Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 29


__ADS_3

"Lama banget sih lo,udah di tungguin juga dari tadi"cerocos Fani saat Fira baru saja tiba menjemputnya padahal dia sudah menunggu lama.


Fira hanya memutar bola matanya malas,tidak mau menyahut ucapan Fani,bukan nya berterima kasih,malah dengan seenak jidat memarahinya.


"Buruan naik lo,entar kita telat gue juga yang kena omelan lo !" tidak ingin membuang-buang waktu lagi,Fira menyuruh sabahat nya itu untuk segera naik ke atas motor nya.


"Jelas lah,kalau kita telat berarti itu salah lo"jawab Fani sambil naik ke atas motor beat Fira sambil menggunakan helm yang diberikan oleh Fira.


"Mata lo, salah gue yang ada salah lo ya kenapa gak pesan ojek online aja biar lo lebih cepat sampai ".kesal Fira karena sahabat laknat nya itu menyuruh nya kesini baru tadi pagi, alhasil membuat nya lama sampai karena harus muter-muter dulu.


"Udah gih buruan ,gak usah ngajak debat"Fira mengelus dada sabar untuk meredam emosi nya yang sudah di ubun-ubun,yang ngajak debat sedari tadi itu adalah Fani sekarang kenapa dia yang disalahkan?,tidak ingin emosinya lebih besar lagi akhirnya Fira menjalankan motornya dan membawa nya menjauh dari pekarangan rumah Devano.


"Fan entar lo balik kemana?"disela sela kegiatan Fira mengendarai motornya dia bertanya kenapa fani,yang duduk anteng di boncengan nya dan melihat ke kiri dan kanan entah apa yang dilihat gadis itu.


"Balik ke rumah lah,jadi maksud lo mau balik kemana lagi?" jawab Fani dengan tidak santainya.


"Iya babi gue tau lo balik ke rumah gak mungkin ke kayangan,yang gue tanya tuh rumah yang mana,rumah mama Winda kah, rumah Devano kah atau ke mansion nya?"mereka bicara santai karena Fira mengendarai motornya dengan santai hingga tidak perlu berbicara dengan suara keras.


"Rumah mama udah kangen gue ,emangnya kenapa?"padahal baru beberapa hari lalu gadis itu pergi ke rumah orang tuanya tapi sekarang sudah kangen,gak salah sih soalnya anak mami.


"Ke rumah papi gue yok,mau gak?" Tanya Fira mengingat mereka yang sudah lama berteman namun tidak pernah sekalipun Fani menginap di mansion sang papi dan berhubung sekarang hubungan nya dengan papi nya sudah membaik maka tidak ada salahnya bukan dia mengajak Fani menginap di rumah papi nya.


"Tapi kerumah mama dulu oke!" Fira hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan Fani untuk terlebih dahulu mampir ke rumah mama Winda.


Tidak terasa perjalanan yang mereka tempuh akhirnya mereka sampai di perusahaan,Fira memarkirkan motornya nya khusus di parkiran roda dua khusus karyawan.


Setelah nya mereka berdua masuk ke dalam untuk menuju ruangan mereka, sepanjang jalan menuju ruangan kedua gadis itu melemparkan senyum kepada setiap orang yang berpapasan dengan mereka,baik yang mereka kenal maupun tidak,bukan karena ada apa hanya saja sudah kebiasaan mereka melakukannya.


***


Devano dan Damian baru saja sampai di negara tujuan mereka, keduanya melangkah keluar dari bandara, seperti biasa banyak pasang mata yang menatap ke arah keduanya, terkhusus kaum hawa yang menatap ke arah keduanya dengan tatapan memuja,juga tatapan lapar seperti tarzan haus akan belaian,namun keduanya tidak menanggapi karena sidah biasa dengan hal seperti ini.


Walaupun ekspresi keduanya sama sama datar dan dingin namun tidak menjadi penghalang untuk para kaum hawa memuja keduanya,namun pekikan memuja itu hanya tertahan didalam hati mereka karena untuk mengeluarkan nya mental mereka belum cukup kuat,karena ekspresi keduanya seperti dalam mode senggol bacok.


