
Hy semua sebelumnya aku minta maaf udah lama banget gak up, Soalnya aku galau we sampai detik,menit,jam ini aku masih pengangguran dan jadi beban ortu,huuaaa😭,siapa yang gak galau coba 🤕
Sebenarnya saat ini juga masih galau, mana tadi malam listrik mati tapi sekarang udah enggak, dan mengingat aku gak up udah satu abad lamanya,akhirnya hari ini aku up setelah berhasil berperang dengan diri aku sendiri yeyy.
Mudah mudahan kita yang masih pengangguran sampai detik ini siapa tahu masih ada kawan aku ya kan dilapak ini yang masih jadi beban dunia,tetap semangat tetap bernafas walaupun sulit,tak apa apa pengangguran dan beban semesta yang penting hidup ygy🔪.
...Dah lah , selamat membaca semua💞...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Seorang wanita berdiri di depan balkon apartemen nya,dia menatap langit yang di penuhi bintang sambil memeluk dirinya sendiri karena angin malam yang berhasil menusuk kulit mulusnya.
"Aku tidak sabar bertemu lagi dengan mu"wanita itu menyeringai,mengingat kenangan nya dengan laki laki di masalalu nya.
"Apa reaksinya jika aku kembali lagi?,kurasa dia pasti bahagia karena sampai detik ini dia masih mencintai ku"senyum manis menghiasi wajahnya,kala mengingat sosok itu yang sangat sangat mencintai nya,walau hubungan mereka sudah sekian lama kandas,dia masih yakin masa lalu nya itu pasti masih mencintai nya hingga detik ini.
Wanita itu masih sibuk dengan pikiran nya sendiri,tidak peduli dengan angin malam yang menyelimuti tubuh nya saat ini,bahkan sepasang tangan yang sudah melingkar di pinggang nya tidak menarik nya dari khayalan indah yang saat ini dia bayangkan.
"Honey,are you oke?" wanita itu tersentak,saat mendengar suara berat
menyapanya tepat di telinga nya.
"i'm okey, kapan kamu pulang?"wanita mendongak melihat wajah sang kekasih sambil mengelus lembut tangan kekar yang melingkar erat di perut nya.
"Barusan,kamu mikirin apa?"laki laki yang bernama Robert itu membalikkan tubuh sang kekasih hingga kedua nya saling bertatapan.
"Tidak ada,aku hanya tidak sabar untuk kembali ke Indonesia" Robert yang mendengarnya memandang lekat wajah sang kekasih,"Tidak sabar ke Indonesia atau tidak sabar bertemu dengan laki laki itu?"wanita yang bernama Laura itu memeluk sang kekasih dengan erat dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang sang kekasih untuk menutupi kegugupan nya karena pertanyaan sang kekasih.
__ADS_1
"Enggak lah,masa aku mikirin dia"Laura mendongak menatap sang kekasih dengan senyum manis adalan nya,begitu juga dengan Robert yang membalas senyuman sang kekasih tak kala manis nya.
Keduanya saling bertatapan menyelami arti dibalik tatapan mereka masing masing, Robert memeluk pinggang kekasihnya dengan erat dan memberikan sedikit remasan disana dan,sebelah tangan nya menyelusup ke balik punggung mulus sang kekasih dan mengelus nya dengan sensual.Karena piyama yang di gunakan oleh sang kekasih memang terbuka membuat nya mudah untuk melancarkan aksinya.
Laura yang mulai terbuai dengan sentuhan sentuhan sang kekasih mengalungkan tangannya ke leher Robert dan menyambar bibir yang sedikit tebal milik sang kekasih.Kedua nya menikmati ciuman dan permainan lidah mereka yang tengah bertarung dan saling membelit satu sama lain.
Laura memukul dada Robert dengan pelan sebagai kode bahwa dia membutuhkan oksigen untuk paru paru nya,Robert menghentikan ciuman mereka memberikan Laura kesempatan untuk menghirup udara sejenak.
Tatapan keduanya kembali bertemu untuk beberapa saat, Robert menggendong Laura ala koala secara tiba tiba membuat Laura melingkarkan tangannya di leher laki laki itu menatap mata laki laki itu lekat hingga bibir kedua nya kembali menyerang satu sama lain,Laura sangat menyukai posisi seperti ini.
Robert masuk ke dalam kamar mereka tanpa melepaskan pangutan nya,membaringkan tubuh sang kekasih di king size nya dengan lembut,memegang tengkuk Laura degan sebelah tangan nya sedangkan tangan nya yang lain menjelajahi tubuh sang kekasih yang ada di bawah kukungan nya,menyentuh dan mengelus bagian yang sudah seharusnya di sentuh membuat sang kekasih mendes*h disela-sela kegiatan mereka.
