
Damian mengemudikan mobil yang ditumpangi oleh mereka ke mansion Devano,selama perjalanan tidak ada perbincangan di antara keduanya,Damian yang fokus mengemudi sedangkan Devano sibuk dengan pikiran nya.
Damian yang melihat Devano tengah melamun dari kaca mobil mengerutkan keningnya, dia tidak bisa menebak isi pikiran bos nya itu,karena ada beberapa hal yang tengah menjadi beban pikiran untuk bos nya itu,sehingga dia tidak bisa menebak mana yang paling mengganggu pikiran bos nya itu.
Devano mengambil ponsel baru nya yang dia beli,karena ponsel lama nya sudah hilang lebih tepatnya dia buang karena seseorang selalu mengusik nya dengan menghubungi no nya yang lama.
Tut tut Tut
Suara sambungan telepon yang masuk namun tak kunjung di angkat oleh sang pemilik nya.
Dia menghubungi no Fani namun sayang ,gadis itu tak mengangkat nya.
"Apa dia tengah sibuk sekarang?" tanya nya kepada dirinya sendiri dengan gumaman, sehingga Damian tidak mendengar gumaman nya.
"Lo gak turun?,apa perlu gue bukain pintunya?"Damian bertanya sebelum keluar dari mobil,bisa saja sebenarnya dia meninggalkan bos nya itu didalam mobil sendiri namun karena dia sabahat sekaligus asisten yang baik, pengertian dan tidak tegaan akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk keluar lebih dulu.
Tanpa mengubris pertanyaan Damian, Devano melangkahkan kakinya keluar dari mobil.
Damian yang melihatnya hanya bisa menahan kekesalan,jika bukan sahabat nya apalagi bos nya ,dia akan mengirim laki laki itu ke benua Utara,kalau tau akan begini sudah dari tadi dia keluar lebih dulu dan membiarkan manusia arogan itu bersemedi di dalam mobil.
Tidak ingin membuat kekesalannya semakin memuncak,akhirnya Damian melangkah keluar dari dalam mobil,ngapain dia didalam mobil sendiri seperti orang yang ketempelan?, bercanda.
Devano membuka jas yang melekat di tubuhnya,serta kemeja juga dasi dan yang lain nya, setelah itu dia pergi menuju kamar mandi,tujuan untuk mandi membersihkan tubuhnya dari segala jenis kotoran yang ikut bersamanya setelah dari luar tadi
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya kegiatannya selesai dan dia keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan piyamanya.
Dia merebahkan dirinya di kasur king size by nya sambil memainkan ponselnya,tujuannya hanya satu yaitu mencoba lagi untuk menghubungi Fani namun hasilnya tetap sama,gadis itu tidak mengangkat nya bahkan pesan pesan yang dikirimnya tidak dibalas bahkan di baca saja tidak
Ini memang salahnya tidak memberikan kabar kepada kekasihnya itu,masih banyak cara bukan untuk menghubungi nya ?jika memang ponselnya yang hilang adalah alasan nya dan jika dirinya memang sangat ingin mengirimkan pesan untuk Fani .
Namun dia memiliki alasan mengapa dia tidak melakukan salah satu cara dari berbagai cara yang bisa dia gunakan untuk bertukar kabar dengan gadisnya itu,namun dia ingin mengatakan alasan nya itu secara langsung.
***
"Ribut banget dah ponsel nya si Fani monyet!" gerutu Fani yang tengah asik menonton drama melalui laptop Fani .
Kedua gadis itu berada di kamar yang dihuni Fani selama sahabat nya itu ada di mansion papinya,bukan selama sahabat nya itu ada di mansion papinya sih karena kamar ini sudah sah Jadi milik Fani semenjak sahabatnya itu memutuskan untuk menginap di mansion nya.
Walaupun terusik dengan ponsel Fani,Fira tidak mau menyentuh ponsel itu bukan karena Fani melarang nya ,karena sahabatnya itu sangat terbuka kepadanya,bahkan dia bebas mengotak atik ponsel Fani,hanya saja dia tidak mau karena masih menghargai privasi sahabatnya itu,juga melihat tersangka yang membuat ponsel sahabat itu berisik membuat nya semakin tidak ingin menyentuh ponsel itu.
