Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 46


__ADS_3

"Sebenarnya aku udah dua minggu ini,gak tinggal disini"Devano menatap gadis yang ada di pangkuannya saat ini, apa tadi katanya dua minggu tidak tinggal disini?,jadi dimana dia menginap?,apakah dirumah gadis itu sendiri,atau ditempat lain?


Memikirkan nya membuat emosinya kembali meluap,Fanin menatap Devano yang sepertinya kembali emosi, bukan nya takut tapi gadis itu jengah sendiri melihat laki-laki itu yang dikit dikit emosian,memang bukan kali ini saja laki laki itu seperti ini,tapi kali ini jauh lebih parah! apakah laki-laki itu tengah pms saat ini makannya emosinya tidak labil?.


"Aku nginep di rumah Fira "Fani sebenarnya merasa tidak perlu menjelaskan dia mau menginap di mana,tapi melihat laki laki itu yang sepertinya membutuhkan penjelasan jadi mau tidak mau dia harus menjelaskan nya.


"Dia yang minta,lagian aku juga merasa kesepian tau disini sendiri,pengen ngajak Ira nginep disini,tapi aku penasaran sama rumahnya,makanya aku mau"cicit Fani,jujur dia sendiri heran melihat dirinya yang susah susah menjelaskan semua itu,padahal menurutnya tidak penting.


Jangan lupakan suaranya yang dia imut-imut kan seperti anak kecil yang tengah merayu ibunya untuk dibelikan sesuatu yang dia mau, membuat nya semakin jijik saja.


Devano yang mendengar penjelasan gadis itu hanya diam dan mendengarkan dengan baik.

__ADS_1


"Jadi?"Fani bingung dengan pertanyaan yang hanya satu kata itu!, maksudnya gimana sih,pengen jawab takut salah ,gak dijawab makin salah.


"maksud kamu?"Fani akhirnya memberanikan diri untuk bertanya,daripada bingung sendiri,lebih baik dia bertanya saja,takut salah jawab malah makin runyam nanti.


"Siapa laki-laki tadi?" Devano tidak ingin muter-muter lagi,karena dari sekian banyak pertanyaan yang ada di kepalanya, pertanyaan itu yang lebih penting.


"Oh yang tadi itu ka Putra ,senior aku dulu saat masih kuliah,aku juga ketemu dia tadi pas mau pulang kesini pas tau kamu udah pulang "memang benar kan yang dia bilang,Fani ketemu cowok itu di jalan.


Fani sengaja memanggil putra dengan sebutan kak,padahal hubungan mereka tidak sedikit itu,dia ingin melihat wajah cemburu Devano lebih lama lagi,mau rumah ini pecah sekalipun karena menjadi pelampiasan laki-laki itu tidak masalah,yang penting dia puas.


"Kalian ada hubungan?"masa bodoh dia akan terlihat cemburuan atau bagaimana dihadapan gadis itu,karena memang dia saat ini cemburu bahkan sangat takut kehilangan Fani.

__ADS_1


"Enggak lah"Fani refleks menjawab nya dengan cepat,karena dia jadi takut Devano berpikiran yang tidak-tidak.


Devano tersenyum mendengar nya,dia pikir laki-laki tadi memiliki hubungan dengan gadis yang dipangkuan nya saat ini.


Tapi masih banyak pertanyaan yang perlu dia tanyakan kepada Fani"kenapa bisa bareng tadi?"kali ini dia bertanya dengan jelas karena tidak ingin membuang-buang waktu,karena dia benar benar penasaran.


"Kan aku udah jelasin tadi ,aku ketemu dia tuh dijalan pas mau balik kesini,gara gara gak ada taxi jadi aku mau mau saja"membuang-buang tenaga saja pikir gadis itu,karena tadi dia sudah menjelaskan namun kenapa Devano bertanya lagi?, apakah tidak ada pertanyaan lain apa yang ingin dia tanyakan?atau laki-laki itu tidak mendengar nya tadi?.


Devano yang mendengar nya tersenyum lebar,tidak merasa bersalah atau sejenisnya,memang dia tidak mendengar saat gadis itu menjelaskan nya tadi,makanya dia bertanya.


Untuk part ini segini dulu ya,semoga suka,Jangan lupa like, komen dan klik ❤️ ya☺️

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi,semoga suka😇


Typo nya masih banyak bertebaran jadi hati hati pas bacanya ya😇


__ADS_2