Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 53


__ADS_3

"Biasa saja sih,gak usah pake teriak segala!"hampir saja gendang telinga dia pecah, mendengar teriakan sahabat luknut nya itu, walaupun mirip jeritan tikus kejepit tapi tetap saja bisa menembus gendang telinganya,untung dia gak tuli gara gara teriakan sahabat nya itu.


Sedangkan Fani hanya cengengesan,namanya juga terkejut kan? dia refleks saja tadi,salah Fira juga yang membuatnya menjerit, sekarang aja sok-sokan marah,pakai ngatain lagi.


"Refleks bunda,tapi Damian yang Lo maksud Damian siapa?,apa Damian yang gue kenal?"siapa tahu aja kan ada Damian yang lain, soalnya yang bernama Damian bukan hanya Damian yang dia kenal doang,jadi untuk memastikan nya dia harus bertanya langsung.


Lagi lagi dan lagi fira hanya memutar bola matanya saja,selalu malas meladeni ucapan gadis itu yang selalu berhasil membuat dia sedikit emosi, apalagi kalau sudah mendengar nada bicara gadis itu yang sangat sangat menjijikkan menurut nya.


"Hmm"lihat gadis itu memang suka berubah-ubah seperti bunglon, sebentar gadis itu akan gadis barbar,sebentar jadi gadis gila juga seperti sekarang yang berubah menjadi gadis yang sok dingin dan jutek,tapi biarkan saja suka hati Fira lah mau gimana.


Fani sebenarnya jadi malas mau bertanya ataupun menemani sahabat itu untuk saling curhat atau apapun itu hanya karena mendengar deheman gadis itu,tapi jiwa kekepoannya yang sudah mendarah daging dalam jiwanya itu tidak bisa diajak kompromi,yang membuatnya mau tidak mau harus melanjutkan aksi mengintrogasi sahabat nya itu.


"Lo sama dia pacaran?"dari cerita dan penjelasan sahabatnya itu dia sebenarnya tahu jika mereka belum ,tapi melihat wajah Fira yang galau merana itu membuatnya sedikit menyunggingkan senyumnya, sepertinya dia akan menikmati moment ini jarang jarang kan,dia bisa melihat wajah Fira yang seperti itu.


Saat ini Fira diam sambil menutup matanya namun gadis itu tidak tidur,dia hanya rebahan saja tidak mau melakukan apapun saat ini, berbeda dengan fani yang entahlah hanya gadis itu yang tahu isi dalam pikirannya.


"Terus hubungannya sama lo nginep disini apa?"gak ada hubungan nya kan?,lalu kenapa gadis itu harus banget nginap disini?.


Bukannya tidak suka ya,sekali dia tekankan! ,dia bukannya tidak suka hanya saja dia butuh klarifikasi dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lo kayak nya gak suka banget deh gue nginep disini"Fani refleks menggelengkan kepalanya,sudah dia bilang alasannya menanyakan hal itu, bukan karena tidak suka tapi hanya butuh alasan logis saja.


Fira memicingkan matanya,dia sengaja mengatakan hal itu agar Fani merasa bersalah, walaupun sedikit tidak masalah, yang penting gadis itu dirundung rasa bersalah dah tidak enakan.


"Bukan gitu Ra,gue bahkan senang pake banget lo nginap di sini,hanya saja gua heran "walaupun memang rasa bersalah hinggap di hati kecil nya seperti yang diinginkan oleh Fira ,tapi dia tidak menyerah untuk membuat sahabatnya itu memberikan alasan yang sebenarnya.


Fira saat ini hanya bisa mendengus malas,dari tadi masalah perkara alasan dia untuk menginap disini tidak kelar kelar,"Gue nginap disini karena papi keluar kota fan,gue malas tidur dirumah makanya dateng kesini!"Fira akhirnya memberitahukan alasan dia menginap disini.


Fira bernafas lega,akhirnya drama mereka berakhir juga sangat menguras tenaga hanya karena alasan sepele itu tinggal kasih izin dia menginap,kan beres kenapa harus melewati drama kehidupan dulu?.