Biarkan saja orang itu merasakan apa yang di rasakan sahabat nya itu, karena tidak memberikan kabar bahkan tidak bisa dihubungi,yang membuat dirinya menjadi sasaran empuk dari kekesalan Fani kembaran macan.
Fani saat ini tengah mandi dikamar mandi,ck jelas lah di kamar mandi masa di pasar?,oke baiklah tadi itu hanya iseng.
__ADS_1
Oleh karena itu dia tidak bisa mendengar notif maupun suara ponsel nya,lagi pula fira ada kan ?,yang bisa menerima panggilan dari siapa saja yang menghubungi nya,jadi dirinya bisa menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi.
ceklek
Suara pintu kamar mandi akhirnya terbuka yang berati sahabatnya itu sudah selesai dengan kegiatannya.
"Lama banget sih lo mandi nya?" belum juga Fani menutup pintu kamar mandi ,kicauan mahkluk halus sudah mengganggu pendengaran nya.
"Noh liat ,pak bos ayang lo udah dari tadi menghubungi!"ujar nya sembari menunjukkan ponsel nya kepada Fani.
Melihat no baru yang menghubungi nya membuat Fani semakin malas,bisa bisanya sahabat laknat nya itu mengatakan bahwa itu no Devano.
Melihat gelagat Fani yang minta di tampol akhirnya Fira kembali berkicau,kayak burung saja sedari tadi berkicau "Nih liat pesan nya!,Devano kan?,buruan gih angkat!"
"Gak malas,nanti aja"bukan nya tidak mau mengangkat hanya saja dia belum menggunakan baju nya,jika laki laki itu melakukan video call kan bahaya.
"Giliran di hubungi gak mau!,nanti gak bisa dihubungi nangis!,marah marah gak jelas!"sindir Fira ,heran melihat tingkah laku sahabat nya itu.
Fani berlalu tanpa menghiraukan suara ponsel nya ,dia akan memakai baju nya dulu,jika moodnya bagus maka dia akan membalas pesan dari Devano atau akan menghubungi laki laki itu kembali.
Fani menggerutu kesal melihat tingkah sahabat nya itu yang seperti jual mahal,tapi gak papa sih perempuan memang harus jual mahal.
Tapi tetap saja dia kesal dengan Fani,kalau bukan dirinya yang jadi sasaran tidak mengapa,ini sudah dua hari dia menjadi pelampiasan amarah sahabat itu hanya karena pujaan hatinya tidak bisa dihubungi.
Fani yang tidak mendapat pesan dari Devano sedari semalam hingga hari ini menahan kekesalan nya.bukan nya apa hanya saja jika LDR -an seperti ini ,kabar dari doi yang paling ditunggu-tunggu bukan?.
Bukan hanya itu saja,bahkan bertukar kabar adalah kunci untuk membuat hubungan yang di jalani dengan jarak jauh tidak berakhir sia -sia.
Seharusnya nya kedua belah pihak meluangkan waktu sebentar,hanya untuk mengirimkan pesan yang berisi bahwa diri mereka masing-masing dalam keadaan sehat,agar tidak membuat pasangan mereka masing masing dilanda rasa khawatir dan over thinking.
Dan itu yang membuat Fani uring-uringan sudah dua hari hingga membuat sahabatnya Fira menjadi sasaran kekesalan nya.
"Oh iya,tadi lo mau jelasin kan, hubungan lo sama si pak bos, sekarang jelasin!!" Fira menagih janji Fani tentang penjelasan sahabat nya itu mengenai hubungan nya dengan Devano.
Saat ini kedua sahabat itu berada diruang keluarga di mansion Arkan papi nya Fira.
setelah keduanya sampai di mansion setelah pulang dari kantor,bukan nya istirahat malah asik menggibah dan saling curhat.
Masih ingat aja si babi ini,batin Fani mengumpati Fira.
"Gue sama dia udah jadian"jawab fani santai namun berbeda dengan tanggapan Fira yang sangat heboh.
"What demi apa?,kapan?,kapan lo jadian nya nyet?! wah parah lo gak ngasih tau gue,dedek gak like!" heboh Fira dengan lebay nya .
