
"Halo"
"..."
tidak mendapat respon dari sang penelepon membuat Fani geram dan kesal secara bersamaan, kenapa bos nya itu harus menelepon diri nya jika hanya gabut begini,ahk ternyata bos nya itu bisa gabut juga.
"Mohon maaf sebelumnya nya ya pak,kalau nggak ada yang penting saya matiin telpon nya, selamat sore" dengan senyum terpaksa Fani berbicara walaupun lawan bicara nya tidak bisa melihat ekspresi nya tapi dari nada suara nya sang penelepon yang tak lain bos nya itu bisa tau kalau dia berbicara selembut itu hanya karena terpaksa karena sangat kentara banget keterpaksaan nya.
"Ke Mansion saya sekarang,alamat nya nanti saya share,dan saya tidak terima bantahan" sebelum Fani mematikan telepon seperti yang dia bilang , Devano langsung menyuruh nya ke Mansion Atmaja.
"Tut"
Tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana, Devano memutuskan telepon nya sepihak. Masa bodoh jika gadis itu akan menggerutu dan dia tidak perlu risau karena pasti gadis itu akan datang.
Sedangkan di rumah sederhana yang sangat asri dan adem karena di kelilingi oleh bunga dan pohon mangga yang di samping rumah serta pohon jambu di depan rumah,seorang gadis sedang uring uringan.
Kenapa dia harus di suruh ke mansion bos nya itu,jam kantor sudah selesai dan mau apa manusia yang satu itu.
Melangkah keluar kamar setelah mengganti baju rumahan nya dengan menggunakan kaos oblong yang di lapisi hoodie warna hitam dan celana jeans warna putih.
Melihat sang mama sudah pulang membuat dia melangkah ke arah sang mama yang sedang duduk di ruang tengah sambil menonton di temani oleh sang adik.
"Baru pulang ya mah?"mendudukkan diri nya di sofa di depan mama,niat nya tadi ingin di samping mama nya karena lebih dekat ternyata si unyu Axel sedang tiduran dengan paha sang mama sebagai bantal jangan lupakan gerakan tangan sang mama yang sambil mengelus elus rambut nya,sungguh manja tapi itu pemandangan yang sangat menyejukkan hati.
__ADS_1
" Iya , kamu udah makan?" tanya Winda kepada putri satu-satunya sekaligus anak sulung nya itu,melihat penampilan sang purut yang seperti hendak ke luar entah kemana dan dengan siapa.
"Pasti enggak lah ma,mama nggak liat ka Fani udah rapi begini,pasti mau keluar itu sama pacar nya" goda Axel, karena dia tau Kaka nya itu masih belum punya pacar jadi nyinyir dikit nggak papa lah.
"Idih,siapa yang mau keluar sama pacar ha?" sungguh Fani sangat kesal dengan sang adik, untung satu kalau dua apalagi banyak mungkin dia bisa mati muda
"Selow dong mbak nya nggak usah ngegas ,kalau benar sama pacar nya juga ,nggak ada yang marah kok,iya kan ma" Dengan kedua alis yang di naik turunkan secara bergantian itu membuat Fani bergidik jijik sungguh ekspresi menjijikkan dari sang adiknya itu membuat dia ingin pindah planet.
Kalau semakin ganteng dengan ekspresi seperti itu gak papa senang dia,ini gak ekspresi nya itu mirip dengan monyet yang ke surupan,canda monyet.
Memang dasar nya Fani saja yang berlebihan,orang Axel ganteng gitu kok,alis tebal ,bibir yang sedikit tebal,wajah nya yang baby face dan jangan lupakan gigi gingsul nya,yang menambah kesan manis saat dia tersenyum,jika bukan karena ikatan darah mungkin dia akan terpesona
dengan adik nya itu.
