
Setelah berpamitan kepada mama Winda,kedua gadis itu pulang kerumah Fira,tapi sebelumnya mereka berdua mampir ke cafe langganan mereka,yang dekat dengan rumah Fira.
Ting
Suara bel terdengar saat Fira mendorong pintu itu agar terbuka,keduanya mengedarkan pandangan mencari kursi yang pas untuk mereka duduki.
Melihat kursi yang kosong di pojok mereka berdua melangkah kesana, kebetulan dekat dengan jendela yang membuat siapa saja duduk di kursi itu,bisa menikmati view di luar yang sangat indah terutama malam begini.
"Silahkan kakak mau pesan apa?"tanya waiters yang saat ini ada di hadapan mereka sambil memegang buku menu,kedua gadis itu mendongak melihat kearah waiters "boleh kita lihat' menu dulu nya mba?" tanya Fira.
Waiters mengangguk dan tersenyum sambil menyerahkan buku menu yang ada di dekapan nya saat ini kearah Fira.
"Saya pesan coklat panas sama kentang goreng mba,lo fan pesan apa?"dia memesan yang panas panas karena suasana malam ini agak dingin menurut nya,sebenarnya bisa saja dia yang memesan untuk sahabatnya itu hanya saja,dia malas.
Enak banget jadi dia ya kan,tinggal makan tanpa repot-repot memesan,terlalu baik juga tidak boleh apalagi memiliki sahabatnya yang kadar tidak tau dirinya tinggi seperti Fani,sshhtt jangan bocor oke,nanti yang disinggun marah padahal dia cuman bercanda saja.
"Saya pesan taro latte dingin,sama kenasis,saus nya di banyakin ya mba"karena dia yakin saus nya nanti akan kurang jadi tak masalah,dia meminta saus nya dibanyakin kan?
Fira sudah tau kebiasaan sahabat nya itu,yang sangat doyan sekali dengan saus apalagi kalau makan gorengan sama bakso,dia yang makan tapi yang sakit perut adalah Fira saking tidak kuatnya Fira melihat Fani yang suka makanan pedas.
Tidak ingin menghiraukan keberadaan Fira yang sepertinya ingin protes,dia memiringkan kepalanya kearah kanannya lebih baik dia menikmati keindahan malam yang bisa dia lihat dari kaca daripada melihat sahabatnya itu yang seperti monyet kelaparan saat ini.
Tidak berselang lama waiters yang tadi kembali kemeja mereka membawa pesanan keduanya.Saat keduanya tengah menikmati minuman mereka tidak sengaja Fani melihat Damian yang ternyata ada di cafe itu juga bersama seorang perempuan,masa bodoh dengan perempuan itu yang saat ini ada dipikiran nya adalah apakah Devano juga ada disini saat ini?.
Dia mengedarkan pandangan nya kesegala sudut mencari sosok laki-laki itu,namun nihil dia tidak menemukan nya,ataukah itu bukan Damian?,karena setahunya laki laki itu bersama Devano yang saat ini ada di Singapura.
Merasa ada yang memperhatikannya,Damian mendongak dan tebakannya benar,dia sedang diperhatikan oleh seorang gadis yang merupakan pujaan hati bos nya.
Bukankah gadis itu ada di rumah Devano sekarang? namun kenapa bisa ada di sini?Seketika dia khawatir dengan keadaan Devano ,mungkin saja sahabatnya itu saat ini kelimpungan mencari keberadaan gadis itu.
,jika tidak,bisa dipastikan sahabat nya itu saat ini akan depresot,dia yakin itu karena sudah pengalaman dari yang sebelumnya.
"Lo ngeliatin apa sih?"Fira yang sibuk dengan ponselnya, mengalihkan pandangan kearah Fani yang sedari fokus entah menatap apa.
Dari pada dia mati penasaran hanya karena Fani tidak menjawab nya,gadis itu mengikuti arah pandang Fani,dia diam melihat Damian?dengan seorang perempuan,fokusnya saat ini bukan kepada laki-laki itu yang saat ini tengah dekat dengan nya,melainkan kepada perempuan yang ada di samping laki laki itu.
__ADS_1
"Bisa bisa nya"gumamnya pelan yang hanya dia sendiri yang bisa mendengar nya.
Ingin marah namun dia sadar dia siapa.Damian yang menjadi pusat perhatian kedua gadis itu melangkahkan kakinya kerah meja mereka tanpa menghiraukan perempuan yang menahan dirinya saat ini.
"Lo ngapain disini?" Tanya fani dan Damian barengan,Fira hanya memutar bola matanya malas dan menikmati darma apa yang akan terjadi dihadapannya.
"Buta mata lo,ya makan lah yakali berenang"kali ini fira merasa bangga melihat Fani,jika bisa merequest dia ingin sahabatnya itu mewakili esmosi nya terhadap laki-laki itu.
"Gak usah sewot,gue nanya baik baik juga"walaupun kesal namun dia tidak ingin membuang -buang waktu nya,untuk meladeni Fani berdebat saat ini .
"Gue langsung to the point saja, mending lo sekarang pulang, Devano saat ini pasti mencari lo!"tatapan Damian yang sangat tajam kali ini membuat Fani bingung,bukan nya takut tapi dia bingung ada apa dengan laki-laki itu.
"Lo masih mau disini?" kali ini tanpa banyak bacot, walaupun masih bingung Fani mengambil tas nya yang ada di atas meja,dan melangkahkan kakinya keluar dari cafe dan pulang kerumah Devano.
