Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 54


__ADS_3

Damian juga Fira saat ini ada di depan mansion papi Arkan, Damian mengantarkan gadis itu pulang sesuai dengan petunjuk gadis itu,Damian diam saat ini dia tengah bingung.Dia pikir Fira adalah gadis yang lahir di keluarga biasa dia berpikir seperti itu bukan karena apa,hanya saja gadis itu bekerja di perusahaan Devano itupun sebagai karyawan biasa.


"A-apakah ini mansion mu?"sebenarnya dia tidak enak hati menanyakan itu,hanya saja dia tidak ingin mencari penyakit dengan segala hal yang ada dipikirannya namun tidak dia utarakan.


"Hmm,ini mansion papi"santai namun mendengar jawaban singkat dan nada bicara Fira yang terkesan cuek,Damian berpikir jika gadis itu masih marah dan memang benar hanya saja laki laki itu yang masih kurang peka.


Damian menatap Fira dengan tatapan bingung,entah bingung karena apa dia juga kurang yakin!,karena sejauh ini dia masih kurang mengetahui segala hal tentang Fira, walaupun sebenarnya hal mudah untuk dirinya menyelidiki latar belakang Fira,tapi dia tidak melakukan itu karena dia dulunya tidak begitu tertarik untuk mencari tahu hal itu,namun tidak tahu untuk kedepannya.


"Papi kamu?"pertanyaan bodoh itu dengan lancar keluar dari mulut Damian,yang membuatnya mengutuki kebodohan dia sendiri.Bisa bisanya dia menanyakan pertanyaan bodoh itu,sudah pasti jelas lah papi gadis itu masa iya papi orang lain apalagi papinya gak mungkin dan mudah mudahan saja,Damian dengan cepat menggelengkan kepalanya mengusir pikirannya itu.


Sedangkan Fira sudah mengutuki kebodohan laki laki itu dari tadi dalam hatinya, sepertinya laki laki itu memang perlu Konsul ke dokter mengenai kesehatan fisik juga psikis nya,siapa tahu ada yang bermasalah kan?.


"Papi kau!,yah papi aku lah jadi maksud mu papi siapa lagi?!"lihat, kekhawatirannya benar benar terjadi,gadis itu langsung membuat nya kalah tak berkutik,dengan segala bantahan gadis itu, tapi biarkan saja sampai gadis itu puas dengan segala bantahan nya.


Sedangkan Fira yang sudah terlanjur kesal dengan Damian semenjak di cafe tadi,ingin sekali rasanya mencakar wajah itu!,tapi dia tidak melakukanya karena masih banyak hal yang lebih penting dari itu,dan juga tidak tega untuk membuat wajah tampan itu menjadi buruk rupa.Mambayankan saja mampu membuatnya bergidik.


"Kamu tidak berniat untuk mengajak ku masuk kedalam dan bertemu dengan papi mu?" Mudah-mudahan saja gadis itu mau menurutinya,tapi melihat gadis itu yang diam,dan tidak menjawab membuat dia sudah mengetahui jawaban apa yang akan gadis itu katakan.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, karena sebenarnya aku masih ada urusan lain."bukan hanya alibinya saja tapi dia memang memiliki urusan lain"


Fira memutar bola matanya malas dengan tingkah laki laki itu,jujur saja dia tadi , menahan kekesalannya terhadap laki-laki itu . Walaupun laki laki itu sudah menjelaskan tapi tetap saja dia sudah terlanjur kesal dan tidak perduli dengan penjelasan laki laki itu,tapi karena Damian selalu berusaha untuk menjelaskan sebaik baiknya jadi dia hanya diam dan mendengarkan nya .


"Udah gih,kamu hati hati ya"Fira mengatakan hal itu kepada Damian ,bukan karena perhatian gadis itu,tapi dia hanya berniat menyindir saja agar laki laki itu segera pulang karena dia masih kesal saat ini.


Damian yang mendengarnya menatap Fira dengan senyumannya"kalau gitu aku pulang ya,dah"Damian Akhirnya pamit untuk pulang karena tidak ingin menganggu Fira yang sepertinya masih marah terhadapnya,lihat saja gadis itu yang selalu ketus dengan dia setiap kali berbicara.


