
Seorang laki-laki melangkah keluar dari club,jangan negatif thinking dulu karena dia hanya minum sedikit untuk menenangkan pikiran nya,dan tidak melakukan hal yang tidak-tidak.
Laki laki itu mengusap rambutnya kasar, bagaimana dia akan memenuhi syarat dari papi nya untuk membawa seorang gadis yang akan dia kenalkan kepada kedua orang tuanya agar perjodohan sialan tidak terjadi.
Dia adalah Damian Marley anak dari pasangan suami istri,papinya Josua Marley dan sang mami Deviana Marley,saat dirinya tengah menikmati me timenya di sebuah cafe tadi,sang papi menghubungi nya untuk segera pulang kerumah karena gadis yang dijodohkan dengan nya itu sudah menunggunya,namun dia tidak pulang kerumah seperti yang papinya suruh.
Melainkan ke mansion Devano untuk menginap disana sampai dia bisa mendapatkan solusi untuk membuat perjodohan yang dilakukan kedua orangtua nya batal tanpa dia harus repot-repot mencari pacar untuk dia kenalkan kepada kedua orang tuanya dalam waktu satu minggu ini.
Gila saja,kemana dia akan mencari pacar untuk dia kenalkan kepada kedua orangtua nya dalam jangka waktu satu minggu?,yang benar saja pikirnya.
Dia mencoba untuk menghubungi no Devano untuk meminta izin untuk tinggal di mansion nya sementara waktu sampai waktu yang tidak bisa dia pastikan,namun orang yang dia hubungi tidak mengangkat telfon nya bahkan saat dia mencoba menghubungi no itu kembali handphone nya sudah tidak aktif lagi,sangat menyebalkan.
~flashback on
Damian yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya di kantor melangkah keluar dan akan mencari tempat untuknya menghabiskan waktu.
Berhubung hari ini weekend jadi waktu yang dia gunakan di kantor singkat juga karena pekerjaannya yang tidak terlalu banyak.Dia seorang diri karena bos sekaligus sabahat nya Devano katanya sedang sakit.
Awalnya dia tidak percaya akan kelakuan sahabatnya itu,karena jarang sekali manusia yang satu itu jatuh sakit jikalau pun dia ada sakit dia tidak akan mau berdiam diri di rumah,dia akan tetap melakukan aktivitas nya seperti biasa,karena itu bisa membuat sakitnya langsung hilang namun sekarang apa? laki laki itu malah berleha-leha di rumah padahal katanya tadi hanya demam biasa, wajar sih yang punya ayang ma beda, walaupun dia belum tau kedua nya sudah jadian tapi dia bisa yakin kalau sahabat nya itu sudah jatuh hati kepada sosok gadis yang bernama Stefani Putri.
__ADS_1
Damian mengendarai mobil nya menuju tempat yang akan menjadi tujuan nya,tidak membutuhkan waktu yang lama dia sudah sampai didepan cafe yang dia tuju dan memarkirkan mobilnya di parkiran yang telah disediakan.
Dia keluar dari mobil dan masuk kedalam, sepanjang dia melangkah banyak pasang mata yang melihat nya, terkhusus para kaum hawa yang menatapnya lapar penuh minat,namun dia biasa saja karena memang sudah terbiasa menghadapi situasi seperti itu, apalagi jika dia bersama bos arogan nya .
Dia mendudukkan dirinya nya di kursi paling pojok, berhubungan Devano tidak bersama nya jadi dia memutuskan untuk duduk di lantai dasar saja daripada diruang VIP yang biasa dia dan Devano tempati.
Tidak lama pelayan cafe datang dan Damian memesan makanan dan minuman tidak lama setelahnya pesanan Damian datang dan dia menyantap nya dengan nikmat tidak mempedulikan sekitarnya.
Saat sedang menikmati makanan yang ada didepan nya tiba-tiba ada hal yang menarik perhatiannya,yaitu seorang gadis yang sepertinya di paksa untuk keluar,dua pria berbadan besar dengan pakaian hitam menarik paksa lengan seorang gadis .
Damian yang merasa mengenal dengan sosok gadis itu menajamkan penglihatan nya ,dan dia bisa melihat wajah itu dan ternyata tebakan nya benar gadis itu adalah Fira,tapi untuk apa gadis itu diseret paksa? banyak pertanyaan yang ada di kepala Damian,laki laki itu berdiri dari duduknya berniat ingin menolong Fira siapa tau gadis itu membutuhkan pertolongan,namun saat dia akan melangkahkan kakinya getaran dari handphone membuat fokusnya terbagi hingga tanpa bisa dia cegah sosok gadis yang diseret paksa itu hilang dari pandangan nya.
