Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 12


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat sangat di nantikan oleh semua orang,ada yang bisa tebak hari ini hari apa? yup hari ini adalah hari Senin,enggak deh canda senin,hari ini adalah hari Minggu,dimana saat nya kita istirahat dari segala kegiatan yang biasa kita lakukan di hari hari sebelumnya.


Begitu juga dengan tokoh utama wanita kita,masih gadis sih,siapa lagi kalau bukan Stefani Putri,saat ini dia masih bergelung di bawah selimut hangat nya.


Karena hari ini hari libur jadi,dia masih bergelung dengan selimut hangat nya, melanjutkan penjelajahan nya di alam mimpi nya yang indah.


Tapi ternyata semua nya sirna saat suara ketokan pintu terdengar,"Tok,,,tok,,,tok" sungguh suara yang sangat di hindari oleh Fani setelah suara alarm maupun suara merdu mama nya.


Dia sudah bisa tebak siapa yang mengetuk pintu itu,pasti bi Sumi untuk apa lagi kalau bukan untuk membangunkan nya untuk sarapan di bawah,bukan sih lebih tepat nya hampir makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 11:30.


Semalam dia begadang karena tidak bisa tidur,biasa alasan nya karena tidak terbiasa tidur di tempat yang masih baru atau asing karena tidak terbiasa tidur kecuali di rumah nya. Adakah yang sama?


Kembali suara pintu di ketuk dari luar namun dengan suara yang lebih kencang dari sebelumnya "TOK...TOK... TOK"


"Siapa sih yang ngetuk pintu?,kalau bi Sumi kayak nya enggak deh" gerutu Fani ,namun tidak bangkit dari tidurnya,bahkan dengan santai nya Fani kembali memejamkan mata nya,persetan dengan orang yang diluar kamar nya itu.


Sedang di luar pintu sang penguasa


mansion Atmaja siapa lagi kalau bukan Devano,sedang menahan kesal, bagaimana tidak gadis yang di kamar tepat di depan nya saat ini tidak bangun.


"Kenapa dia tidak bangun-bangun?" Gerutu Devano dan mencoba mengetuk pintu nya lebih kencang lagi,dan hasil nya sama saja.


"Apa dia tidak tau saat ini jam berapa?"


Bagaimana tidak emosi ,saat ini Devano tengah menahan rasa lapar di perut nya yang tidak tau aturan datang seperti jailangkung.


"Atau dia mati bunuh diri dalam sana?" makin gak waras kayak nya si Devano efek lapar nya.


"Bug...bug...bug" kembali Devano mengetuk pintu tapi tidak dengan tangan melainkan dengan kaki.


"Ceklek"


Dan,yup berhasil karena pintu sudah terbuka dari dalam oleh penghuni nya,dan terpampang lah wajah Fani yang memaksakan senyum nya ke arah Devano.


Fani sempat terkejut saat membuka pintu ,yang dia kira pelaku nya adalah Bu Sumi ternyata dia salah besar, pelaku nya adalah manusia arogan yang sayang nya adakah pemilik mansion ini dan yang paling sial nya adakah bos nya.


"Ternyata kamu selain tidak punya sopan santun ,kamu juga tidak punya malu"apa ini kenapa bos nya ini berbicara seperti itu?,Fani bingung karena memang dia merasa tidak melakukan kesalahan hari ini,tidak tau kalau besok dan sebelum nya memang iya sih.


"Ternyata cuman jenis kelamin bapak saja yang laki - laki kalau mulut nya tidak"


sini Fani karena kesalahannya sudah melebihi batas seperti nya.


Tapi karena dia masih membutuhkan pekerjaan sehingga kalimat yang dia keluarkan tidak sinkron dengan kalimat yang dia susun di otak nya,yang jika di keluarkan maka perang dunia ke-7 akan terjadi antara dia dan manusia arogan di depan nya ini.


