Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 28


__ADS_3

Devano yang hari ini akan melakukan penerbangan ke Singapura dan akan menetap disana satu minggu bahkan mungkin lebih ,namun laki laki itu merasa sangat malas dan tak bergairah,sungguh ini adalah pertama kalinya dia merasa malas dalam melakukan tugas nya sebagai seorang CEO.


Jika dia tidak mengingat perjuangan orang tuanya yang memulai semuanya dari nol dia tidak akan mengerjakan semua ini,namun saat kecelakaan kedua orangtuanya serta penghianatan kekasihnya dulu membuat dia jadi manusia yang hanya memfokuskan diri pada pekerjaan,hingga perusahaan yang dibangun oleh papi nya dulu berkembang pesat hingga bertambah dalam beberapa bidang.


Tidak ingin berlarut larut dalam pikiran nya dan rasa malas yang tidak tau waktu datang dengan tiba tiba begitu saja membuat laki laki itu memutuskan untuk


turun dari kasur dan menuju kamar mandi selang beberapa menit laki laki itu keluar dengan handuk yang melilit pinggang,dia menggunakan baju yang sudah di siapkan oleh Fani diatas kasur.


Karena bagaimanapun itu sudah menjadi tanggungjawab nya bukan?,jadi mau tidak mau ,suka tidak suka bahkan malas atau tidak tanggung jawabnya tetap harus dia jalankan.


Selepas itu dia turun kebawah dan melihat Fani yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka,gadis itu sudah rapi dengan rok sebatas lutut yang dipadukan dengan kemeja warna biru serta rambut yang dia geraikan dan jangan lupakan kaca mata bulat yang bertengger di hidung kecil nya menambah kesan manis diwajah yang sedikit chubby itu, melihat nya membuat Devano gemas.


Devano melangkah ke arah Fani dia memeluk pinggang gadis itu erat dan,mencubit hidung mungil gadis itu dengan lembut "gemesh nya pacar siapa sih"ucap Devano dengan nada suara yang di imut imutkan.


Fani yang mendengar suara laki-laki itu merasa geli sendiri dan hanya memutar bola mata nya malas karena merasa itu tidak cocok dengan kepribadian Devano,tapi tidak apa dia juga sedikit merasa senang akan hal itu,Devano melepaskan cubitannya dari hidung mungil itu sejenak dia memperhatikan wajah Fani.


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Fani, sebelum kecupan berikutnya menyusul .


Cup


Cup

__ADS_1


Cup


Cup


Dan beberapa kecupan pun menyusul mendarat di seluruh bagian wajah gadis itu, hingga


Cup


Ciuman terakhir Devano daratkan dibibir gadis itu,yang dipoles dengan lipstik warna merah tidak seperti biasanya, sejak Devano diam melihat gerakan Fani yang tidak memberontak nya seperti biasa,merasa Fani memberikan lampu hijau untuk dia merasakan bibir Fani,Devano kembali mendekatkan bibir keduanya bukan hanya kecupan seperti tadi namun Devano ******* bibir gadisnya itu dengan lembut walau Fani tidak menolak namun gadis itu juga tidak membalas ciuman itu, entahlah mungkin gadis itu malas atau belum terbiasa untuk alasan sebenarnya hanya Fani dan Tuhan yang tau.


Devano yang merasakan Fani tidak membalas ciumannya membuat laki laki itu gemas hingga akhirnya dia menggigit bibir bawah Fani ,dan bagi kalian yang sudah berpengalaman pasti tau hal itu akan berhasil ,dan yap cara jitu kaum Adam itu berhasil hingga membuat gadis itu membuka mulutnya membantu Devano melancarkan aksinya untuk mengabsen setiap gigi Fani dan mengobrak abrik isi mulut gadis itu,Fani yang merasakan oksigennya semakin menipis memukul dada Devano pelan.


Mengerti dengan gadisnya yang sudah kehabisan nafas Devano menghentikan aksinya dan memberikan jarak antara kedua wajah mereka.


Fani mendongak melihat wajah Devano yang lebih tinggi darinya,"Mau nyoba saja sih soalnya udah lama beli tapi gak pernah kepake" jawab Fani sambil melepas sebelah tangan Devano yang sedari tadi tidak lepas dari pinggang nya.


Gadis itu tidak peduli dengan lipstik di bibirnya yang sudah entah bagaimana,karena dia yakin laki laki arogan yang sayang nya sudah menjadi kekasihnya itu pasti sengaja melakukan nya dia yakin itu ,entah apa alasan nya hanya Devano dan Tuhan yang tau.


***


Fani duduk di kursi nya dan memakan nasi goreng yang telah dia sediakan untuknya dan Devano, begitu juga laki laki itu dia memakan nasi goreng lezat masakan Fani yang begitu pas di lidah nya.


"Ingat ya Dave selama disana kamu tetap jaga kesehatan kamu,jangan lupa makan dan terlalu sering minum minuman beralkohol !!" disela sela sarapan mereka Fani mengingatkan Devano, karena ternyata laki laki itu memiliki sakit maag yang dia tau itu saat laki laki itu demam beberapa hari lalu.

