Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 52


__ADS_3

"Tujuan lo kesini apa sih?,tiba tiba datang kayak jelangkung udah gitu pake acara nginep lagi"dia kesal bukan karena gak jadi kissing ya,hanya saja dia malu ***,malu kalian pasti ngerti kan? apa yang dia rasakan saat ini,kalau misalnya dia udah sering kayak begituan didepan sahabat laknat nya itu,mungkin dia tidak semalu ini woi.


Fira menutup matanya ,saat ini dia rebahan di kasur sahabatnya itu,dia tidak berminat meladeni Fani berdebat, saat ini dia galau jadi tidak punya waktu untuk meladeni ucapan gadis itu,biarkan saja dia berbicara sendiri seperti orang gila mengeluarkan kekesalan nya sampai gadis itu merasa lega ,dan dia tidak akan mengganggu nya karena dia memang tidak berminat sama sekali.


Fani yang merasa tidak didengar mengambil bantal berniat melemparkan ke arah gadis itu,namun tidak jadi saat mendengar suara sahabatnya itu"Fan udah deh,gue lagi galau tau dihibur kek ini gak,malah di ceramahin" jelaslah diceramahin,harus di kasih paham dulu biar sahabatnya itu ngerti,itu pun jarang sebenarnya.


"Lagian lo galau karena apa coba?,pacar aja lo gak punya"tidak mungkinkan sahabatnya itu galau karena uang?,atau jangan jangan sahabatnya itu memang sudah punya pacar tani back street?,bisa jadi sih.


Fira ingin sekali menjambak mulut gadis dihadapannya ini,suka seenaknya kalau ngomong,gak pernah di filter ucapan sahabat nya itu setiap berbicara dengan nya, entah apa salah dan dosanya hingga bisa bersahabat dengan perempuan seperti Fani.


"Gini gini gue juga punya pacar ya,oh- bukan pacar sih tapi gebetan rasa pacar"Fani ngakak mendengar ucapan sahabatnya,dia tidak percaya karena setahu nya sahabat nya itu tidak pernah dekat dengan siapa pun selama ini.


Bagaimana dia bisa percaya?,selama mereka berteman tidak pernah Fira mengenalkan pacar ataupun gebetan nya kepada dia,memang tidak terlalu penting juga sih mau gadis itu punya pacar,gebetan,atau suami sekalipun.


"Masa sih ,terus gebetan lo mana?,kenalin dong!"Fani tidak percaya tapi tak urung juga penasaran,dia penasaran dengan bentukan gebetan sahabatnya itu, siapapun laki-laki itu dia harus kenal pokoknya .


Fira hanya diam, penting sekali kah? dan maksudnya dia harus memperkenalkan laki laki itu begitu?,mengingat laki laki itu saja sudah membuatnya emosi ,dan sekarang dia harus menghubungi laki laki itu?bahkan bertemu dengan manusia satu itu saja mampu membuatnya kesal karena teringat dengan kejadian saat di cafe tadi.


"Malas gue,mengingat laki laki taik itu saja mampu membuat emosi gue naik tahu gak" serba salah kayak jadi Fani sekarang, sahabatnya itu yang membuatnya kepo tapi sekarang giliran minta di kenalin malah marah marah,gak jelas.Galau sih galau tapi jangan jadi goblok begini dong.


Fani memutar bola matanya jengah melihat tingkah gadis itu,lalu dia kesini ngapain coba?,apa cuman numpang nginap doang?,dia yang bikin penasaran tapi dia juga yang gak mau ngasih tahu,kalau begini terus bukan hanya Fira saja yang emosi dia juga akan ikut emosi kayak nya.

__ADS_1


"Jadi mau lo apa ogeb!,gue nanya baik baik biar tahu kasih saran lo gak mau ngasih tahu"kini giliran fira yang menatap sahabatnya itu kesal,apa tadi katanya ngasih saran?,kalau memang begitu dia sudah dari tadi memberitahu gadis itu hanya saja dia tidak yakin dengan ucapan yang dilontarkan olehnya.


Fira yakin sahabatnya itu akan ngakak sampai ngingok jika tahu siapa laki laki yang dekat dengan nya juga yang berhasil membuatnya galau berat begini,membayangkan itu saja membuat Fira bergidik nyeri dan menggeleng.


Semua yang dilakukan oleh gadis itu tidak lepas dari pandangan Fani "Lo dekat sama om om ya?,makanya lo gak mau kasih tahu dan lo galau karena ketahuan sama istri sahnya kan?"Fani tidak bermaksud menuduh sahabatnya itu tapi dia hanya menebak saja siapa tahu tebakan dia benar makanya sahabatnya itu menggelengkan kepalanya tadi.