"Maksud kamu apa bilang seperti itu ha?!" 'Lihat lah siapa yang memancing adu mulut duluan dan siapa yang tersulut emosi ' Kata kata itu hanya bisa Fani keluarkan di dalam hati nya,karena kalau dia keluarkan dari mulut nya maka bisa di pastikan manusia yang di depan nya ini akan cosplay jadi hiena.


"Maksu bapak yang mana ya?" tanya Fani dengan santai sambil menyenderkan tubuhnya di pintu.

__ADS_1


"Yang tadi apa perlu harus saya yang mengulangi kata kata mu tadi?" dengan nada tajam yang penuh intimidasi Devano berkata yang mampu membuat nyali Fani menciut,melihat Fani yang tidak bisa berkutik membuat Devano menyunggingkan senyum tipis,sangat tipis bahkan setan pun tidak bisa melihat,canda setan,bisa terlihat kok jika kita memperhatikan nya dengan seksama.


"Maaf bapak Devano yang terhormat ,tujuan bapak kesini apa ya,tidak mungkin bukan jika bapak merindukan saya?" tanya Fani dengan santai nya yang mampu membuat emosi Devano terpancing.


Melihat wajah Devano yang berubah yang bisa Fani tebak saat ini emosi Devano sudah tersulut,membuat Fani segera angkat bicara siapa tau emosi Devano bisa mereda.


"Gak pak bercanda saya,suer deh" dengan mengangkat kedua jarinya jari telunjuk dan tengah nya ke arah wajah Devano.


Sungguh Fani merasa takut melihat mimik wajah Devano saat ini, kenapa juga dia yang harus emosi harus nya yang emosi itu Fani,karena ucapan Devano sangat menusuk hati nya yang paling dalam.


"Maaf ya pak,bapak ke sini buat apa ya"tanya Fani sekali lagi,karena dia memang butuh jawaban,atau kah ada kesalahan yang dia perbuat yang dia sendiri tidak ketahui?.


"Turun kebawah habis itu masak" wow kalimat yang sangat jelas untuk pertama kali nya di ucapkan oleh Devano yang di dengar telinga Fani,namun yang menjadi pertanyaan nya adalah kenapa harus dia yang masak? ,kan maid disini banyak.


"Masak?,sebegitu banyak maid di mansion ini kenapa harus saya?" Sungguh Fani tidak habis pikir,bukan soal masak nya tapi lebih ke butuh alasan saja sebenarnya tentang kenapa harus dia.


"Disini saya yang jadi bos nya,bukan kah kata kalian juga masakan mu yang paling enak, sekarang masak!" suruh Devano terkesan tidak menerima bantahan.


'Kalian?,ohh maksud nya gue sama Damian?' batin Fani.


Sekarang Fani mengerti ,apakah karena candaan nya dengan Damian semalam yang membuat manusia arogan ini,aneh hari ini?


*flashback on


Mencium aroma masakan yang harum dari arah dapur ,membuat perut pemuda yang sedang duduk di ruang tamu menikmati game online nya berbunyi menandakan dia butuh asupan.


Tidak ingin membuat cacing di dalam perut nya mati kelaparan Damian melangkah ke arah dapur ,dan melihat Fani tengah menyiapkan nasi goreng di atas meja.


Keberuntungan berpihak ke pada nya,karena dari awal nasgor itu disiapkan untuk diri nya dan Devano sang bos.


Duduk dengan tenang dia mulai memasukkan sesuap demi sesuap nasgor ke dalam mulut nya,begitu juga dengan Devano.


' sangat enak 'batin ke dua nya


"Bagaimana tuan enak?" tanya Fani melihat dua orang di depan nya yang terlihat menikmati makanan yang dia masak.


"enak" jawab Damian jujur,karena memang masakan Fani itu the best.


"biasa" seperti nya ego Devano lebih tinggi dari apapun saat ini, sehingga dia tidak mau jujur,atau lebih tepat nya dia malu mengakui bahwa masakan Fani itu enak bahkan sangat karena baru ini dia memakan nasgor yang pas di lidah nya,ya tapi begitu lah.


