
"Makan yang banyak ya cantik"Fani yang mendengarnya hanya diam ,dan memutar bola matanya,tanpa laki laki itu suruh pun dia akan makan banyak,kalau bisa sampai perutnya meledak sekalian.
Devano menghela nafasnya, meningkatkan tingkat kesabaran nya dalam menghadapi gadis itu.Tidak mendapatkan jawaban juga tidak masalah wajar karena gadis itu mungkin masih kesal, dan mungkin setelah perut gadis itu kenyang mood nya akan baik,mudah mudahan saja.
Walaupun sebenarnya dia bukan orang penyabar,namun untuk pertama kalinya dia akan mencoba menjadi manusia yang paling sabar hanya untuk gadis itu.
Fani tidak menghiraukan laki laki yang ada di hadapannya ini sama sekali,dia sibuk dengan makanan yang ada di hadapannya yang jauh lebih nikmat daripada melihat wajah tampan Devano,rasa kesal juga rasa lapar yang dia rasakan secara bersamaan membuat porsi makan nya meningkat dan tidak punya waktu untuk meladeni laki laki itu.
Devano pun akhirnya meneruskan acara makan nya seperti Fani,dia butuh tenaga untuk membujuk gadis itu nanti.
Acara makan mereka pun selesai,Fani berdiri dari duduknya menuju wastafel untuk mencuci piring bekas mereka,karena di rumah ini memang tidak ada asisten sama sekali seperti keinginan Fani.
Devano menyunggingkan senyumnya,entah karena apa hanya dia yang tahu,lalu Devano berdiri dan menghampiri Fani dan memeluk gadis itu dari belakang,pinter memang Devano soal modus.
"Ihhh awas dulu ,risih tahu lagi nyuci piring juga"selain pintar modus , Devano juga pintar bikin Fani kesal!!,tiba tiba aku melayang, bercanda hehe.
Bukannya melepaskan seperti kemauan gadis itu,Devano justru mempererat pelukannya,dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Fani dan menghirup aroma tubuh gadis itu yang selalu candu baginya.
"Jangan ngambek makanya"aneh,dia yang bikin orang kesal kok dia yang marah?,juga apaan cara membujuk seperti itu?,terkesan memaksa tapi memang sih cara membujuk laki laki itu beda dari yang lain.
Untung saja cucian dia dikit,jadi bisa cepat cepat memberontak dari pelukan laki laki itu,Fani berbalik badan dan mendorong tubuh kekar Devano guna melepaskan pelukan nya.
Namun bukan Devano namanya jika melepaskan gadis itu dengan mudah!,Devano semakin memeluk pinggang ramping Fani dan mendekatkan wajah mereka berdua,niatnya ingin menjahili gadis itu.
__ADS_1
Namun bukan nya berhasil,dia sendiri yang terjebak dengan rencananya,dia tidak bisa menolak visual gadis itu,udah imut,manis ,cantik apalagi?, sejenak Devano menikmati pemandangan yang ada di hadapannya sayang jika di sia-siakan,apalagi bibir mungil gadis itu.
Devano semakin mendekatkan wajahnya bahkan memiringkan kepalanya mau ngapain hayo?,semakin dekat,semakin dekat dan semakin dekat hingga hampir tidak berjarak dan nungguin yah👀👉👈.
"Ehem"
Hampir saja bibir keduanya bertemu satu sama lain namun deheman seseorang,menghentikan adegan kissing mereka,sungguh sangat menyebalkan.
Refleks Fani mendorong kuat tubuh Devano yang masih diam menatap nya, kenapa laki laki itu jadi menatapnya dengan tatapan yang seolah olah menyalahkan nya.
Sedangkan sang pelaku masih setia berdiri ditempatnya, tidak berminat meninggalkan kedua sejoli itu,selama mereka tidak menyuruh nya pergi atau duduk di tempat lain dia tidak akan berpindah dari posisinya.
"Lo ngapain sih?"kesal Fani,tapi jangan salah paham dulu,dia kesal bukan karena adegan mereka yang tertunda,hanya saja dia kaget plus malu.