Setelah mereka keluar dari bandara keduanya langsung masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Beni tangan kanan Devano yang ada di negara tetangga itu.

__ADS_1


Sang supir langsung mengemudikan mobil yang ditumpangi oleh tuan mudanya menuju mansion yang menjadi tujuan Devano sekarang.


Tujuan Devano ke negara inj untuk meninjau secara langsung proyek pembangunan hotel yang tengah dilakukan oleh perusahaannya,sekaligus menangani hama yang telah berani bermain -main dengan nya,siapa mereka sehingga berani menyeludupkan dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan membayar gaji para pekerja?, seperti nya mereka harus bertemu langsung dengan Devano duplikat hiena agar mereka tau tengah berhadapan dengan siapa.


Dia tidak langsung meninjau pembangunan hotel itu juga tidak langsung menangani hama yang sudah berani mengusik nya sekarang,karena dia ingin memberikan waktu untuk para tikus -tikus itu menikmati hidup mereka sebelum esok.


Berani berbuat berani harus bertanggung jawab bukan,jadi jangan salahkan dia jika membuat para hama itu menerima hasil dari perbuatan mereka .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,akhirnya mereka tiba di mansion Atmaja Devano juga Damian keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam mansion,yang langsung di sambut oleh para maid juga pekerja lain nya.


Para maid serta pekerja lain nya berjajar membentuk barisan serta membungkuk kan badan mereka menyambut Devano juga Damian ,kedua laki laki itu melangkah dan melewati para maid.


Devano melangkah ke ara ruang tamu yang disusul oleh Damian.


"Selamat datang tuan muda juga tuan Damian" ucap kepala maid mewakili yang lainnya,serta mempersilahkan kedua laki laki itu untuk duduk di sofa , Devano mengangguk dan menyuruh mereka melakukan kegiatan mereka masing-masing setelah dirinya dan Damian duduk.


"Lo kalau mau istirahat silahkan,tapi pastiin dulu semaunya sudah beres!,lo sudah tau gue kan?" Devano menatap datar kearah Damian yang tengah sibuk dengan ipad yang di tangan nya.


"Beres tuan " jawab Damian formal tanpa mengalihkan perhatian nya dari ipad yang ada di tangan nya,selain tidak ingin melihat ekspresi dingin Devano dia juga tengah memfokuskan perhatian nya pada email dan data data yang ada di iPad nya .


Devano melihat Damian yang tengah fokus dengan kegiatan nya, laki laki itu berdiri dari duduknya tidak ingin menganggu Damian,dia melangkah ke lantai dua menuju kamar nya untu beristirahat.


Ceklek


Pintu kamarnya yang sudah beberapa bulan tidak dia tempati itu terbuka,kamar nya bersih dan rapi karena memang setiap hari selalu dibersihkan oleh maid,walaupun dia sedang tidak berada disana.


Devano melepaskan jas nya juga dasi yang melekat di lehernya,dan mengganti pakaian formal nya dengan pakaian yang lebih santai,setelah itu dia merebahkan tubuhnya di kasur king size nya dan menutup matanya dengan sebelah lengan nya mencoba untuk tidur.


***


"Seperti biasa masakan mama selalu the best" ucap Fira memuji masakan mama Winda.Saat ini mereka tengah menikmati makan malam di rumah mama Winda seperti yang kedua gadis itu tadi pagi rencanakan mereka akan tidur di rumah Fira namun sebelumnya mereka akan kerumah Fani duluan seperti saat ini.


"Jelas lah mama gue" bangga Axel yang membuat mereka yang tengah menikmati makanan yang ada didepan mereka langsung mengalihkan pandangan nya ke arah laki laki itu.


