Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 15


__ADS_3

Fani kembali ke ruang tamu setelah selesai membuatkan minuman untuk kedua tamu yang datang berkunjung entah kebetulan apa yang membuat keduanya bisa tiba secara bersamaan.


"Nih silahkan di minum dulu" sambil meletakkan gelas di atas meja serta nampannya,dia akan menaruh nya kembali ke dapur sekalian dengan gelas yang mereka pakai kalau sudah selesai meminum teh nya.


"Thanks" Damian bersuara sambil menyeruput teh yang di buat oleh Fani,sedangkan Fira dia hanya diam,jiwa ngambek nya sedang mode on jadi harap maklum.


"Minum dong Ra,teh kesukaan lo itu,takaran nya juga sesuai porsi yang lo mau kok" Fani menatap ke arah Fira dengan gelas yang dia dorong ke hadapan sahabat.


"Ck"Fira berdecak dan merotasikan bola matanya malas ,tapi tak urung dia mengangkat gelas itu dan mengarahkan kemulut nya,


Dia melihat ke arah Fani yang tiba-tiba membuang muka,"Dih ,lo kenapa?,sok'an gambek,yang mesti marah itu gue bukan lo,kenapa jadi lo yang harus di bujuk -bujuk gini?" dengan memandang penuh permusuhan ke arah Fani.


"Disini bukan cuma gue yang harus ngasih penjelasan lo juga,kenapa lo udah nyampe ke sini tapi gak ngasih kabar plus lo ternyata dateng sama pacar lo yang ternyata asisten CEO kantor tempat kita kerja,sejak kapan lo sama dia pacaran?" ujar Fani menggebu-gebu.


" Dia bukan pacar gue " serentak Damian dan Fira


"Iya kah,gue gak percaya tuh"


"Nyebelin banget sih lo babi,gue masih kesel sama lo ya,nggak usah ngalihin perhatian,sekarang lo jelasin " kata Fira yang kesal melihat Fani,sahabat nya lagi ngambek bukan nya di bujuk gitu ya kan,ini malah makin dibikin emosi.


"selow dong nyet,penjelasan mana dulu nih,mumpung semangat gue " dengan memperbaiki posisi duduk nya Fani berkata penuh semangat,tapi tidak dengan hati nya.


"Ini rumah lo kah?,cowok tadi CEO kantor kita bukan?,kenapa lo bisa tinggal sama dia,apa kalian pacaran,terus kapan kenapa gue gak tau? dan kalian tinggal bersama itu udah berapa lama,dan hubungan kalian sudah sejauh mana?,sampaj dia berani cuman pake handuk dihadapan lo dan yang paling gue gak bisa nyangka itu lo pegang - pegang abs dia ,gue kan jadi iri ,gue juga mau,tapi mau pegang abs siapa pacar aja gue gak punya" dengan nada lesuh di akhir Fira menyampaikan semua yang dia ingin ketahui dari sahabat nya itu,sebenar nya dia hanya bercanda mengatakan kalimat terakhir itu agar suasana tidak terlalu canggung apalagi ada orang lain yang baru dia kenal mendengar perdebatan mereka.


Tapi memang ada iri dengki nya sih dikit tapi (Fira)


Fani serta Damian yang mendengar nya menghela nafas sabar,apalagi kalimat terakhir cewek itu, mereka kira apa ternyata dia juga pengen wah harus kita harus bantu Fira mencari jodoh nya secepatnya.


***


Devano setelah melangkah menuju kamar nya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya,dia mengingat kejadian tadi,mengingat ekspresi Fani membuat senyum nya mengembang,jika ada yang melihat senyum itu mungkin tidak akan percaya seorang Devano bisa tersenyum, padahal hal yang wajar bukan karena Devano juga manusia,jangankan tersenyum menangis pun dia bisa.

__ADS_1


Devano kembali melihat tangan nya yang tadi memegang tangan Fani dan melihat ke arah perut nya dimana tadi Fani sempat menekan dan mengelus nya,kali ini bukan hanya senyum yang terpatri di wajah Devano ,namun wajahnya juga sudah memerah bahkan sampai ke telinga nya,apa ini,apakah dia salting atau apa dia tidak tau karena ini adalah yang pertama kali dia alami dan dia rasakan setelah empat tahun lama nya.


"Ck"


Melihat diri nya di depan kaca membuat Devano berdecak,ada apa dengan wajah nya ini , kenapa sangat merah seperti kepiting rebus.


Tiba - tiba dia mengingat Damian yang datang bersama seorang gadis,apa itu pacar nya? ataukah itu gadis yang akan di jodohkan oleh orang tua dia untuk nya?,bukan kah kata nya dia tidak mau menerimanya perjodohan itu terus kenapa dia sekarang datang bersama gadis itu dan tujuan mereka ke sini apa?,apa untuk mengundang nya siapa tau mereka akan bertunangan atau menikah mungkin.