"Nemuin lo lah!,gue mau nginep disini boleh yah"dengan nada memelas dan menunjukkan puppy eyes nya Fira memohon.
Devano menatap kearah Fira dengan tatapan tajamnya,namun gadis itu sepertinya tidak takut dengan nya,apakah aura dingin yang dia keluarkan sudah mulai pudar?,sehingga gadis itu tidak takut lagi berhadapan dengan nya,jika memang iya maka ini tidak boleh terjadi.
"Boleh ya pak bos ya,yayaya"rengek Fira ,entah karena apa dan sejak kapan memang dia tidak takut lagi berhadapan dengan Devano, kecuali aura yang dikeluarkan oleh laki-laki itu sudah tidak bisa tertolong lagi,maka dia akan berpikir dua kali.
Fani yang dari tadi mencerna apa yang terjadi dengan sahabatnya itu,tersadar dari lamunannya setelah mendengar rengekan sahabatnya itu,kenapa dengan gadis itu?,dan satu hal yang perlu Fira tahu bukan gadis itu makin imut tapi makin kayak taik kucing.
"Lo kenapa Maemunah ?,di usir sama papi Arkan lo yah,ngaku gak lo!,iya kan?"Fira memutar bola matanya mendengar kalimat yang dilontarkan oleh sahabat nya itu,apa tadi katanya?,diusir?,yang ada bukannya dia yang diusir tapi papinya yang bakal dia usir,bercanda guys.
__ADS_1
Udah menuduh orang tanpa bukti, sahabat nya itu malah memaksa nya juga untuk mengakui hal yang tidak dia lakukan sama sekali.
Tapi memang gak ada salahnya kan Fani bertanya seperti itu,siapa tahu aja papi Arkan benar benar mengusir nya?.Karena perkara perjodohan yang entah seperti apa ujungnya,mungkin saja.
"Dih,kok maksa?!"siapa juga yang maksa?,kalau gak tinggal bilang gak,kalau iya bilang iya, segampang itu namun selalu dibikin rumit oleh gadis itu.
Devano merasa pusing melihat perdebatan kedua gadis itu,sama sama keras kepala,dan ingin menang sendiri,entah apa yang membuat hubungan persahabatan keduanya awet muda dan tahan lama sampai sekarang.
"Diam!-terserah"Devano diam sejenak,sebelum melanjutkannya kalimat nya,terserah keduanya mau bagaimana sekarang,dia ingin mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya yang lelah saat ini.
Kedua gadis itu langsung diam,jujur saja Devano saat ini sama seperti dengan Devano yang pertama kali mereka kenal,namun tidak ada ketakutan yang mereka rasakan,Bahkan saat awal bertemu,apa yang perlu di takutkan?toh mereka sama sama makan nasi.
Setelah kepergian Devano,fani menatap sengit kearah gadis itu,"ikut gue ke kamar!"Fani akan mengintrogasi sahabat nya itu,kenapa tiba tiba sahabatnya ada di rumah ini,tak ada angin tak ada petir,tiba tiba saja dia sudah ada di rumah ini.
Fira sudah tahu apa yang akan terjadi,pasti dia akan mendengarkan ceramah panjang kali lebar kali tinggi dari sahabatnya itu,sudah mirip seperti seorang ibu yang menasehati anaknya karena ketahuan mencuri.
"CK"Namun tak urung ,dia mengikuti langkah gadis itu.
Karena ini pertama kalinya dia menginap disini juga saat ini tidak ada pilihan lain,jadi dia harus menurut dulu setidaknya untuk mengambil hati pacar pemilik rumah ini agar bisa nginap di sini entah berapa lama.
Jika kalian tanya kenapa harus mengambil hati Fani dulu,karena sudah pasti jika Fani setuju maka pak bos dingin itu akan setuju juga.
Hy semua semoga suka ya,jangan lupa like komen dan klik ❤️,serta tekan ⭐ya , kasih saran juga agar cerita ini bisa lebih baik lagi.
__ADS_1
Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya besty besty😇
typo nya masih banyak jadi hati hati saat membaca yah.