__ADS_1
Fani hanya menatap sahabatnya itu dengan tatapan datar ,kenapa sahabat nya itu selalu heboh seperti tarzan yang baru datang ke kota?.
"Sadar mbak!,emang situ pernah nanya?,enggak kan?"lihat saja sahabat nya itu langsung diam tak berkutik,padahal dia hanya bercanda saja mengatakan itu.
Fira menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,bingung sendiri dia woi.
"enggak sih,tapi kan lo bisa ngasihtau sendiri!"ucap nya bingung,sungguh tiba tiba saja otak nya blank tidak bisa berpikir.
"Lupa gue,gue kira udah gue kasih tau sama lo pas besok nya setelah jadian hehe"melihat cengiran Fani ,Fira ingin menggorok leher sahabatnya itu yang tidak punya akhlak!,bisa bisa nya dia lupa atas apa yang dia lakukan.
"Jadi udah berapa lama lo sama pak bos jadian?"Fira masih penasaran seputar hubungan sahabatnya dengan pak CEO di perusahaan tempat mereka bekerja.
"Lupa gue"cengir Fani memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi,sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya membetuk huruf v.
"Sarap lo?!,tanggal jadian saja lo bisa lupa?"Fani tidak habis pikir dengan sahabatnya itu, seandainya bisa menikah tambah otak,dia akan tukar tambah otak sahabat nya itu yang kadang waras,kadang gila kadang perpaduan keduanya,sungguh Fira merasa kasian terhadap sahabat nya itu mana masih muda.
"Ini rahasia ya!,gue bisa lupa ya karena gue terima dia pas gada rasa tau gak!"Fira semakin syok,apa tadi katanya belum ada rasa?,tapi mau mau saja?.
Dia memang kadang sama seperti sahabatnya itu kadang gila ,waras dan sebagainya,tapi menyangkut beberapa hal salah satu nya menyangkut hati dia tidak main-main,itu sebab nya dia tidak mau di jodohkan karena dia ingin memilih jodoh nya saja agar bisa sama sama saling memahami dan mengerti satu sama lain.
"Jadi kenapa lo terima maemunah?"geram Fira tidak habis pikir.
"Ya,karena ganteng lah lumayan memperbaiki keturunan agar semakin perfect "jawab Fani asal -asalan, sebenarnya dia juga bingung,hanya saja dia mengikuti alur hidup nya saja,kalau jodoh tak akan kemana bukan?.
Tidak ingin stroke di usia muda hanya karena mendengar kisah cinta sahabat nya itu Fira memutuskan untuk naik kekamar nya,membersihkan tubuhnya dan istirahat sebentar sebelum makan malam.
Fira yang melihat sahabatnya itu beranjak dari duduknya,juga ikut berdiri dan naik ke lantai dua menuju kamar dengan menggerutu sepanjang jalan " dih gak jelas banget jadi cewek"
"Untung sahabat,kalau gak ,udah gue jual tuh organ tubuh nya"jangan kalian anggap serius oke,hanya bercanda dia ,mana tega dia menjual organ tubuh manusia, membayangkan nya saja sudah membuat nya merinding.
Flashback end
***
Di mansion Devano,mereka berdua tengah duduk menikmati secangkir kopi di hadapan mereka masing masing,setelah selesai membicarakan masalah kantor kedua nya memilih untuk duduk santai terlebih dahulu.
"Kusut amat pak bos!"Goda Damian yang melihat Devano tengah melamun sambil menatap layar ponselnya yang ada di genggaman nya.
Devano tidak mengubris hanya menatap Damian sejenak lalu kembali melihat ke arah layar ponselnya,dia tengah menunggu Fani membalas pesan yang dia kirim,namun sampai saat ini tidak ada tanda tanda pesan nya akan mendapat balasan.
Sungguh dia bingung harus melakukan apa,jika saja dia tidak sedang mengerjakan sesuatu,dia akan pulang ke Indonesia,namun dia tidak bisa apa apa untuk saat ini.
Terima kasih sudah membaca cerita ini,semoga suka,jangan lupa like dan tekan ❤️ya😇.
__ADS_1
hati hati karena masih banyak typo yang bertebaran , sekali lagi terimakasih 🌝😉