Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 43


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang sangat membosankan dan sangat panjang menurut Devano,akhirnya dia sampai di ibukota Jakarta.


Memang dia kesal karena sedari tadi telefon nya tidak diangkat oleh Fani,entah sudah berapa kali dia menghubungi gadis itu tapi sama sekali tidak di ubris olehnya,tapi itu tidak masalah,karena setelah mereka bertemu nanti,dia bisa memberikan hukuman untuk gadisnya itu bukan? (⁠◠⁠‿⁠◕⁠).


Devano dan Damian berjalan beriringan, seperti biasa kedua laki-laki itu akan menjadi sorotan,tatapan haus akan belaian dilayangkan oleh para perempuan kepada keduanya.


Jika ditanya apakah mereka berdua risih jawaban nya tidak!,karena sudah biasa dan mereka sadar akan visual yang mereka miliki memang tidak main-main dan diatas rata rata, mereka narsis dulu gak papa kan?,lebih tepatnya mereka sadar diri sih sebenernya.


Hanya saja jika melihat tatapan para perempuan perempuan itu,kadang membuat keduanya ingin mencongkel mata mereka satu persatu,sangat genit epribadeh.


"Silahkan tuan"supir yang menjemput mereka, mempersilahkan kedua nya duduk di kursi belakang,setelah tepat berada di hadapannya.


"Langsung ke rumah saya pak!" suara yang bernada penuh intimidasi itu terdengar ditelinga sang supir,yang membuat nya tidak bisa mengeluarkan suara nya bebas.


"Baik tuan"singkat padat dan jelas,hanya jawaban itu yang bisa keluar dari mulut sang supir memang apalagi selain itu?.


***


Senyum dibibir Devano tercetak, walaupun sangat hingga tak terlihat.Akhirnya dia bisa melihat pujaan hatinya dan beristirahat dengan tenang dan nyaman tanpa ada beban pikiran.


Ternyata senyum Devano semakin lebar tanpa sadar,hingga membuat Damian bisa melihat Devano senyum senyum sendiri layak nya orang stress.


dia hanya bisa bergidik jijik melihat ekspresi Devano saat ini,apakah sebegitunya efek cinta yang di rasakan oleh sahabatnya itu?


"Apakah tuan Devano tidak mau turun untuk menemui sang pujaan hati?,kita sudah sampai tuan!"Damian bersyukur memiliki ikatan lebih dari atasan dan bawahan dengan Devano.


Jika saja dia tidak bersahabat dengan laki-laki itu,atau hanya sebatas atasan dan bawahan,dia jamin 1000% dia tidak berani mengatakan hal seperti itu.


Devano akhirnya tersadar dari lamunannya,bukan nya tidak sadar bahwa Damian tengah menyindirnya dengan bahasa sok formal nya itu,hanya saja rasa rindu yang ada di hatinya ,membuatnya tidak mau membuang buang waktu lagi.


Kali ini dia menyetujui kata kata seseorang,yaitu kepada Dilan jika rindu itu berat,kamu hawa tidak akan kuat biar Dilan saja.


Devano melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya yang sudah dua minggu tidak dia tempati,begitu juga dengan pujaan hatinya yang sudah lama tidak dia lihat,memang lebay sih baru juga dua minggu.


Sedangkan Damian, laki-laki itu langsung menyuruh supir Devano untuk mengantarkan nya pulang mansion keluarganya,jika Devano sudah dua minggu tidak pulang kerumah,maka Devano berbeda,karena dia sudah satu bulan tidak pulang kemansion keluarganya.


Selama ini dia menginap di mansion Atmaja,selagi Devano tidak marah dan masih mengizinkan tidak masalah bukan?.

__ADS_1


ceklek


Setelah berhasil membuka pintu rumah, ternyata yang di dapat oleh Devano adalah kekecewaan, bagaimana tidak orang yang ada di pikiran nya selama dua minggu ini , ternyata tidak ada di situ!.


Lantas, kemana dia pergi?,apakah kerumah orang tua nya?, mudah mudahan saja, karena saat ini dia tengah memikirkan hal hal yang tidak-tidak.


"Kemana dia?,apakah dia masih belum pulang kerja?"jika alasan gadis itu belum pulang karena bekerja dia masih memaklumi,namun dia rasa alasan itu bukan lah alasan yang sesungguhnya,karena dia tau peraturan di perusahaan nya seperti apa,karena dia sendiri yang membuat peraturan itu.


Milikku💞


Dia mencari kontak Fani,setelah menemukannya dia langsung menghubungi nya.


Dan ,hasilnya tetap sama,hanya suara mesin operator saja yang terdengar,"kemana gadis itu?"