Sepertinya keputusan Fira untuk datang kesini salah,bukanya merasa baik dia malah semakin merasa kesal !,seenak jidat sahabatnya itu menuduh dekat bahkan pacaran sama om om?,yang benar saja.Kenapa juga sahabatnya itu bisa memikirkan hal sejauh itu.


"Enak bener ya mulut lo ngomong kayak begitu,papi gue masih kaya biar lo tahu!"siapa juga yang bilang pspi Arkan jatuh miskin?,zaman sekarang tidak perduli dari kalangan manapun yang memiliki sugat dady sudah banyak mulai dari yang berduit sampai kalangan yang tidak berduit.


"Siaoa tahu ajakan,makanya lo gak mau cerita!"ini ni yang paling Fira tidak suka dari Fani,ada saja cara sahabatnya itu untuk memaksanya.


Jelaslah gadis itu tidak tahu orang dia belum ngasih tahu,"Makanya dengerin dulu dong,lo berniat mendengar gak sih?"kesal juga dia lama lama, capek capek ngejelasin tapi gak didengerin kan cuman bikin capek doang mending mereka tidur kalau begitu.


Fani cengengesan,menganggu gadis itu saat tidak mood begini memang tindakan yang salah,lihat saja tatapan gadis itu sudah seperti harimau yang siap menerkam mangsanya saja.


"Iya iya gue minta maaf,lanjutin lah gue dengerin kok serius"ucap Fani dengan mengangkat tangan kanannya dan membentuk huruf v dengan jari telunjuk dan tengah nya.


Fira menarik nafas dan membuang nya untuk mengendalikan emosi yang tiba tiba datang karena sahabat laknat nya itu sebelum kembali melanjutkan curhatannya,"sampe dimana tadi?"tuhkan dia jadi lupa,Fani sih tiba tiba menyela nya tadi.


Tidak ingin membuat mood gadis yang tidak punya otak itu semakin buruk,Fani mencoba mengingat sampai dimana cerita gadis itu"tiba tiba dia pulang gak kasih kabar dan lo tahu?"untung Fani ingat bahkan bisa menirukan ucapan gadis itu,jadi dunia masih aman guys.

__ADS_1


"Dan lo tahu?,dia bareng cewek lain nyeselin bangetkan?iya sih nyeselin tapi urusan nya dengan menginap disini apa coba,bukannya dia keberatan jika sahabat nya itu menginap disini,dia senang kok banget malah ,hanya saja kok kayak gak nyambung begini ya?


Atau jangan-jangan,laki laki yang dimaksud oleh Fira adakah laki laki yang selama ini dijodohkan oleh papi Arkan?,jika iya maka dia akan membantu sahabat nya itu agar bisa lepas dari perjodohan sialan itu,dan dia akan membantu untuk ngomong sama papi Arkan agar mau membatalkan perjodohan itu.


"Iya sih gue juga kalau begitu pasti marah,tapi kalau boleh tahu laki laki itu siapa?,orang yang di jodohin papi Arkan sama lo ya?"Fira menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Jadi siapa dong yang dimaksud oleh Fira?, langsung kasih tahu siapa orang nya kayaknya susah banget dah Fira lakuin.


"Terus siapa dong?"Fani kembali bertanya karena belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya.


"Damian"cicit fira malu, entah apa sebabnya pokoknya dia malu banget saat ini,bahkan dia merasakan pipi nya panas,semalu itu, seperti nya semesta tidak membiarkan Fani malu sendiri.


"WHAT!"


Sedangkan Fani ngebug dulu sebelum berteriak kencang ,setelah mencerna ucapan sahabatnya yang menyebutkan nama Damian, entah Damian yang dia kenal atau tidak yang jelas dia teriak saja karena tebakan nya jatuh kepada Damian yang dia kenal asisten sekaligus sahabat Devano.


Fira,gadis itu menutup telinga nya mendengar teriakan Fani sangat kencang hingga telinganya berdeging,sangat menyebalkan.


Hy semua, terima kasih sudah membaca cerita ini,mudah mudahan suka maaf kalau membosankan dan tidak nyambung 😅


Jangan lupa like, tekan ❤️ dan kasih⭐ini ya untuk menilai,kasih komen juga sama saran nya dan hati hati saat membaca karena banyak typo besty.

__ADS_1


__ADS_2