"Mama apa apa sih,malah ikut ikutan menyebalkan kayak si bontot" mendengar nama panggilan kesayangan yang di lontarkan oleh Kaka nya membaut Axel kesal ingin bunuh diri saja rasa nya,apakah tidak ada nama panggilan lain selain bontot dan jangan lupakan nama kesayangan dari sang sahabat Kaka nya si Fira Fira itu unyu,dua nama panggilan yang dapat menjatuhkan harga diri nya.
Tapi it's oke se merdeka dua orang itu aja, Axel tidak bisa marah karena mereka adalah orang yang sangat di sayangi nya . Melihat ekspresi sang anak laki laki nya yang kesal karena nama kesayangan dari sang kakak sedang kan sang kaka asik menjalihi,membuat Winda bahagia karena walaupun tanpa di dampingi oleh suami nya yang sudah lama berpulang,anak anak nya tumbuh dengan baik dan saling menyayangi.
Mengingat dia harus ke rumah bos nya yang sangat menyebalkan itu membuat aksi menjahili adik nya harus terhenti. Fani beridiri dari duduk nya melangkah keluar rumah setelah mengambil sepatu sneaker dari rak sepatu.
"Aku keluar bentar ya ma,ada urusan Soal nya"pamit Fani ke pada Winda sang mama.
"Iya hati-hati,jangan telat pulang ya" nasehat Winda ke pada putri nya.
"Kalau mau di jemput , telfon Axel aja ya Ka,nanti aku jemput" sahur Axel menyimpali. Membuat senyum bahagia terpatri di wajah sang mama,sungguh hal sederhana yang membuat nya selalu bersyukur, walaupun anak laki-lakinya nya itu memiliki sifat yang sedikit manja ke pada nya dan sedikit nakal serta jahil ke pada Kaka nya,dan cuek jika di luar rumah ,namun dia adalah laki-laki yang perhatian dan bertanggung jawab walaupun umur nya masih belum cukup dewasa.
__ADS_1
"Siap bos" dengan mengangkat tangan seperti menghormat Fani menjawab kedua orang yang sangat berarti di hidup nya.
Setelah itu dia melangkah ke luar rumah ,menunggu ojol yang sudah dia pesan sebelum nya setelah menerima alamat nya diberikan oleh bos nya yang sangat sangat menyebalkan itu.
Menghabiskan waktu yang cukup lama di perjalanan akhir nya ojol yang dia tumpangi sampai di alamat yang dia tuju.
"Ck pantes saja dia sangat arogan ,sombong dan suka se enak nya sama orang, ternyata sekaya ini,memang sih uang di atas segalanya " pikir Fani mengingat sifat dan kelakukan bos nya yang sangat suka semena-mena itu,itu sih sifat yang dia dengar dari karyawan yang bekerja di tempat yang sama dia bekerja,dimana lagi kalau bukan di Atmaja group.
Melangkah ke arah pos satpam yang menjaga rumah untuk menanyakan apakah alamat yang dia tuju ini benar atau tidak." maaf pak,benar ini kediaman atmaja?".
"Iya benar neng,ada yang bisa saya bantu,maaf sebelum nya dengan siapa ya?" tanya pak satpam yang di kenal dengan nama Joko.
"Saya Stefani Putri pak,saya mau bertemu dengan pak Devano "
jawab Fani kepada pak Joko.
"Silahkan masuk neng" kata pak Joko karena sebelum nya Devano sebagai majikan nya sudah mengatakan kepada pak Joko jika ada seorang gadis dengan nama lengkap Stefani Putri langsung di izinkan masuk.
Awal nya pak Joko heran karena biasa nya Devano tidak akan mengizinkan siapapun masuk kecuali datang bersamaan dengan nya, terkhusus jika yang datang perempuan,tapi ini apa ingin bertanya tapi ya sudah lah.
**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.
kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje aku juga minta maaf ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.
__ADS_1
thanks all ,lope you 😇🤗🤗
semoga kalian suka ya,thanks all 🤗