Begitu juga dengan Fani yang mencibir tingkah sahabatnya itu,sebegitu simple alasannya namun harus dibikin drama dulu,memang sangat suka mendramatis keadaan.


Saking asiknya kedua gadis itu beedrama,hingga keduanya tidak sadar jika bel rumah sedari tadi berbunyi,kedua nya akan kesal seandainya bisa mendengar suara bel yang ribut itu karena sedari tadi selalu ditekan.


Dia tidak berniat menganggu kedua gadis yang entah sedang apa di dalam sana,sambil mengumpat dalam hati Devano melangkahkan kakinya menuju pintu,awas saja dengan orang yang membuat keributan itu.


Ceklek


Devano membuka pintu dan melihat pelakunya yang ternyata Damian,dia menatap sahabatnya itu dengan tajam dan sangat dingin,ngapain laki laki itu kesini?,tadi Fira sekarang Damian,jangan bilang jika sahabat sekaligus asisten nya itu akan ikut juga menginap disini,dia tahu gelagat Damian seperti apa jika laki laki itu mau menginap dirumahnya.

__ADS_1


Sedangkan Damian hanya menyengir tanpa dosa saja dia sudah terbiasa ,selalu saja seperti ini jika dia datang kerumah Devano tidak pernah disambut dengan tatapan hangat sahabat nya itu.


Devano merenggut Kenapa harus selalu kekediaman dia yang dijadikan penginapan oleh Damian?,bahkan sekarang personal nya tambah yaitu Fira.Sepertinya kedua manusia itu jodoh dilihat dari kelakuan keduanya yang suka kabur dari rumah dengan alasan perjodohan,juga kegabutan mereka yang sangat konyol, bagaimana tidak mereka berdua lahir dari keluarga kaya tapi bekerja dibawah pimpinan nya dan menjadi bawahan.


Padahal mereka berdua bisa saja menjadi CEO ataupun Presdir di perusahaan mereka yang juga besar,tapi karena alasan klasik keduanya akhirnya pihak orang tua mereka menyetujui keputusan mau tidak mau.


Devano bisa tahu tentang Fira karena dia mendengar cerita dari Fani,saat gadis itu pergi membawa mobilnya tanpa izin untuk pertama kalinya dulu.


***


"Trus hubungan lo sama Damian gimana?"Jiwa kekepoan Fani sepertinya belum tidur,karena dari tadi sahabatnya itu selalu bertanya kepadanya.


"Ya biasa,gak ada apa apa"memang iyakan,gak ada yang berubah dengan status hubungan mereka,bahkan saat ini dia berniat untuk menghindar dari laki-laki itu dulu,sampai hatinya kembali tenang.


Tanpa dia sadari jika laki laki yang ingin dia hindari itu,ada di tempat yang sama dengan nya hanya saja mereka belum bertemu untuk saat ini karena posisi dia yang masih ada di kamar Fani.


"Damian ada minta maaf gak?,atau ngejelasin hubungan dia dengan cewek yang dijodohin sama dia itu?"Fira mengangguk memang laki laki itu ada minta maaf dan menjelaskan juga tapi dia tidak sempat mendengar semuanya karena dia keburu pergi saking kesalnya dengan laki laki itu.


"Ada sih ,tapi gue gak dengerin sampe habis ,keburu kesal gue rasanya kayak dibohongin tau gak!"Fani mengelus lengan sahabat nya itu,dia tahu rasanya apalagi saat Devano tidak mengabari nya saat mereka LDR-an apalagi laki laki itu tidak berusaha untuk menghubunginya seperti ada yang laki-laki itu sembunyikan.

__ADS_1


Tapi dia tidak mau ambil pusing,dan berusaha untuk berpikir positif agar hubungan mereka baik baik saja,karena salah satu kunci keberhasilan suatu hubungan adalah saling percaya jadi dia berusaha menepis segala pikiran buruknya memilih untuk lebih percaya kepada Devano saja.


hy besty besty semuanya, Jangan lupa like, Kik ❤️dan ⭐ ya,juga kasih komen dan sarannya, mudah mudahan suka dan tidak bosan ya😅,jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi ,typo masih banyak bertebaran jadi hati hati ya saat membaca,babay😁


__ADS_2