Jika benar Devano pulang,kenapa laki-laki itu tidak mengabari nya? ck sangat menyebalkan dan membuat nya mengumpat dan mengabsen seluruh penghuni kebun binatang didalam hatinya.
Dia berdiri dipinggir jalan menuggu taxi yang lewat namun tidak ada sama sekali,"gue bodoh banget sih,kan bisa pesan online,ck beo bego bego"saking paniknya dia entah karena apa yang pasti dia tidak tau,membuat nya bingung sendiri harus berbuat apa.
Dia mengambil ponsel nya dari tas nya,dan terkejut melihat panggilan masuk dari Devano,ada 24 panggilan tak terjawab,sungguh sangat banyak dan seketika dia menyesal mensilent kan ponselnya juga tidak memegang ponselnya hanya karena malas,sungguh alasan yang sangat tidak masuk akal.
"Fani kan?" kenapa laki laki memberikan pertanyaan seperti itu?,apakah laki-laki itu mengenal dirinya?
"Ya"singkat ,dia sengaja menjawab singkat karena tidak ingin membuat percakapan mereka semakin panjang dan tidak berujung.Sudah dia bilang bukan jika dia tengah buru buru?.
"Masih sama aja cuek bebek"bisakah laki laki itu tidak sksd dengan nya?,saat ini dia buru buru dan tidak ingin membuang -buang waktu nya lagi, apakah sosok yang ada di hadapannya ini tidak bisa mengerti?
"Sepertinya Lo buru-buru,naik gue anterin!"semakin tidak tau dirinya ternyata,pikir Fani melihat laki-laki itu,dia menjawab pertanyaan laki laki itu hanya untuk sekedar menghargai saja,namun sepertinya laki laki itu semakin menjadi dan tidak tau diri saja.
Melihat ekspresi wajah fani,laki laki itu memilih untuk membuka helmnya saja,dan berhasil dia bisa melihat ekspresi wajah gadis itu yang terkejut melihat nya.
"Buruan naik gue anterin "ucapnya lagi dengan tersenyum menatap Fani,dan kali ini dia berhasil,gadis itu menuruti perintahnya.
Fani pun akhirnya mau dan menuruti kemauan laki laki itu,dia tidak akan menyia -nyiakan kesempatan yang ada karena dia juga tengah buru buru.
Setelah Fani duduk anteng,laki laki itu melajukan motornya nya mengikuti petunjuk dari Fani , Cukup lama waktu yang mereka tempuh hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan Fani.
__ADS_1
Fani Turun dari boncengan laki laki itu.
"Makasih ya,hati hati di jalan!" ucap Fani setelah dia turun dari jok motor laki laki yang mengantar nya pulang.
Laki laki itu tersenyum dan mengusap kepala Fani,"Sama -sama" ucapnya dengan senyum lebar dibibir nya.
"Masuk gih,gue liatin tenang aja ,aman!"Fani yang mendengar nya hanya tersenyum dan tak beranjak dari tempat nya,tidak mendengar ucapan laki laki yang ada di hadapannya itu.
"Lo duluan aja,hati hati bawa motor nya !"
"Ya udah kalau begitu,gue duluan,"
Akhirnya laki laki itu mengalah,dia menghidupkan kuda besinya,dan meninggalkan rumah Devano.
Fani melambaikan tangan nya,saat laki laki itu menoleh kebelakang,yang dibalas dengan senyuman olehnya di balik helm full face nya.Tanpa mereka sadari semua kegiatan mereka dilihat oleh seseorang dari dalam rumah.
Setelah memastikan laki laki itu pergi dan tidak terlihat lagi,Fani mengayunkan langkah nya masuk ke rumah Devano.
ceklek
Dia membuka pintu rumah dan menutup nya lagi saat membalikkan tubuhnya dia terkejut melihat keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah,dia yakin semua kamar juga keadaan nya pasti sama dengan yang ada di depan matanya saat ini.
Dia mengalihkan pandangannya dan membeku melihat Devano yang juga kacau dan tatapan matanya yang sangat tajam,sumpah saat ini dia takut melihat Devano yang sepertinya tengah marah besar,namun karena apa?,ingin dia bertanya namun rasa takutnya lebih besar daripada rasa ingin tahunya.
Tidak berbeda jauh dari situasi mencekam mereka,Damian dan Fira juga mengalami hal sama bahkan mungkin lebih?,Karena status mereka hanya dekat saja tidak seperti kedua manusia itu yang sudah memiliki hubungan.
Damian juga bingung cara membujuk dan Fani ,karena jujur ini yang pertama kali untuk nya,yang dia tahu hanya membujuk mami saja karena pasti cara itu tidak akan berhasil kepada Fira.
Karena jika maminya marah atau ngambek,dia hanya akan mengatakan memikirkan mau perjodohan yang mereka lakukan dan berhasil.
Jika dia melakukan hal itu kepada Fira apakah berhasil?,dia rasa tidak.
Hy semua terimakasih sudah membaca,jangan lupa like, komen dan klik ❤️ ya 😇
Mampir juga ke karya aku yang masih baru pecah telor 🤣🤣🤣, khusus untuk yang suka transmigrasi transmigrasi dan cerita anak sekolah SMA an bolehlah mampir.
__ADS_1
Semoga suka ya,dan hati hati saat membaca karena masih banyak typo yang bertebaran,yang pastinya tidak disengaja.