
Malam telah berganti menjadi pagi dan tugas bulan untuk menyinari bumi dengan bantuan cahaya matahari telah selesai dan saat nya matahari yang akan terjun langsung untuk menyinari dan memberi kehidupan untuk makhluk hidup di bumi.
Fani dan Fira sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berempat, seperti yang Fira dan Damian bilang mereka akan menginap di mansion Devano, Setelah selesai menghidangkan makanan di atas meja kedua gadis itu kembali ke kamar Fani untuk bersiap -siap ke kantor.
" Langit bisa kah kau turun kan uang yang sangat - sangat banyak?,aku ingin kaya tanpa harus bekerja" lesuh Fira ,mengingat hari ini hari pertama setelah weekend,yah hari ini hari Senin dimana rata-rata mahkluk hidup membenci hari ini,baik anak sekolahan, kuliahan,kantoran, bahkan pengangguran sekalipun membenci hari ini entah karena apa.
" Gak usah lo minta duit sama langit ,bukan nya duit yang di kasih malah petir ,entar lo di sambar trus koit kan gak lucu mana belum kawin lagi" cibir Fani yang mendengar ucapan sahabatnya itu yang dia copas dari aplikasi trend zaman sekarang.
"Nama nya juga berharap" dengan merebahkan diri nya di kasur queen size milik Fani tanpa takut baju yang akan dia gunakan ke kantor kusut tak berbentuk.
" Ish" ringisan kecil keluar dari bibir mungil Fira yang mendapat lemparan kuas makeup dari Fani yang sedang di meja rias.
" Berharap sih berharap ,tapi usaha juga dong,yakali lo bisa kaya tanpa kerja-" jeda Fani dan mulai melanjutkan kalimat nya kembali" Ya tapi memang dasar nya lo udah kaya babi dari orok ,lo nya aja yang kurang bersyukur " memang benar Fira berasal dari keluarga yang berada namun karena sesuatu hal jadi dia memilih untuk tidak tinggal di rumah nya.
Fani membaringkan diri nya di kasur sesaat setelah Fira beranjak dari kasur,cerita mereka gantian gitu?.
"Kenapa jadi lo malas begini sekarang?" ucap Fira sembari memukul Fani dengan bantal guling yang di dekat nya .
Fani diam tanpa repot-repot untuk menjawab ,mengingat dia yang menjadi asisten manusia arogan itu membuat mood nya hancur,entah apa yang akan terjadi berikut nya.
Mengingat tindakan Devano sebelum makan malam semalam membuat nya bingung dengan sikap laki-laki itu,jujur ucapan dan tindakan laki-laki itu membuat dia tidak bisa tenang dan sedikit takut.
"Pelihara tuyul aja yok,lo yang nyusuin tapi" kata Fani santai yang membuat Fira darah tentara Fira mendidih.
"Santai banget ya mbak ngomong nya,lo aja yang nyusuin, kenapa harus gue,lagian mau nyari tuyul dimana coba? mending ngepet aja,lo babi nya gue yang jaga lilin" obrolan unfaedah mereka ternyata berlanjut pemirsa.
"Gak deh,kalau gue jadi babi nya,nanti larinya lama lagi,lo aja kan lo bisa maraton tuh,bisa lari dari para warga nanti kalau ketahuan" tolak Fani dan memberikan saran yang menurut dia itu adalah saran ter the best.
"Udahlah yok ah kerja,malah ngelantur gini lo" ajak Fira sambil menarik tangan Fani agar bangun.
"Males gue tau nggak,mending memohon sama langit aja deh biar di turun kan uang" kekonyolan apa lagi ini pikir Fira mendengar ucapan Fani gang sudah keluar dari zona aman.
"Mending kita turun deh,nanti lo di cari sama ayang bos lo lagi" ucap Fira menggoda Fani sambil mencolek dagu sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ayang-ayang ,mata lo" dengan tatapan tajam Fani melihat ke arah Fira dan membalas ucapan sahabatnya itu yang minim akhlak dan tidak punya otak.
"Lagian kenapa sih harus sebut-sebut dia ,jadi makin gak mood kan gue" mendudukkan diri nya di kasur Fani sungguh malas bekerja hari ini mengingat dia jadi babu manusia arogan itu.
"Semangat ,semangat , semangat Fani kita harus semangat cari cuan untuk kelangsungan hidup "dengan mengangkat tangan nya tinggi dan suara yang penuh semangat sampai terkesan lebay Fani tiba - tiba menyemangati diri nya sendiri.
Dan Fira hanya menggeleng gelengkan kepala nya sambil mengelus dadanya sabar "gini banget punya besTAI"gumam Fira memplesetkan tiga huruf terakhir kata itu.
***
Setelah drama pagi kedua sahabat itu selesai dengan tidak jelas mereka sekarang duduk di meja makan,Fani yang mengambil makanan untuk Devano,begitu pun dengan Fira yang mengambil makanan untuk Damian atas perintah laki- laki menyebalkan itu sendiri,yang dengan seenak jidat menyuruh nya mengambilkan makanan untuk nya.
Kata nya untuk simulasi istri dan ibu rumah tangga yang baik,yang memang membuat Fani tersenyum menggoda kedua manusia yang entah sejak kapan terlihat akrab itu.
