
"Sayang ,udah?" tanya Arkan kepada sang istri yang saat ini tengah duduk di meja rias yang ada di kamar mereka.Jujur saja, sedari tadi dirinya sudah bosan menunggu istri tercinta nya siap siap,entah apa yang membuat nya lama, padahal dia yang lebih duluan tadi mandi .
Sebenarnya dia bertanya seperti itu,ada niat terselubung,menyindir sang istri secara halus,agar dia lebih cepat lagi,karena jujur saja dia sudah bosan menunggu istri nya itu sedari tadi .
Angelina memutar kepala nya untuk bisa melihat suaminya yang sedari tadi mengoceh, seperti burung yang kehilangan anak-anak nya,setelahnya Angelina fokus kembali dengan kegiatan nya, baru juga sebentar tapi suaminya itu sudah lebay bin alay saja,tidak bisa diam pikirnya.
Arkan yang melihat respon sang istri hanya bisa mengelus dada sabar! dan menghembuskan nafasnya kasar,sungguh istrinya itu tidak peka sama sekali."Mohon bersabar ini ujian!,ingat Arkan dia istrimu tercinta " gumamnya pelan,entah lah hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menekan emosinya yang sudah di ubun-ubun,agar tidak meledak.
Dari pada Arkan nantinya malah cosplay jadi preman pasar terhadap sang istri,dia lebih baik duduk di sofa yang juga ada didalam kamar mereka
Dia menatap iPad nya untuk mencek email kantor, daripada mati kebosanan hanya karena menunggu ibu negara bersolek,lebih baik dia mengerjakan pekerjaan nya saja.
"Udah ayok!"Angelina mengajak sang suami,Arkan yang mendongak, menatap istrinya itu,apakah ibunda ratu itu tidak merasa bersalah sedikitpun?,dengan santai nya dia mengatakan ayok?.
Baiklah sebagai suami yang sayang istri,dia tidak akan mempermasalahkan itu.
Angelina merangkul lengan sang suami, sembari melangkah keluar dari kamar.
***
Setelah melalui drama kehidupan yang mendramatis,akhirnya mereka sampai juga di tempat acara.
Keduanya keluar dari mobil,Arkan membukakan pintu untuk sang istri, Angelina tersenyum manis kepada sang suami atas apa yang dilakukan nya."Sungguh keromantisan yang hakiki",batin nya.
Arkan yang melihat binar bahagia dimata sang istri mendelik kesal,jelas lah siapa yang tidak kesal melihat sang istri tersenyum lebar kearah sang mempelai?
Tadi saja istrinya sok malas dan merasa berat datang menghadiri undangan sahabatnya itu,tapi sekarang?,ck menyebalkan,Tidak tau saja Arkan bahwa Angelina bahagia karena ternyata sahabatnya itu menikah dengan sahabat suami nya.
Siapa yang tidak bahagia coba?,dia pikir tidak bisa datang keacara penting sahabatnya karena mendampingi suaminya,ternyata oh ternyata rahasia alam memang the best.
"Kenapa mas?"sedari tadi Angelina sudah merasakan hawa yang sedikit menyeramkan yang di keluarkan oleh sang suami memilih untuk bertanya saja.
"Gak!"dih gajelas memang,kalau cembukor yang tinggal bilang kan?, kenapa harus tidak jelas seperti cewek?.
__ADS_1
Arkan berjalan kearah sahabatnya itu untuk mengucapakan selamat,sadar atau tidak tapi yang jelas Angelina yang katanya istri tercintanya itu tertinggal di belakang nya.
Angelina tidak mau kalah dari suaminya itu,dia pun melangkahkan kakinya dengan cepat,hingga melewati suaminya.Angelina langsung berhambur memeluk pengantin wanita yaitu sahabatnya.
"Selamat ya!,semoga bahagia dan tetap bersama hingga maut yang memisahkan,dan cepat di kasih momongan"ucapnya sambil mempererat pelukannya.
"Amin,kamu juga ya,agar mereka langsung kita jodohkan!"
"Hahaha Amin yang paling kencang! "
Mereka berdua heboh tertawa, melompat lompat sambil berpelukan layak nya ,sudah seperti tarzan saja.