"PULANG KERUMAH SEKARANG!!!"nada perintah yang tidak menerima bantahan itu langsung terdengar di pendengaran nya,dan tanpa melihat siapa penelefon itu dia sudah tau kalau itu adalah papi nya.a
Damian hanya diam dan tidak menjawab,dia akan membiarkan papinya itu berceloteh dan mengeluarkan segala amarah nya mumpung dia anak baik sekarang.
"KENAPA KAMU HANYA DIAM HA?!,JAWAB!!!"Bentak papi Damian kembali karena putranya itu hanya diam saja tanpa berniat menjawab nya.
"Apakah sekarang papi ganti peran dengan mami?,sedari tadi papi marah-marah dan mengoceh seperti mami" ucapnya heran melihat papinya ini,biasa nya yang akan marah karena dia tidak pulang saat membicarakan perjodohan adalah maminya tapi kenapa sekarang kenapa jadi papinya?apakah mereka bertukar peran ,entahlah hanya mereka berdua yang tau.
__ADS_1
Maminya yang berada di sebelah suaminya mendengar ucapan anak nya yang semakin lama semakin tidak punya otak"APA YANG KAMU KATAKAN ANAK MONYET HA!, SEKARANG PULANG ATAU MAMI POTONG ***** KAMU "teriak mami Damian yang didengar oleh nya yang membuat dirinya refleks memegang juniornya dengan sebelah tangan nya yang menganggur.
Jangankan Damian papinya juga melakukan hal yang sama walaupun itu hanya gurauan namun membayangkan nya membuat ngilu juga epribadeh.
"Mami tau sendiri kan,aku gak mau di jodohin jadi aku gak mau pulang"bantah Damian dengan suara lembut meredam amarahnya agar tidak keluar dan menyakiti hati sang mami,walau sebenarnya dia tidak tega menolak dan membantah maminya tapi dia tetap tidak akan pulang sebelum perjodohan ala Siti Nurbaya itu batal,tapi kalian tau sendirilah walaupun sebenarnya seorang anak tidak tega membantah ucapan orangtua namun percayalah anak itu akan tetap membantah nya,sama seperti Damian sekarang ini.
"Baiklah jika kamu tidak mau di jodohkan papi kasih kamu kesempatan dalam satu minggu ini harus membawa pacar kamu kehadapan mami sama papi" ucap mami Damian mewakili suaminya,"Tapi sebaliknya jika kamu tidak mengenalkan pacar kamu ke mami sama papi satu minggu ini kamu harus terima perjodohan ini ,kami tidak menerima BANTAHAN paham?!" tekan mami Damian di akhir kalimat nya untuk mempertegas bahwa ucapan itu sakral dan tidak bisa di bantah,mereka berdua memang sepakat membuat keputusan ini karena mereka tau Damian belum memiliki kekasih dan pasti tidak akan sanggup memenuhi syarat dari papi nya itu.
"Baiklah,akan aku penuhi tapi mami sama papi harus pegang ucapan kalian" kata Damian yang disanggupi oleh kedua orangtuanya dan setelah dia mengatakan tidak akan pulang karena menemani Devano kedua orangtuanya memperbolehkan nya dah sambungan telefon mereka pun terputus.
Memang ya menjual nama sahabat kepada orangtua adalah jalan ninja dalam meminta izin tidak pulang kerumah atau mau melakukan sesuatu yang sudah pasti akan dilarang,peluk online dari Damian untuk yang suka menjual nama sahabatnya kepada orang tua.
***
Karena Damian tidak bisa menelfon sabahat laknat nya itu akhirnya dia memilih melangkah masuk kedalam mansion Devano untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah, Damian merasa bodoh amat dengan apa yang dilakukan oleh Devano sehingga dia tidak bisa dihubungi yang dia ingin lakukan sekarang adalah istirahat.
Untuk menyambung hari esok yang memiliki kesusahan dan kesenangan nya tersendiri.
Hai semua terimakasih sudah mampir dan mau meluangkan waktunya untuk membaca karya ini,semoga suka jangan lupa like dan kasih komen yang mendukung juga kririk serta saran nya juga ya agar cerita ini bisa berkembang dan lebih baik lagi
__ADS_1
untuk typo dan kegajean cerita ini aku minta maaf, sekali terimakasih 😇