Tidak heran sih Fira yang cukup mudah untuk berbaur dengan cepat dengan orang lain tapi tidak dengan Damian,tapi kali ini dia bisa dengan cepat terlihat dekat Fira walaupun tidak dengan kesan yang baik.
Selesai sarapan mereka keluar dari mansion menuju ke mobil yang sudah di siapkan oleh supir di halaman.
"Kamu berangkat sama aku,biar Damian berangkat sama teman mu" ucap Devano menatap tepat manik Fani,fani yang juga menatap manik Devano dan terjadi lah tatap tatapan antara dua manusia itu
Fani memutuskan tatapan nya terlebih dulu karena tatapan mata Devano tidak baik untuk kesehatan jantung nya saat ini,karena tatapan kali ini berbeda dari sebelum - sebelumnya,lebih hangat dan-
Fani menggelengkan kepalanya mengusir pikirannya yang tidak tidak .
"Kenapa,tidak mau?" nada lembut itu kembali terdengar di telinga Fani,'kenapa dengan manusia arogan ini lagi' batin Fani.
Jujur hal sekarang ini tidak baik untuk kesehatan jantung Fani, bukan nya mudah baper atau gimana tapi ya begitulah tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
Fani mengalihkan tatapan nya dari Devano dan menatap kedua manusia yang hanya diam melihat drama Devano.
lumayan ,dapat tontonan gratis ,jarang jarang bos kaya begini,pikir Damian yang diam menonton drama di depan nya.
Dan,manusia yang di tatap oleh Fani mengangguk barengan ,bukan ,bukan itu maksud tatapan Fani,maksud dia adalah 'bantu gue untuk menolak ajakan berangkat bareng karena gue gak mau satu mobil sama dia ,bisa bisa mati beku gue" begitu tapi yang kedua nya lakukan malah mengangguk seolah setuju bahwa mereka akan berangkat bareng.
__ADS_1
Kedua nya memang paham maksud tatapan Fani tadi,tapi saat hendak menjawab tatapan Devano sudah terlebih dahulu mengancam kedua nya,jadi ya mereka lebih memilih jalur aman mereka masih sayang nyawa,jadi dari pada nyawa kedua nya yang melayang lebih baik menganggukkan kepala saja lebih aman.
Akhir Fani ikut saja ,dari pada drama ini tidak ada habis-habisnya hingga mereka terlambat ke kantor,walau waktu nya masih agak lama sebenarnya tapi tidak apa bukan?.
"Hari ini saya nyetir sendiri pak,jadi bapak bisa istirahat,kalau saya butuh bapak nanti saya telfon" ucap Devano kepada supir pribadi nya.
" Iya tuan, terimakasih" balas pak Aris sambil membungkukkan badan nya.
Fani masuk ke dalam mobil,tapi sebelumya dia mantap tajam tanda permusuhannya ke arah Damian dan Fira."awas aja nanti " ucap Fani tanpa mengeluarkan suara nya yang di mengerti oleh kedua nya,dan di balas kedua nya dengan cengiran.
Mobil Devano melaju menjauh dari pekarangan mansion menuju jalan besar untuk bergabung dengan kendaraan lain nya.
***
Tersisa Fira dan Damian sekarang ,"Ayok kita juga berangkat" ajak Damian kepada Fira.
Damian hendak membuka pintu mobil di samping kemudi untuk Fira namun urung dia lakukan saat mendengar suara Fira" gak ,gue berangkat sendiri " Melihat Damian yang mengangkat sebelah alisnya entah apa maksudnya nya Fira tidak tau akhirnya Fira kembali bersuara "bawa motor"dengan tangan terangkat dan jari telunjuk nya yang dia arahkan ke arah motor nya.
"Kita bareng ini perintah dari pak bos" ujar Damian menatap Fira.
Fira mendengus kesal " Elleh bilang aja lo modus" menatap sinis ke arah Damian yang juga menatap nya ternyata.
"CK,terserah lo" jawab nya dan melangkah ke arah pintu kemudi mobil dan menyalakan mobil nya serta melaju meninggalkan Fira.
Fira menatap kepergian Damian manusia yang paling menjengkelkan menurut nya itu dengan emosi " udah segitu doang?,kirain mau di bujuk gitu kayak cewek lain kalau ngambek sama pacar nya,lagian juga tadi gue cuman jual mahal aja sih,siapa tau di bujuk kalau nggak di paksa gitu" gerutu Fani yang masih belum beranjak dari tempat nya.
"Tapi kan gue bukan siapa-siapa dia ya,ngapain dia repot-repot ngebujuk gue ,hellow sadar bun" ucap nya ke pada diri nya sendiri sambil mengetuk kepala nya pelan dengan tangan nya,dan melangkah ke arah motor nya .
Setelah nya dia berangkat ke kantor tidak ingin membuang-buang waktu lagi,takut telat dia.
**Halo semua semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.
kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje dan juga agak gak nyambung aku minta maaf soal nya ini pengalaman pertama aku buat nulis jadi masih banyak kekurangan nya apalagi dalam menggunakan tanda baca,mohon pengertiannya ya ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.
__ADS_1
semoga kalian suka ya,thanks all lop yu 🤗