Fani bingung ini yang benar mana,simanusia arogan atau simanusia menyebalkan,bukan nya ingin sombong tapi menurut Fani masakan dia enak kok walaupun lebih enak masakan mama nya masih.


"Jadi yang benar mana nih?" ujar Fani kembali.


"Biasa" jawab Devano sembari memasukkan kembali nasi goreng kedalam mulutnya.


"Kalau lebih jujur tindakan dari pada mulut,ya begini fan" kata Damian melirik Fani dan berakhir menatap Devano.

__ADS_1


Sedangkan Devano yang di sindir hanya diam melanjutkan makan nya ,dia tidak menanggapi,sekarang yang dia bisa lakukan hanya mempertahankan sikap cool nya,dia ingin marah dan membantah namun ucapan Damian benar sih.


"Iya bapak benar,memang masakan saya sih yang paling enak" Fani menatap Damian dengan jari jempol yang dia angkat ke arah Damian.


"Iya benar paling enak,kapan kapan masakin lagi oke,soal nya nagih" modus Damian,memang Damian paling jago dalam memanfaatkan keadaan.


Fani menanggapi dengan anggukan,karena dia juga tidak keberatan jika hanya sekali -sekali,tapi jika keterusan dia tidak akan pernah mau.


kecuali kalau di bayar sih,ya gasken


"Btw jangan panggil gue bapak dong,gue gak tua - tua banget , sampai harus Lo panggil bapak " kata Damian mengingat kan,karena dia merasa akan lebih dekat lagi dengan fani kedepan nya.


"Maksud bapak kita ngomong santai selayaknya teman gitu,bukan bos sama bawahan?" tanya Fani memastikan.


"Ya" jawab Damian singkat baru juga dia bilang jangan panggil pak,malah i ulangi.


"Terus manggil nya apa" tanya Fani kembali siapa tau ada panggilan khusus bukan.


"Senyaman nya lo aja " balas Damian.


Sedangkan Devano hanya cuek, sebenarnya dia sedikit tidak suka melihat kedua nya yang mulai dekat,tapi seperti biasa dia masih tidak tau apa yang dia rasa.


Damian dan Fani pun berbicara tidak formal lagi,kecuali di kantor,itu kesepakatan mereka,tanpa di sepakati pun sudah seharusnya bukan.


*flashback end


"Tapi kenapa harus saya pak" pernyataan itu lagi pikir Devano.


"karena semua maid saya liburkan 1 bln jadi mulai hari ini kamu yang masak 1bln ini" jelas Devano agar gadis yang di depan nya ini berhenti bertanya.


"Terus yang bersih - bersih siapa pak,masa saya ,bukan nya saya tidak bisa atau tidak mau tapi mengingat luas mansion ini saya tidak mampu pak" keluh Fani,ada ada saja sih kelakuan manusia arogan yang satu ini yang mampu membuat emosi Fani selalu tersulut.


"kecuali itu,jadi kamu tenang saja sekarang masak" apakah gadis itu pikir Devano akan setega itu membiarkan nya membersihkan mansion ini,bukan bersih nyawa gadis itu yang melayang, Devano bisa pastikan itu.


Sehingga dia menyuruh maid yang tempat tinggal nya dekat dengan alamat mension nya yang datang setiap hari yg untuk membersihkan namun akan pulang jika sudah sore.


Untuk yang lain nya termasuk bi Sumi dia liburkan mumpung dia baik karena jarang jarang dia seperti ini,semua maid merasa senang karena bisa pulang kampung ,liburan dengan kelurga dan lain nya.


Tapi untuk yang tinggal dekat mansion Devano meminta untuk datang membersihkan mansion nya,dan mereka pun menyetujui nya.


**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.


kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje aku juga minta maaf ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.


jangan pernah bosan ya semua nya


thanks all ,lope you 😇🤗🤗

__ADS_1


semoga kalian suka ya,thanks all 🤗


__ADS_2