bisa jujur dia sakit hati mendengar nya,namun ya sudah lah.
"Udah sampai turun ,gak usah sok mendramatis hanya karena gue bilang motor lo motor butut,minta maaf gue,udah kan " tanpa menjawab nya Fira langsung keluar karena jarak yang di tempuh dekat jadi mereka tidak perlu menggunakan sealt belt,tidak lupa menutup pintu mobil dengan kasar.
__ADS_1
Damian yang masih di dalam mobil terkejut dan hanya bisa mengelus dadanya sabar,untuk cewek kalau cowok sudah di pastikan bakal terjadi baku hantam,tapi kayak nya cowok gak pernah deh nutup pintu mobil dengan kasar iya gak sih?.
Tanpa menunggu Damian Fira langsung masuk,bodoh amat siapa sebenarnya pemilik mansion ini.
Tapi saat dia masuk,dia terkejut melihat Fani dengan CEO mereka,benar bukan itu CEO mereka,Fira yakin banget karena dia melihat jelas wajah CEO mereka yang sangat tampan itu,tapi hubungan mereka apa? kenapa Fani tidak pernah cerita? sungguh Fira membutuhkan penjelasan dari Fani SEKARANG.
Begitu juga dengan Damian yang menyusul Fira dia juga terkejut ,lebih tepat nya terkejut melihat Devano yang bisa di bilang biasa'saja dengan posisi mereka,bukan kah bos nya itu anti dengan perempuan setelah kejadian itu?.
Tapi jika di ingat-ingat,semenjak pertemuan mereka dengan Fani yang terkesan tidak baik, Devano seperti berubah walupun masih abu abu sih,tapi dia cukup bersyukur jika memang bos nya itu mulai membuka diri perlahan lahan saja tidak perlu terburu-buru.
Melihat ada gadis yang yang masuk ke mansion nya membuat Devano emosi,tapi saat Damian juga ikut masuk menyusul dengan santai,Devano mencoba menahan emosi nya mungkin gadis itu adalah kekasihnya Damian pikir Devano.
Fani yang melihat arah pandang Devano juga ikut menoleh dan dia terkejut melihat keberadaan Fira dan Damian , bagaimana cara dia menjelaskan semua itu terkhusus kepada Fira? ,pasti sahabat nya itu salah paham sekarang,bagiamana ini?.
***
Mencoba tenang,Fani menarik nafas dan membuang nya Fani melakukan itu berulang ulang,setelah dia rasa cukup baik,dia melangkah kearah dua sejoli yang masih berdiri itu.
"Duduk dulu fir,dam gue buatin teh sama cemilan ke dapur dulu ya"
Fira duduk dan hanya diam tanpa menjawab begitu juga Damian tapi bedanya dia membalas dengan anggukan.
Fani bisa menebak,sahabat nya itu pasti marah sekarang padahal ini hanya salah paham saja,baik lah dia akan menjelaskan nya nanti dan akan membujuk Fira suapaya mau mendengarkan nya.
"Lo pasti tau sesuatu kan?" tanya Fira kepada Damian,karena dia yakin damian tau sesuatu yang dia tidak ketahui.
"Apa?" tanya Damian singkat dan tidak jelas menurut Fira.Ck memang sangat menyebalkan sih.
**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.
kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje dan juga agak gak nyambung aku minta maaf soal nya ini pengalaman pertama aku buat nulis jadi masih banyak kekurangan nya apalagi dalam menggunakan tanda baca,mohon pengertiannya ya ,see you the next chapter.
__ADS_1
semoga kalian suka ya,thanks all lop yu 🤗,babay 🌝