"apakah dia ingin bermain-main dengan ku?"


"sepertinya aku terlalu baik kepada gadis itu,hingga dia mulai berani bermain -main dengan ku!"


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan terhadapnya nanti "


Suara benda yang berjatuhan terdengar di ruangan yang sunyi itu, Devano yang ingin meluapkan emosinya membanting semua benda yang ada di hadapannya,hingga membuat keadaan rumahnya sudah seperti kapal pecah.


Apakah dia akan merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya?,jika memang iya maka untuk kali ini,dia tidak akan baik baik saja,karena rasa cinta dan rasa sayang nya terhadap Fani sudah sangat besar.


Tidak ingin menyerah, Devano kembali menghubungi no Fani,namun masih gagal hingga 'bugh',dia membanting ponselnya kelantai hingga pecah berkeping-keping.


Devano bersandar di dinding,dia mengusap wajah nya kasar hingga menjambak rambutnya sendiri,bukan,bukan ini yang ingin dia dapatkan setelah sampai di rumah.


Dia ingin setelah sampai di rumah dia akan mendapatkan ketenangan yang sudah dua minggu ini tidak dia rasakan.


Dia ingin menatap manik Fani yang memberikan ketenangan untuknya,dan memeluk gadis itu yang mampu memberikan kenyamanan untuknya.


Namun apa yang dia dapat saat ini ternyata jauh dari ekspektasi nya.


Dia sengaja tidak memberitahukan kalau dia pulang saat ini,untuk memberikan kejutan kepada Fani namun ternyata dia yang mendapat kejutan.


Sibuk dengan pemikiran nya sendiri,tiba tiba dia mendengar suara deru motor di depan rumahnya,dia tersenyum akhirnya gadis nya itu pulang juga,mungkin di antar oleh adiknya seperti dulu pikirnya.

__ADS_1


Menyingkap tirai jendela,Devano mengintip keduanya hanya ingin memastikan saja,jika iya maka dia akan keluar menyambut mereka,tapi ternyata apa?,dia kembali menelan rasa kecewanya.


Dia melihat Fani di antar oleh laki laki,yang ternyata bukan adiknya.Dia tidak mengenal siapa orang itu,apakah Fani selingkuh dibelakangnya diam-diam?.


Devano tersenyum,namun senyum nya kali ini adalah senyum kekecewaan,dia akhirnya kecewa atas pilihan nya lagi.


Perempuan yang dia anggap tulus mencintai nya ternyata,tidak sebaik yang dia duga.


***


"Makasih ya,hati hati di jalan!" ucap Fani setelah dia turun dari jok motor laki laki yang mengantar nya pulang.


Laki laki itu tersenyum dan mengusap kepala Fani,"Sama -sama" ucapnya dengan senyum lebar dibibir nya.


"Masuk gih,gue liatin tenang aja ,aman!"Fani yang mendengar nya hanya tersenyum dan tak beranjak dari tempat nya,tidak mendengar ucapan laki laki yang ada di hadapannya itu.


"Lo duluan aja,hati hati bawa motor nya !"


"Ya udah kalau begitu,gue duluan,"


Akhirnya laki laki itu mengalah,dia menghidupkan kuda besinya,dan meninggalkan rumah Devano.


Fani melambaikan tangan nya,saat laki laki itu menoleh kebelakang,yang dibalas dengan senyuman olehnya di balik helm full face nya.


Setelah memastikan laki laki itu pergi dan tidak terlihat lagi,Fani mengayunkan langkah nya masuk ke rumah Devano.


ceklek


Dia membuka pintu rumah dan menutup nya lagi saat membalikkan tubuhnya dia terkejut melihat keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah,dia yakin semua kamar juga keadaan nya pasti sama dengan yang ada di depan matanya saat ini.


Dia mengalihkan pandangannya dan membeku melihat Devano yang juga kacau dan tatapan matanya yang sangat tajam,sumpah saat ini dia takut melihat Devano yang sepertinya tengah marah besar,namun karena apa?,ingin dia bertanya namun rasa takutnya lebih besar daripada rasa ingin tahunya.


Hy semua terimakasih sudah membaca,jangan lupa like, komen dan klik ❤️ ya 😇


Mampir juga ke karya aku yang masih baru pecah telor 🤣🤣🤣, khusus untuk yang suka transmigrasi transmigrasi dan cerita anak sekolah SMA an bolehlah mampir.


Semoga suka ya,dan hati hati saat membaca karena masih banyak typo yang bertebaran,yang pastinya tidak disengaja.

__ADS_1


__ADS_2