"Emang nya yang bilang mama gue siapa?"sewot Fira yang mendengar ucapan Axel ,"tapi kalau mama Winda mau juga gak papa sih soalnya papi aku tuh duda" ucap gadis itu setelah tadi sempat terdiam dan menatap mama Winda dengan senyum yang entahlah.

__ADS_1


Mama Winda yang ditatap Fira juga menatap nya balik dengan tatapan lembut,mama Winda tidak menjawab atau menyahut ucapan Fira orang tua itu hanya memberikan senyum tipisnya saja sambil meletakkan ayam goreng yang dia ambil kepiring Fira"makan!"ucap mama Winda dengan senyum nya.


Fani dan Axel hanya diam,sibuk dengan pikirannya masing-masing,suasana saat ini tidak bisa mereka jelaskan, tiba-tiba saja jadi canggung begini hanya karena kalimat candaan Fira yang sama sekali tidak lucu itu.


Akhirnya makan malam mereka pun selesai dan kedua gadis itu sudah membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas makan tadi,kedua nya melangkah kearah ruang tamu menyusul mama Winda dan Axel untuk berpamitan pulang,namun sebelumnya mereka akan bersantai dulu menikmati waktu bersama mereka sebelum pulang nanti.


"Ya udah kita pulang dulu ya ma"ucap Fani sambil memeluk mama nya .


Keduanya pamit setelah menghabiskan waktu mereka bersama, , bercerita tentang banyak hal juga bercanda dan tertawa bersama,membahas tentang kegiatan masing dan hal hal random lain nya


"Iya hati-hati kalian"ucap mama Winda sambil mengelus rambut putrinya,dan beralih memeluk Fira.


"Jangan ngebut - ngebut bawa motor nya Ra"ucap mama Winda mengingat Fira agar gadis itu membawa motornya dengan santai saja.


"Siap ma"ucap Fira mengiyakan nasehat mama Winda.


Keduanya beralih memeluk Axel yang ikut berdiri untuk mengantar mereka kedepan.


Sebelum melepas pelukannya Fani mengingatkan Axel agar selalu menjaga dan memperhatikan mama mereka.


"Jagain mama ya bang!" Axel mengangguk mengiyakan dan tersenyum senang karena panggilan dari mama nya itu jika Kaka nya yang mengucap kan akan membuatnya senang karena biasanya Kaka nya itu akan memanggil nya bontot.


"Jangan asik pacaran mulu lo nyu,Axel unyu-unyu anak bontot"Axel hanya memutar bola matanya mendengar ucapan Fira baru saja hatinya senang tidak mendengar nama panggilan itu dari sang kak ,namun sahabat Kaka nya ini yang sudah dia anggap Kaka kedua nya sekarang mampu membuat nya kesal saat mendengar nama panggilan itu,yang menurut nya mampu menurunkan harga dirinya sebagai laki-laki.


Axel hanya membalas ucapan gadis yang mirip monyet ragunan itu dengan senyum paksa nya saja.


Namun tidak dengan keduanya yang terbahak-bahak melihat komuk Axel yang sangat lucu menurut mereka,setelah puas tertawa kedua nya naik kemotor.


Fira menjalankan motornya menjauh dari rumah Fani ,Fani menyempatkan untuk melambaikan tangan nya kerah Axel gan dibalas lambaian juga oleh laki-laki itu,setelah kedu gadis itu tidak terlihat lagi damian melangkah masuk kerumah nya menyusul sang mama yang tengah menonton TV, karena memang mama Winda tidak ikut mengantar kedua anaknya kedepan tadi.


Sama seperti sebelumnya aku mengucapkan banyak terimakasih untuk kalian yang sudah mampir dan membaca KTMD ,semoga suka walaupun konflik agak gaje aku minta maaf mudah-mudahan suka sama cerita ini.


Jangan lupa dukungan nya ya,komentar , kritik dan juga saran nya akan sangat membantu juga ,dan untuk typo serta kesalahan lain nya aku minta maaf 🙏,


bye bye ,see you next chapter 😇😇

__ADS_1


__ADS_2