"Aku mau kamu"Laura yang mendengar suara berat dan serak sang kekasih menganggukkan kepalanya mengiyakan,karena dia juga menginginkan hal itu,setelah mendapatkan lampu hijau dari wanita tercinta nya,Robert pun melancarkan aksinya kembali dan you know lah apa yang terjadi setelah itu.(maaf jika feel-nya kurang soal nya aku gak tahu kek mana nulis nya,soal nya gak pernah praktek haha,dan kayak nya praktek lebih sulit dari pada teori iya gak sih?◉‿◉).
***
Fani menatap bingung sahabatnya yang tengah diam saat ini,bukan pertama kali nya sih teman nya si taman safari ini diam kayak kenebo kering,hanya saja sebagai sahabat yang baik hati dan selalu ada dia tahu jika ada sesuatu hal yang membuat sahabatnya itu diam merenung seperti saat ini,tapi apa?.
Fira menghentikan kegiatan mengaduk -aduk makanan di hadapan nya dan menoleh ke arah Fani"Enggak, kenapa?"
Fani memutar bola matanya malas,memang harus ekstra sabar dalam membujuk manusia satu itu agar mau menceritakan hal yang mengganggu pikiran nya.
"Lo gak mau cerita?"sebelum menjawab Fira menghela nafas " Adi kembali" Fani mengernyit,Adi? maksud nya Adion Nugroho mantan tercinta sahabatnya itu?,karena hanya satu nama itu saja yang tengah terlintas di otak cantik nya.
Dan,jika memang iya kenapa sahabatnya itu harus galau bukan nya seharusnya dia happy kiyowo?,karena dia tahu selama ini sahabatnya itu masih berharap kepada sang mantan.
"Harus nya Lo senang dong,kan mantan tersayang udah balik!"Fira menghela nafas kembali tidak tahu harus menceritakan dari mana dulu "Itu dulu,sekarang udah gak lagi",Fira terkekeh melihat ekspresi terkejut sahabatnya itu,dia sudah menebak jika ekspresi sahabatnya itu akan seperti saat ini terkejut,tapi mau bagaimana lagi,memang iya dia berharap kepada sang mantan tapi itu dulu,sekarang tidak lagi karena hatinya yang patah dulu sudah terobati oleh kehadiran laki laki lain.
"Jangan bilang karena si Damian "tidak mendapat respon, Fani menganggukan kepalanya,dia sudah mengerti sekarang,pasti sahabatnya itu sudah bisa move on dari sang mantan karena oleng oleh visual Damian sahabat dari Devano.
__ADS_1
Tapi jika memang demikian apa yang perlu di khawatirkan lagi oleh sahabat nya ini,"Terus kenapa lo harus galau ,kan lo udah move on?"entah sudah keberapa kalinya Fira menghela nafas hanya karena pembahasan mereka ini.
"Gue dijodohin sama dia,semalam baru gue tahu"jelas nya dengan lesu .
"Bukan nya papi Arkan udah batalin perjodohan Lo?,kok sekarang dijodohin lagi?"Fani tidak habis pikir,kok bisa bisa nya perjodohan sahabat ini gak kelar kelar dari abad sebelum Masehi hingga sekarang.
"Pokok nya itu lah,gue juga pusing mana gue udah nerima Damian lagi"Fira mengacak rambutnya frustasi,entah harus apa dan bagaimana dia menyelesaikan masalah rumit nya ini.
"Kapan Lo jadian nya?"Fani kembali bertanya membuat Fira ingin mencekik sahabat itu.
"Gue lupa,yang penting jadian udah beres "Fira menjawab apa ada nya,memang dia lupa kapan hal itu,yang penting kan jadian,tapi kenapa respon sahabat nya ini harus seperti itu,hingga mata gadis itu sebentar lagi akan melompat dari tempat nya .
"Keren sih,lo gak tahu kapan tanggal jadian lo sama Damian "seru Fani sebelum menyuruput jus buah yang dia pesan.
"Emang lo ingat tanggal jadia lo sama si manusia arogan itu?"
"Ya,enggak lah"Fira yang mendengarnya tertawa terbahak bahak hingga tertular kepada sahabat nya itu,mereka meneruskan obrolan mereka sebelum mereka pulang sebentar lagi.
Karena sudah jam pulang kantor, kedua nya memilih mampir ke warung makan langganan keduanya sebelum pulang ke habitat masing masing.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Hy besti maaf Ken jika kurang puas sama cerita ini,dan terimakasih sedunia untuk pembaca setia yang bertahan membaca cerita ini sampai detik ini.
Kasih komen dan saran nya juga kritikan nya ya,agar aku bisa memperbaiki kekurangan aku untuk kedepannya, makasih sekali lagi dan tetap dukung cerita amburadul aku ini ya sobat 💞