Tidak ingin pusing memikirkan semua itu dia melangkah ke arah shower dan menyalakan nya,niat nya tadi ingin berendam di bathtub tapi karena ini bukan waktu yang tepat jadi dia memtuskan langsung mandi saja.


Setelah dia selesai mandi dan memakai pakaian santai nya dia turun ke bawah,untuk bergabung dengan yang lain.


Keluar dari kamar dan melangkah menuruni satu persatu anak tangga,dia bisa melihat perdebatan dua gadis itu,dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan,karena suara mereka yang keras.


"Dia bukan pacar gue"


Dia mengalihkan perhatian nya ke pada Damian setelah mendengar ucapan mereka,jadi gadis itu bukan pacar nya dan ternyata sahabat Fani, sekarang dia tau tujuan Damian kesini pasti menghindar dari perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tua nya dengan sahabat mereka.


Wah ada apa ini, matahari terbit nya masih dari arah timur kan bukan barat?


Kenapa manusia arogan itu harus duduk di samping nya? menambah kesalah pahaman antara dirinya dan sahabat nya.


"CK,jelasin jangan diam aja,mumpung pak bos yang sekaligus pacar lo udah ada di sini,cepet gue gak punya banyak waktu" ketus Fira,dia sempat melirik ke arah bos nya itu dan tatapan tajam nya mampu membuat nyali Fira menciut,namun karena sudah terlanjur sok berani jadi terobos aja lah,pikir nya.


"Apa tadi perutnya lo?" dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal Fani bertanya.


"Gue kenal lo udah lama bukan cuman sehari dua hari,atau satu bulan dua bulan,tapi udah bertahun - tahun,jadi trik lo gak bisa ngalihin pembicaraan ini,sekarang jelasin" dengan penuh penekanan Fira berkata dan menatap tajam ke arah Fani,apakah Fani pikir Fira bisa di tipu begini, sok-sokan lupa atas pertanyaan nya,tidak semudah itu untuk mengelabui nya karena dia sudah mengenal watak Fani begitu pun sebalik nya.


Sedangkan Fani sekarang tengah di landa kebingungan mau menjelaskan mulai darimana dulu.


"Nanti aja deh ya,lo nginep disini kan?"

__ADS_1


"Gak" jawab fira singkat,Fira datang menemui sahabat nya itu sebenarnya karena dia ingin curhat tentang sesuatu hal,tapi melihat apa yang terjadi sekarang membuat nya tidak ingin curhat lagi hari ini ,besok -besok saja pikir nya.


"Yah ,kok gitu sih" jawab Fani dengan mengerucutkan bibirnya ke depan.


"Pak boleh ya,kali ini aja deh" dengan tatapan penuh harap ,dan kekuatan super nya yaitu pupy eyes nya yang jika dia gunakan bisa mengabulkan permintaan nya.


Jika mama nya bilang sih karena jijik nya ngeliat dia seperti itu maka nya di turuti,kalau Fira bilang karena dia mirip orang utan butuh belaian jadi di turuti saja biar cepat, sedangkan Axel bilang karena kakak nya imut memang sih si Axel paling the best.


Dan yap berhasil,devano membalas ucapannya dengan anggukan kepala,sudah jelas bukan jika jawaban nya iya.


"Terimakasih pak"dengan senyum manis nya Fani beekata dan menatap manik Devano.


Jangan kalian tanya bagaimana perasaan Devano karena rasa nya nano - nano,masih kurang dia mengerti yang pasti ada rasa hangat di hati nya melihat senyum itu.


" Ya udah ayo ke kamar,nanti gue jelasin" beranjak dari duduknya dan menggandeng lengan Fira agak berdiri dan mengikuti langkah nya ke kamar nya.


Fira hanya mengikuti saja ,karena selain dia ingin mendengarkan penjelasan sahabatnya itu dia juga mengantuk butuh istirahat.


***


Tersisa hanya Devano dan Damian saja yang ada di ruang tamu setelah kepergian kedua gadis itu.


"Gue juga nginap disini nanti malam" ucap Damian memulai pembicaraan di antara mereka.


"Apa karena alasan yang sama seperti biasa nya?"tebak Devano dan tepat ,karena Damian mengangguk kan kepala nya.


"Kenapa lo gak coba terima aja,siapa tau cocok kan?" usul Devano kepada Damian,karena tidak ada salah nya mencoba bukan,kita tidak tau hasil nya jika untuk mencoba saja kita tidak berani atau lebih tepatnya kita tidak mencobanya sama sekali


**semoga kalian suka ya,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.


kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje dan juga agak gak nyambung aku minta maaf soal nya ini pengalaman pertama aku buat nulis jadi masih banyak kekurangan nya apalagi dalam menggunakan tanda baca,mohon pengertiannya ya ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.

__ADS_1


semoga kalian suka ya,thanks all lop yu 🤗


__ADS_2