Damian masuk kedalam mobilnya dan mengeluarkan kepalanya dari kaca untuk berpamitan kepada Fira


"Baiklah aku pulang ,kamu hati hati disini"Fira yang mendengar nya hanya tersenyum saja sebelum laki-laki itu menyalakan mobil nya dan meninggalkan pekarangan mansion papinya.


"Bi papi mana ya?"tanya Fira kepada salah satu maid yang kebetulan lewat dari hadapannya,"Tuan keluar kota non dan akan pulang besok lusa"maid itu menjawab sesuai yang tuannya katakan tadi sebelum berangkat.


Fira mengangguk mengerti,dan menyuruh maid itu melakukan tugasnya kembali setelah mengatakan terimakasih,gadis itu mengeluarkan ponselnya dari tas selempang nya dan ternyata papinya mengabari dia tadi.


Fira masuk kedalam mansion papinya,mengambil sesuatu sebelum keluar lagi "Bi aku keluar ya,mau nginap di rumah teman!"Fira menyempatkan untuk pamit kepada maid,siapa tahu saja papinya tiba tiba pulang kan,karena dia tidak sempat mengabari papinya jika dia ingin menginap di rumah Fani bukan sih lebih tepatnya di rumah Devano.

__ADS_1


Dia berniat menghindari Damian juga,yang mengatakan jika laki laki itu akan kembali mengunjungi nya bahkan menjemput nya untuk berangkat bersama kekantor, sangat-sangat menghabiskan waktu dan tenaga laki laki itu saja,dan Fira kurang setuju.


***


Damian tidak langsung pulang kemansion keluarganya karena masih ingin kemansion Devano melihat keadaan sahabatnya itu, sekaligus ingin menginap disana.Dia sudah izin kepada kedua orangtua nya walaupun tidak diizinkan karena mami papi nya ingin berbicara kepadanya soal gadis yang dijodohkan dengan nya dan yang dia jumpai di cafe tadi setelah pulang dari Singapura.


"Maaf ya mi,tapi aku sama Devano masih ada kerjaan jadi aku pulang nya besok , oke baybay mami cantik muach"tanpa menunggu jawaban dari maminya Damian langsung mematikan telepon secara sepihak.


"Oh iya,Damian kan tinggal nya gak dimansion lagi, bodohnya"ucap Damian sambil memutar mobil berlawanan arah dari mansion laki laki itu,setelah sampai di rumah Devano dia membuka gerbang itu sendiri karena tidak ada satpam yang berjaga"sangat merepotkan"gerutunya kesal melihat tingkah Fani yang tidak ingin memakai jasa apapun di rumah ini,mana Devano mau mau aja lagi.


Setelah berhasil masuk dia kembali menutup gerbang namun kali ini laki laki itu juga menggembok nya karena sudah malam,agar tidak capek bolak balik lagi pikirnya.


Dia menekan bel rumah namun tidak ada yang membuka bahkan menyahut nya saja"kemana sih yang punya rumah?"tanya Damian entah kepada siapa .


Damian menekan bel rumah Devano kembali namun tidak ada yang membuka juga,karena kesal tidak ada yang membuka pintu itu akhirnya dia menekan bel dengan berulang ulang,"biarkan saja mereka terganggu, rasain ini,ini"ucapnya laki laki itu sambil terus menanjak bel rumah Devano yah membuat sang pemilik rumah mengumpati tiada henti .


Ceklek

__ADS_1


Hingga akhirnya pintu itu terbuka dan dia melemparkan senyum menyebalkan nya kepada tuan rumah itu,tanpa dia utarakan niatnya pun pasti sahabat sekaligus bos nya sudah mengetahui maksud dan tujuannya terlihat dari tatapan horor itu namun dia tidak perduli akan hal itu,tanpa di suruh masuk Damian melewati Devano yang sepertinya ingin menerkamnya saat ini juga.


hy besty besty ku semuanya terima kasih sudah membaca, jangan lupa like komen dan klik ❤️ ya juga kasih ⭐, kasih sarannya juga boleh,dan jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi ya, typo nya masih banyak jadi hati hati 😅, sekali lagi terimakasih 😇 😇


__ADS_2