__ADS_1


Gadis itu menatap kearah Devano yang ada di hadapan nya yang tengah menikmati makanan nya dengan hikmat, Sedangkan Devano yang mendengar nya merasakan hangat di hatinya,karena semenjak dia tinggal sendiri dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari siapapun sehingga perhatian perhatian kecil yang ditujukan Fani untuk nya mampu membuat Devano bahagia, sesederhana itu.


"Iya sayang siap"ucap Devano menyanggupi nya tidak lupa mata laki laki itu yang sengaja dia kedipkan untuk menggoda Fani juga disertai dengan senyum tulus yang tercetak di wajah nya , jangan kalian tanya bagaimana perasaan Fani melihat kelakuan Devano yang sekarang terkhusus senyum laki laki itu,walaupun Fani sudah lumayan sering melihat senyum laki laki itu namun tetap saja senyum itu tidak baik untuk kesehatan jantung nya,dan yang bisa gadis itu lakukan menyunggingkan senyumnya.


Selesai mereka sarapan mereka berdua melangkah keluar dari rumah "Ikut aja sih yang kesana " bujuk Devano entah sudah yang keberapa kalinya "nggak bisa Dave kamu sama Damian saja oke"ucap Fani lembut sambil mengelus lengan Devano.


"Emang kenapa sih yang kalau kamu ikut?" Fani menekan kuat kekesalan dengan pertanyaan yang sama yang Devano ucapakan sedari semalam"kamu tau sendiri kan posisi di kantor itu apa"jawab Fani memberi pengertian kepada Devano, "salah kamu sendiri juga sih tidak mau sama posisi asisten pribadi aku di kantor" kesal Devano mengingat dimana saat dia mengatakan kalau gadis itu menjadi asisten pribadinya baik dirumah atau pun di kantor awalnya Fani mau ,tapi beberapa hari kedepannya gadis itu bersikeras untuk tidak menjadi asisten pribadi nya di kantor,yang membuat Devano bingung namun dia hanya iya iya saja tanpa menanyakan alasan gadis itu.


Karena bingung harus menjawab apa yang Fani lakukan adalah memeluk laki laki itu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Devano gadis itu malu sendiri dengan apa yang dia lakukan karena ini pertama kalinya dia memeluk laki laki itu duluan"udah gih berangkat,nanti kamu ketinggalan pesawat, take off nya jam 8 kan ?!" ucap gadis itu mengingat kan sambil melepaskan pelukannya.


Devano mematung sungguh dia bahagia pagi ini karena gadisnya itu mau memeluknya untuk pertama kalinya,catet pertama kalinya,jika kalian mengatakan nya lebay dia juga mengakuinya namun memang itulah adanya dan dia bahagia akan hal itu.


Devano kembali memeluk Fani menyalurkan kerinduan yang akan dia tahan beberapa hari kedepan,mungkin gadis yang ada di dekapan nya ini lah alasan mengapa dia malas terbang keluar negeri untuk mengurus masalah yang ada di kantor pusat, sebenarnya dia bisa menyuruh tangan kanannya yang ada di sana ataupun Damian,namun jika dia melakukan itu orang-orang akan menganggap peraturan yang dia buat sepele dan akan semakin bersikap semena-mena.


Jadi dia akan menunjukkan kepada orang orang yang berani berkhianat dan menusuk nya dari belakang bahwa dia bukanlah lawan yang sepadan dengan mereka yang tidak lebih dari pengecut bahkan lebih rendah dari sampah, karena dia sangat membenci penghianat dan tidak akan pernah memberi mereka kesempatan kedua.


Setelah merasa puas memeluk Fani Devano melepaskan pelukan itu,"Hati-hati Dave jangan lupa kasih kabar!" Fani mengatakan itu hanya sekedar basa-basi saja karena dia bingung harus melepas Devano dengan mengatakan apa,karena dia tahu Devano sibuk dan dia tidak mau memaksa laki laki itu untuk memberi kabar kepada nya selama 24jam.


Devano mengangguk dengan senyum lebar nya,tanpa gadisnya itu minta pun dia akan memberi kabar dan menanyakan kabar gadisnya itu, setelah nya Devano mengemudikan mobilnya kemansion nya terlebih dahulu selain mencek keadaan mansion nya itu dia sekalian menjemput Damian,asisten sekaligus sahabat nya yang tidak punya otak, berani beraninya laki laki itu menyuruh bosnya untuk menjemput nya,untung Devano bos dan sabahat yang paling baik dan pengertian hingga dia mau menjemput Damian yang tidak memiliki otak itu.


Sudah menumpang dimansion nya , menggunakan fasilitas darinya dan degan seenak jidat manusia yang tidak punya akhlak itu memerintah nya,padahal sahabatnya itu orang kaya kenapa harus cosplay jadi orang yang tidak punya? jika Devano tanya alasan Damian tidak mau jadi CEO dan meneruskan perusahaan yang sekarang masih di bawah kendali papi Damian maka jawaban laki laki itu adalah 'hanya ingin merasakan jadi bawahan orang saja,selain itu juga gue ingin melatih diri agar lebih bertanggung jawab lagi saat sudah memimpin nanti '


Sampai disini dulu ya semuanya, terimakasih sudah mampir dan membaca KTMD semoga suka.

__ADS_1


Mungkin ceritanya agak gaje atau membosankan aku minta maaf apalagi typo yang bertebaran dimana-mana harap dimaklumi ya, Terimakasih, TYM 😇😇😇😇


__ADS_2