Tidak sadarkah kedua gadis itu tengah menghambat tamu yang lain untuk,mengucapkan selamat kepada kedua pengantin itu ,padahal mereka sudah lelah berdiri diantrian yang cukup panjang ini.
Setelah Arkan mengucapakan selamat kepada sahabatnya,dia membawa sang istri turun dari pelaminan,tapi sebelumnya sudah mengucapakan selamat kepada istri sahabatnya itu juga.
Angelina menatap penuh permusuhan kepada suaminya itu, Arkan hanya cuek ayam saja,lebih tepatnya berusaha untuk tidak peduli dengan tatapan istrinya itu.
"Kenapa mukannya cemberut,hm?"
Arkan bertanya dengan lembut,agar istri nya itu mau menjawab.
Tidak mendapat jawaban dari istri nya ,Arkan hanya tersenyum gemas ,melihat ekspresi wajah istrinya itu.
Arkan tau dia yang salah,itu sebab nya dia tidak marah tidak mendapat jawaban dari istri nya itu,Arkan merangkul pinggang ramping istrinya dengan posesif,agar istri cantiknya itu tidak digondol buaya darat juga buaya laut bahkan kadal serta kucing garong.
Yang hadir ke acara ini,juga menatap tulang rusuk nya itu sedari tadi.Sungguh menyebalkan untung pakaian istrinya itu tidak kekurangan bahan alias tidak terbuka,hingga tubuh indah istrinya tidak menjadi santapan para laki laki itu.
***
Hari berganti hari,bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun, istrinya melahirkan seorang bayi cantik,begitu juga dengan sahabatnya itu, istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Dari candaan tentang perjodohan, ternyata semesta merestui rencana kedua sahabat itu.
__ADS_1
Hingga saat sang istri menghembuskan nafas terakhirnya,dia juga meminta agar perjodohan tetap di lakukan.
~flashback end
***
Larut dalam lamunan tentang masalalu bersama sang isteri,papi Arkan tidak sadar bahwa sudah sampai didepan kantor nya.
"Kita sudah sampai pak!" ujar supir pribadi nya entah sudah keberapa kalinya.
Hingga jalan terakhir nya ,dia membukakan pintu untuk majikan nya itu,untung saja berhasil pikir nya .
Papi Arkan melangkah masuk kedalam kantor nya, masih dengan beban pikiran yang sama,karena belum memutuskan apapun.
***
"Lo yakin mau batalin perjodohan yang dilakukan papi lo?" tanya Fani ,jujur saja saat Fira dengan santai nya mengatakan bahwa perjodohan itu tidak akan pernah terjadi,dia bisa melihat papi Arkan yang menelan kekecewaan nya,seakan pasrah atas apa keputusan Fira tanpa ada bantahan.
"Belum juga lo jalanin,coba aja dulu fir!,kasihan papi lo tau, lo gak liat tatapan papi Arkan saat lo bilang tetap batalin perjodohan?" bujuk Fani,Fani mengatakan itu karena dia juga melihat Fira yang melihat,ekspresi wajah juga tatapan papi Arkan kala itu.
Bahkan Fani juga melihat Fira yang merasa sedih setelah mengatakan itu.Jadi tak ada salah nya kan dia mengatakan itu,siapa tau sahabat itu,mau mendengar saran nya.
"Gimana ya Fan,gue udah ada calon sebenarnya cuman ya gimana?"dia bingung saat ini ,di satu sisi dia kasihan melihat papi nya,di satu dia tidak bisa memaksa hatinya, jadi apa yang akan dia lakukan?.
"Wait wait wait,lo bilang apa tadi?, calon?,calon apa dulu nih,calon gebetan kah, pacar kah, suami kah atau apa?" tanya nya heboh sendiri.
Fira hanya geleng-geleng kepala saja,tidak bisa kah sahabat nya itu, bersikap biasa-biasa saja?,haruskah dia harus lebay bin alay seperti ini?.
Hy guys Makasih banyak udah mampir dan membaca cerita ini,semoga suka ya.
jangan lupa vote dan klik❤️.
Masih banyak typo yang bertebaran jadi hati hati saat membaca nya ya😇😇
__ADS_1